AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 302


__ADS_3

Adel membulatkan matanya. " Jadi itu namanya.. KAMU SUKA DIA..!!!!?" Adel mengamuk.


"Sayang.. Dengar dulu.. Aku gaknya suka dia.. Dengar dulu.." Bisma senang mendengar Adel menggubris ucapannya.


"Aku benci kamu..!" Adel memukul mukuk Dada Bisma.


"Aku sayang kamu.." Bisma memeluk Adel.


"Aaaaaaaaaa..." Adel meremang.


"Sayang.. Dengar dulu.. Kamu boleh marah.. Tapi dengar dulu penjelasan aku.." Bisma mengelus kening Adel.


"Kamu.. Kamu buat aku kayak gak ada harga dirinya.. Aku.. aku, kamu bolehkan Stuart jamah aku.. Apa apaan kamu..!" Adel kembali murka.


"Iya.. Aku tahu.. Tapi kalau kamu tahu masalalu aku apa kamu masih bisa terima aku..?" Dada Adel kembang kempis mendengar ucapan Bisma.


"Aku punya masalalu yang lebih buruk dari pada di jamah Stuart.." Adel mendelik mendengarnya.


"Apa yang lebih mengerikan dari di jamah laki laki lain hah.. Di depan suami sendiri pula.. Dan dengan izin suami sendiri pula.. Apa yang lebih sakit..!!!" Adel semakin murka.


"Iya... Tapi aku yakin, lebih sakit aku dari pada kamu.." Bisma menantang.


"Apanya.. Paling juga bercinta sama sesama laki laki.. Huuhh.." Adel hendak bangun dari tempat tidurnya.


"Aku bilang aku yang lebih parah.." Bisma menahan Adel lagi.


"Ck.. Gak peduli..! Lepas..!" Adel meneriaki Bisma.


"Aku cinta kamu.." Bisma malah mengungkapkan isi hatinya lagi.


"Ck.."


Tok tok tok..


"BISMA..!!" teriak Stuart dari luar kamar Bisma.


"Kamu mau keluar..? Mau ketemu sama Stuart kah..?" Bisma memasang wajah sedih.


"Apanya..!!!! Bajingan itu..!" Adel duduk di lantai.


Bisma turun dari tempat tidurnya lagi dan ikut duduk bersama Adel.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Debora dan Hery tiba di rumah Dion. Rumah itu tertutup rapat seperti tak ada penghuninya.


"Dion.." Tok tok tok.. Hery mengetuk pintu rumah Dion.


"Siapa..?" Seorang wanita membuka pintu.


"Hai.. Dion ada di dalam..?" Hery sepertinya mengenal wanita itu.


Sementara Debora menyipitkan matanya mengira ngira siapa wanita cantik ini.


"Jangan jangan.. Ini istri Dion..!" Debora bercicit di hatinya.


"Oohhh Kak Hery.." Debora tersentak.


"Kakak..?" Debora bersuara.


"H..hai.." Sapa wanita itu.


"Ini Diana adiknya Dion.. Dia pasti di rumah untuk mengobati Dion." ucap Hery dan di anggukan Diana.


"Masuklah.." Ajak Diana ramah.


"Terima kasih.." Debora merasa bersalah karena sudah bersalah sangka pada Diana dan Dion. Masalahnya Diana sangat cantik dan membuat Debora pangling.


"Awww.. Ck.. Darioooo" pekik Dion saat sang adik nakal mengganggunya.


"Kak Yon.. Ada yang datang.." Diana membawa Hery dan Debora langsung ke kamar Dion.


"Hah..?" Dion melongo.


"Oohhh Hery..! Debora..?" Dion mengedipkan matanya berkali kali.


"Hai.." Sapa Debora.


"Debora tahu dari mana kalau aku.."


"Ya dari aku lah.." Potong Hery.


"Aaahh.. Oohhh gitu.. Iyalah.." Dion tersenyum lebar.

__ADS_1


"Hai.. Cantik.. Aku Dario.." Sapa Dario pada Debora.


"Heh.. Jangan goda goda punya orang..!" Tegur Dion. "Apalagi punya saudara sendiri.


"Hah..?" Debora mendengar dengan jelas pembicaraan kakak beradik itu.


"Senang melihat kamu di sini Bora.." Dion menyiku Dario.


"Apa sih..?" Dario sewot.


"Sana..!" Dion menunjuk pintu keluar.


"Issshhh wlleeee.." Dario menjulurkan lidahnya.


"Ck.. Anak ini..!" Kesal Dion.


Debora terkekeh melihat intraksi keduanya.


"Dion.. Kenapa kamu bisa jatuh.. Hery gak mau kasih tahu aku kenapa kamu jatuh.." Debora mulai bertanya pada Dion.


"Aaahh itu.. Eemmm gimana ya aku ceritanya.." Dion menggaruk tengkuknya.


"Yang buat aku makin aneh itu kok kamy jatuhnya malam..?" Pertanyaan semakin kritis.


"Aahh iya..!" Dion makin terpojok.


"Makanya aku gak mau cerita apa apa sama Debora tadi di mobil.." Hery tertawa gembira dalam hatinya.


"Aku.. Jatuh di... Eeem depan situ.. Aku bukan jatuh malam, tapi lebih tepatnya tadi subuh.. Aku mau lari pagi eh malah jatuh di depan itu.." Dion asal tunjuk saja.


Debora masih ragu dengan penjelasan Dion tapi ia mengangguk paham saja. Sedangkan Hery menahan tawanya setengah mati.


"Dia jatuh gara gara kamu Debora..!" Seandainya Hery mengatakan itu langsung, Debora pasti terkejut.


.


.


.


.


.


Adel menghela nafasnya kasar. Bisma tak mau jauh darinya. Sedangkan di luar sana Stuart terus menggedor gedor pintu, sampai sampai tadi ia sudah di usir oleh sekuriti tapi Stuart kembali lagi untuk menggedor pintu itu.

__ADS_1


Adel...


__ADS_2