AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 110


__ADS_3

Roy terkejut ternyata Hery dan Rena ingin Memeriksa kandungannya. Roy juga pernah membayangkan hal terindah yaitu menemani Rena setiap kali pergi cek kehamilan.


Tapi kini pemandangan berbeda yaitu Hery yang menemani Rena. Dan kelihatannya Rena sangat bahagia. Hery pun sama menjaga Rena dengan baik. Tidak membiarkan Rena lelah sedikitpun.


"Sayang mau minum?" Hery juga sudah menyiapkan air minum untuk Rena.


"Aku gak haus sayang." Rena tak merasa lelah sama sekali jika bersama dengan Hery.


"Heeemm kita bisa masuk langsung aja masuk, tapi kamu minta antri.. Gimana sih sayang.." Hery memperbaiki rambut Rena yang berantakan.


"Ya aku mau antri sama kamu, itu aja.. Aku mau kayak ibu ibu hamil biasanya." Rena bergerak ke kiri dan ke kanan.


"Haaaa.. Yalah bumil.. Saumimu ini siap melayani kamu.." Hery memberi hormat pada Rena yang bak Ratu untuknya.


Roy melihat semuanya, rasanya sedih melihat Rena nyaman bersama Hery. Dari pada mencari masalah dengan Hery dan Rena lebih baik ia kembali pada Debora dan menemaninya.


Roy kembali ke tempat Debora, Roy melihatnya sedang terdiam sendiri dan jauh dari orang orang. Debora tak memainkan ponsel atau apa pun. Entah aa yang di pikirkan Debora sekarang.


"Apa sudah.." Roy duduk di samping Debora. Debora terseyum, senang rasanya ada yang temaninya.


"Tinggal 3 orang lagi setelah itu baru kita.." Debora terus menatap ruangan itu dengan senyum lebar.


"Kenapa kamu senyum senyum gitu..?" Roy tanpa sengaja terus menatap Debora yang sedang tersenyum tak henti.


"Eeemm aku yakin dan percaya kalau aku juga pasti bisa hamil lagi secepatnya Roy." Benar benar percaya diri.


"Ya kalau kamu yakin.. Okelah kita tunggu hasilnya."  Roy melipat kakinya dan bersandar seperti bos.


***


"Kondisi ibu dan Anaknya baik baik saja, jadi kalian ingin melakukan Babymoon?" Tanya dokter kandungan Rena.


"Ya dok... Jadi jika kondisi ibu dan anaknya baik baik saja kami bisa melakukan Babymoon?" Tanya Hery, ia juga sangat senang jika Rena dan kandunganya sehat sehat.


"Iya ini masa trimester kedua, waktu ini bisanya boleh untuk melakukan perjalanan jauh seperti Babymoon. Tapi jangan lupa minum susu, vintamin dan juga jaga pola makan, makanlah makanan bergizi dan juga jangan lupa buah buahan ya.. Semoga Babymoon kalian berjalan lancar.." Rena dan Hery tersenyum puas dengan hasil pemeriksaan mereka.


***

__ADS_1


"Ini suaminya bu Debora...?" Dokter sedang melihat data Debora.


"Iya Dok. Ini suami saya.." Debora dan Roy juga sudah masuk ruang dokter.


"Baiklah. Begini Pak.. Ibu Debora kan beberapa minggu lalu mengalami keguguran tapi ia memiliki permintaan untuk secepatnya hamil lagi. Setelah dia berkonsultasi dengan saya, dan mengikuti semua yang saya katakan padanya, maka sekarang ibu Debora bisa mengandung lagi, tapi dengan catatan harus lebih berhati hati dan di perhatikan. Kalau gak misalkan ibu Debora tidak mampu maka kita akan mengundurkannya, mungkin 5 bulan ke depan pak, itu tergantung Ibu Debora sendiri." Tutyr sang dokter.


"Dok saya bisa kok saya bisa, Roy aku mohon biarkan aku mencoba... Aku pasti bisa Roy.. Aku mohon..." Roy hanya menatap sang dokter.


"Lalu dok... Apa pengaruhnya pada Debora kalau ia gagal untuk mengandung lagi..?" Tanya Roy setelah sekian lama diam.


"Ibu Debora kemungkinan besar akan keguguran lagi dan akan semakin lama waktu yang ia butuhkan untuk pulih dan bisa mendandung lagi." Jawab Dokter itu.


Roy terdiam dan tampak berpikir lalu ia menoleh pada Debora seperti menanyakan apa Debora bisa.


"Aku mohon Roy aku akan berusaha sebisa mungkin.." Debora berharap Roy mau mendengarnya dan memberinya kesempatan kedua.


"Baikalah Dok kita coba..." Roy memberikan keputusannya, tanpa keputusab Roy Dokrer tidak bisa memberika tripmen tripmen selanjutnya.


****


Rena dan Hery berjalan menuju parkiran itu mereka berbicang banyak hal, tentang apa saja yang akan mereka lakukan saat Babymoon nanti.


"Sedang apa mereka di rumah sakit, apa Debora sakit.. Atau Roy yang sakit." Duga duga Rena.


"Ayo..." Ajak Hery pada Rena.


"Ayo.." Ajak Roy pada Debora.


Kedua pasangan itu berjalan ke arah yang berbeda. Seperti kehidupan mereka. Yang saling berbalik arah.


***


"Eyang..." Debora berlari menuju Eyang dan langsung memeluknya.


"Sayang kenapa.. Berita baguskah..?" Eyang sudah penasaran.


"Iya Eyang.. Minggu depan Debora akan mulai program kehamilan. Rpy dukung Debora dan siap bantu Debora Eyang.. Debora senang banget..." Hati Debora benar benar bahagia. Ia memeluk Eyang tanpa melepaskannya.

__ADS_1


"Ya ampun Debora kamu mau bikin Eyang sesak nafaskah..?" Setelah mendengar itu Debora melepas peluknya.


"Hehehe.. Maaf Eyang, Debora senang banget soalnya." Debora memperbaiki rambutnya.


"Ya nak.. Eyang tahu... Selamat dan semoga berhasil... Udah kamu ganti baju dulu, mandi, terus makan siang ya ini sudah siang looo, kamu kan mau program kehamilan, jadi mulai sekarang jaga pola makan." Saran Eyang.


"Tentu Eyang.. Siap.." Debora berlalu dari hadapan Eyang dengan semangatnya yang membara.


"Akhirnya kalian bisa bahagia..." Eyang menatap Debora yang sedang menaiki tangga.


***


"Senang..?" Roy melirik Debora yang baru masuk kamar.


"Iya Roy.. Aku senang banget.." Debora tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.


"Jangan sia siakan kepercayaan aku ini.." Roy pura pura fokus pada ponselnya padahal ia tidak melakukan apa apa.


"Ya Roy aku janji... Aku mandi dulu ya.." Debora berlalu dengan bahagianya seperti anak kecil yang baru mendapat uang jajan saja.


"Semoga pilihan aku ini gak salah. Dan tinggal Hery.. Aku harus berbaikkan dengan Hery. Aku akan iklaskan Rena untuk Hery." Gumam Roy. Semoga saja yang ia katakan benar adanya.


Roy menoleh sekelilingnya. Tidak ada yang bisa ia kerjakan, ia melihat meja rias Debora. Akhirnya ia terpikir untuk mencari vitamin rambut yang semalam Debora kenakan padanya, ia cukup suka wanginya.


Roy mulai mencari, banyak sekali barang barang yang tentu Roy tak paham untuk apa saja. Tapi ada yang menarik perhatian Roy. Ada obat juga di atas meja itu.


Roy mengambilnya dan membacanya. "Obat penyubur kandungan...?"


Tak lama kemudain Debora selesai mandi. Ia tak melihat adanya Roy di kamarnya,


"Eeeh?" betapa terkejutnya Debora melihat Roy ada di meja Hiasnya.


"Kenapa..?" Tanya Debora takut Roy marah atau semacamnya, padahal baru saja ia mendapatkan kepercayaan Roy.


"Ini obat apa..?" Roy memperlihatkan bungkusan obat itu.


"Ooohh itu penyubur kandungan Roy.. Aku sudah tanya sama dokter dan aku boleh pake obat itu." Jelas Debora.

__ADS_1


"Oohhh.." Roy hanya menjawab seperti itu saja padahal Debora mengharapkan Roy tergoda padanya yang baru selesai mandi.


Roy menoleh pada Debora dan..


__ADS_2