AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 327


__ADS_3

"Aaaaaaaaa..!!"


Debora baru sadar ia tak mengenakan satu helai benang pun di tubuhnya sama seperti Dion.


Apakah semalam mereka..?


"Dion..?" Mata Debora membulat.


"Iya sayang.. Seenak itu kah sampai kamu lupa..?" Ledek Dion.


"Astaga..? Apa yang sudah aku lakukan.. Aku... Aku..!" Debora merasa sedih.


"Sayang.." Dion menarik tubuh Debora agar dekat padanya.


"Dion. Aku.. Kita..? Aku melakukan hal bodoh lagi..!" Debora menutupi wajahnya dengan telapak tangannya sendiri.


"Sayang.. Bodoh apanya..? Gak sayang gak..! Semalam itu cinta.." Dion memeluk Debora.


"Dion.. Aku.. Maaf.." Debora malah menangis.


"Sayang.." Panggil Dion lembut pada Debora.


"Jangan nangis.. Kenapa kamu nangis.. Kamu nyesalkah.. Bercinta sama aku..?" Tanya Dion.


"Aku.. Aku.. Kenapa kamu mau bercinta sama aku..? Aku kan.. Kotor.." lirih Debora.


"Siapa yang bilang kotor..? Bersih aja kok.. Nikmat lagi.. Buat candu.." Bisik Dion.


"Dion.." Debora memukul dada bidang itu.

__ADS_1


"Hahahaha.." Dion mengendong Debora. Dibawanya ke tempat tidur lagi.


"Maaf.. Aku kelepasan semalam.. Aku khilaf.. Tapi.. Aku akan tanggung jawab.." Dion meraih telapak tangan Debora, menyatukannya dengan telapaknya.


"Apanya..!" Debora masih kesal.


"Aku mohon Debora jangan tolak aku.. Aku sungguh sungguh.. Aku punya bukti biar aku bisa tanggung jawab. Ini.." Dion mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan dirinya dan Debora tidur bersama dengan posisi yang sangat intim bahkan keduanya tak mengenakan pakaian pula.


"Dion.. Hapus.." Debora malu.


"Ck. Untuk apa du hapus..? Kan bukti.. Kamu ini gimana sih sayang..? Biasanya wanita jebak laki laki begini.. Mereka bercinta, terus di ambil foto atau videonya lalu kalau mereka sudah perlu di perlihatkan sebagai bukti.. Iya inilah.." Dion menggerakkan ponsenya beberapa kali sambil berucap.


"Tapi Dion..." Debora masih tak terima.


"Debora..." Panggil Dion.


"Apa..?" Tangan Dion menelisik lagi ke perut buncit Debora.


"Ck... Gak dia masih tidur.." Cicit Debora.


"Emang bayi dalam kandungan bisa tidur..?" Tanya Dion lagi.


"Ck.. Sudah aaahh.. Aku mau pulang.." Rengek Debora.


"Eehhh kamu ini.. Baby lagi lapar itu.. Kita sarapan dulu baru nanti siang aku antar kamu ke rumah.." Dion memunguti bajunya di lantai.


"Kok siang..?" Protes Debora.


"Karena kita harus bercinta lagi.." Jawab Dion asal.

__ADS_1


"Issshhh" Debora masuk lagi dalam selimut tebal Dion.


"Hehehehe.. Iya kamu masuk aja lagi dalam selimut.. Aku buat sarapan dulu.. Kenapa nanti siang aku antar... Karena pagi ini.. Rena dan Hery berserta si kembar di rumah Bisma.. Mereka semalam menginap di sana... Makanya aku bawa kamu pulang ke sini aja.. Nginap di sini.. Kalau di sana.. Kamu sendirian di rumah.. Aku gak tega kamu sendirian sayang.." Cup.. Dion mengecup kening Debora.


Kecupan itu berhasil melemahkan syaraf syaraf Debora yang tegang sejak tadi.


Seulas senyum terbit di bibir Debora. "Tuh kan.. Kalau senyum kan cantik.." Puji Dion.


"Ck.." Debora jadi malu lagi.


***


Beberapa menit yang lalu Dion keluar dari kamar. Kii tinggal Debora sendiri di dalam kamar dengan nuansa biru samudra ini. Sangat cerah, mungkin ini warna kesukaan Dion.


Foto foto kecil menghiasi dinding kamarnya. Foto saat bersama kedua adiknya, foto bersama seorang wanita yang Debora yakin adalah Ibu Dion, dan satu lagi foto Dion bersama seorang laki laki di kursi roda.


Debora yakin ini yang Dion panggil Ayah Iban. Sampai di lemari Dion, tangan Debora sangat lancang dan membukanya. Baju baju yang tersusun rapi, celana panjang dan pendek yang terpisah tapi tetap rapi, dan ada sebuah foto tanpa bingkai di dalam lemari ini juga.


Bukan hanya selembar, tapi beberapa lembar. Debora mengambilnya dan ingin melihat foto siapa di dalamnya. Alangkah terkejutnya Debora ternyata itu adalah fotonya sendiri.


"Kenapa ada foto aku di sini..?" Debora membuka selembaran demi selembaran.


"Kapan ini di ambil..?" Debora pun penasaran.


Hanya ada satu foto yang di ambil dan Debora mengingat itu kapan. Foto saat pasta pernikahan Adel dan Bisma malam itu di rumah Rena dan Hery. Dion mengajaknya berfoto bersama dan inilah fotonya. Sisanya Debora tak tahu kapan.


"Ada ada aja.." Cicit Debora. Ia meletakkan lagi foto itu di tempatnya.


Debora kembali duduk di tepi tempat tidur. Debora memejamkan matanya mengingat apa yang terjadi di ranjang ini.

__ADS_1


Flashback on..


tiga bab untuk hari ini ya readers sayang.. semangat bacanya


__ADS_2