AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 20


__ADS_3

Debora menoleh cepat pada John yang dengam mimik wajah yang sangat yakin dengan apa yang ia lihat. Karna sedari tadi John memang memperhatikan Rena, wanita cantik yang memiliki kartu Gold. Mungkin sajakan John bisa mendekati Rena nantinya jika ia sudah kaya dari Debora. Tapi John malah mendapatkan kejanggalan di kartu Gold Rena. Kartu yang bertuliskan nama Roy Filip yang ia lihat terpampang di sana.


"Apa kamu yakin Sayang?" Tanya Debora meyakinkan ucapan John.


"Tentu saja sayang. Aku melihatnya." John sungguh percaya apa yang dia lihat.


"Baiklah coba kita tanya penjaga toko itu. Tadi wanita itu malakukan pembayaranya di situkan." John pun menganggukan kepalanya setuju dengan tindakan Debora.


"Permisi Mbak... Boleh saya lihat nama Wanita yang tadi menggunakan kartu Gold?" Debora maju dan bertanya dengan penuh gayanya pada penjaga toko itu.


"Maaf nyonya.. Ini privasi kartu Gold. Tidak bisa di lihat sembarangan orang." Ucap Penjaga toko itu kepada Debora.


Debora hanya bisa berdecak kesal.


"Ck.. John apa kamu yakin dengan apa yang kamu lihat tadi?" Debora masih tak percaya dengan perkataan John.


"Benar sayangku. Bagaimana kalau kita cari wanita itu tadi. Dan kita perhatikan baik baik." John mengajak Debora mencari lagi keberadaan Rena demi membuktikan pengelihatannya.


"Kamu ini... Mall ini besar, dan kemungkinan mereka pulang juga ada. Jangan ngaco deh." Debora tidak ingin mengikuti kemauan John kali ini karan jika John hanya salah lihat dan salah baca maka akan sia sia waktu yang mereka buang hanya untuk mencari wanita yang tidak bisa mereka dua lacak begitu saja.


"Baiklah sayangku. Ayo kita jalan jalan saja lagi mencari barang barang yang bagus lainnya." Ajak John kali ini. Dan tidak membahas lagi masalah wanita itu yang adalah Rena simpanan Roy yang mereka cari cari.

__ADS_1


Rupanya pengelihatan John tidak salah ya. Karna memang di kartu itu bertuliskan nama Roy Filip. Dan John tidak bisa membuktikan pengelihatannya itu pada Debora karna Debora tidak percaya padanya.


"Tidak mau ah... Ayo kita makan saja ini sudah jam makan siang aku lapar tahu" ucap Debora dan langsung meninggalkan John di toko itu. Dengan secepat kilat John menyusul Debora yang menuju stand resto di Mall itu.


Sedangkan Rena dan Dion juga sedang asik memilih pernak pernik di toko bertempat di Mall yang sama.


"Apa ini cantik?" Dion mengambil jepitan rambut cantik dengan kelap kelip cantik menghiasinya dan ada bintang bintang kecil untuk bintang utamanya di jepitan itu.


"Apa itu untuk adik perempuanmu?" tanya Rena pada Dion dan hanya di anggukkan oleh Dion.


"Eemm sebelumnya aku ingin tahu adik perempuanmu itu seperti apa sebenarnya?" tanya Rena pada Dion dan Dion tidak masalah menceritakan adik adiknya pada Rena.


"Diana itu perempuan yang paling tegar dari kami bertiga, hanya dia yang paling tegar. Kalau aku dan adik laki lakiku adalah yang paling cengeng hehehehe.. Dulu banyak yang menghina kami bertiga. Aku sama sekali tidak ingin melawan ataupun mempertahankan diriku karna alu tidak peduli dengan yang mereka katakan atau apalah. Selama itu tidak menyakitiku secara fisik, aku tidak apa apa dan aku tidak perduli. Selama aku tidak menyusahkan mereka, mereka tidak ada hak untuk menyakiti akukan. Beda dengan Diana dia akan melawan dan menyerang kalau perlu. Bisa di bilang dia brutal, sedangkan Dario dia yang paling manja dalam segala hal. Dan kalau sudah di ganggu sedikit saja maka ia akan menangis dan tempatnya mengadu adalah Diana. Dan Diana yang menyelesaikan semuanya dengan caranya." Cerita Dion sambil terus melihat lihat jepitan jepitan cantik itu yang entah cocok apa tidak dengan adiknya Diana.


Hati Rena sedih sudah pasti ingin membantu bibinya juga ia bingung membantu seperti apa.


Kembali Rena mengingat kalau kini ia sedang membantu Dion mencari hadiah untuk adik adiknya. "Lalu kini pekerjaannya apa?" Tanya Rena lagi memastikan ingatannya karna kalau tidak salah ingat kata Sesa, anak kedua Vallen berkerja sebagai perawat.


"Diana berkerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit di kota ini." Kata Dion lagi masih sibuk mencari barang yang pas untuk Diana sungguh ini adalah hal yang paling sulit ia lakukan.


Rena berjalan ke arah kumpulan kaos kaki dan sarung tangan "Dia berangkat ke rumah sakit menggunakan apa?" Rena kembali bertanya.

__ADS_1


"Dia pakai motor maticnya untuk jarak, ya tidak jauh tidak dekat juga." kata Dion lagi menjawab pertanyaan Rena dengan entengnya.


Rena tersenyum dan mengambil beberapa sarung tangan cantik dan sarung kaki yang cantik pula dan ia bawa ke Dion.


"Mungkin ini cocok.." Rena memperlihatkan pilihanya pada Dion.


"Benarkah?" Dion mengambil salah satu pasang sarung tangan cantik itu dan memperhatikanya.


"Menurutku... Jika dia berangkat ke rumah sakit tempatnya berkerja dia akan selalu teringat padamu karna sarung tangan ini akan melindunginya di perjalanan entah dari dingin atau dari yang lainnya. Kamu kakaknya kamu selalu ingin melindungi mereka bukan. Kamu tidak ingin jika berlindung lagi di belakang Diana kan.. Kamu juga ingin melindunginya walaupun dari jauh dan hanya menggunakan sarung tangan dan kaos kaki ini untuk melindungi Diana, jika dia berangkat pagi maka dinginnya pagi akan menyapanya jika dia pulang malam pun sama Dan jangan lupa sarung tangan juga Safety untuk penguna motor." Jelas Rena tentang mengapa ia memilih sarung tangan dan kaos kaki untuk Diana adik Dion. "Dan kamu bilang dia sedikit brutal. Mungkin saja dia harus memberi pelajaran pada orang yang mengejeknya lagi, maka ia akan menggunakan sarung tangan ini untuk melindungi tangannya agar tidak terluka.. Hehehee.." lanjut Rena lagi sembil sedikit tertawa renyah di hadapan Dion.


Dion akui yang di katakan Rena ada benarnya. Dion memang ingin melindungi adik adiknya dengan caranya. Sejak sekolah dulu ia lakukan tapi Diana tetaplah Diana, dia tidak mau mendengarkan Dion dan tetap ada pendirianya. Dan yang bisa Dion lakukan adalah melindungi adiknya dari jauh saja.


"Kamu benar dan sangat benar. Baiklah ini hadiah untuk Diana. Kita istirahat dulu ya. Ini sudah hampir lewat jam makan siang, kamu pasti lapar." Ajak Dion dan di setujui Rena dengan anggukan.


Dion membayar belanjaannya yang di pilih Rena dan setelah itu keluar dari toko itu menuju Stand Resto Mall ini. Dan kemungkinan mereka akan bertemu lagi dengan John dan Debora.


Dion dan Rena mamasuki area stand resto mencari apa yang akan jadi makan siangnya.


"Kau mau makan apa. Kali ini aku yang traktir ya... Kamu sudah janji kemarin.." Rena berjalan di samping Dion dengan imutnya dan senyum yang tak henti terbit di bibirnya.


Dion yang memperhatikan Rena hanya bisa mengelengkan kepalanya, bisanya Rena teringat lagi akan janjinya beberapa hari yang lalu. Dengan senyum manisnya juga Dion menyetujui ajakan Rena.

__ADS_1


John yang melihat Rena dan Dion yang sedang berjalan bersama di dekat dia dan Debora langsung cepat cepat menarik Debora yang sedang asik makan untum segara mengikuti Rena dan Dion.


Ketahuan gk ya kalau itu kartu Roy...?? Author mau off tadi tapi tanggung babnya makanya author lanjut lagi ngetiknya biar cepat smpe bab 20. Dan sampailah kita Readers... Author mau ajukan kontrak dulu ya... doain author biar lulus ya...


__ADS_2