
Rena masih menangis dalam pelukan Dian dan Dion Setia menemaninya dan menenangkan Rena. Sepertinya Rena sudah selesai dengan tangisannya barulah Dia menanyakan pertanyaan yang sama lagi kepada Rena
"Rena Katakanlah padaku aku mengerti keadaanmu bahkan mungkin aku yang akan paling mengerti... Aku mohon Katakan padaku agar kamu merasa lega... " tataan mata Dion yang terus menatap Rena tak henti-henti.
Akhirnya Rena yakin jika orang yang tepat untuk diajak nya bercerita dan mengeluarkan semua isi pikirannya adalah Dion dia sama sekali tidak tahu aku takutnya, Roy siapa, Debora siapa, John siapa.
"Dion Kamu tahu kan aku ini hanya wanita simpanan... " ucap Rena dengan sendu dan kini menatap lantai ruangan itu. Dion sentuh dagu Rena dan mengangkat wajah Rina agar menatapnya,
"Apa yang aku tidak tahu tentang kamu aku tahu semuanya, itu tidak ada masalah untukku. Kamu tahu sendiri bagaimana aku ada di dunia ini, menurut orang lain Aku adalah hasil hubungan terlarang dan bahkan dianggap sangat berdosa, Aku paling paham hal itu lingkungan Ibuku, tempat lahirku, tempat aku dibesarkankan, aku merasakannya semua, aku tahu ceritanya semua bagaimana sakitnya bagaimana rasanya semuanya aku tahu Rena.
Benar juga yang di ucapkan Dion, maka makin beranilah Rena mengadu semuanya pada Dion.
"Dion... Aku... Aku sekarang... Aku hamil..." Rena meremas tangannya dan menangis lagi.
Dion mengambil tangan Rena yang ia remas dan mengemnggamnya. "Remas aku saja, jangan sakiti dirimu sendiri. Aku ada untukmu Rena."
__ADS_1
"Dion.... Tapi aku takut Dion... Roy... Istrinya juga mengandung dan... Eyangnya..." Rena masih tak mapu menceritakan semuanya.
"Roy memiliki Eyang yang sedang sakit dan Eyangnya juga mengetahui tentang kehamilan Istri Roy dan sangat bahagia akan hal itu.." Dion memotong ucapan Rena karna ia sudah tahu semuanya.
"Dion..." Rena manatap Dion dengan penuh tanya.
"Iya Rena, aku tahu semuanya. Aku bertemu Roy di rumah sakit, dan aku bisa menebak semuanya Rena. Melihat dari Roy yang tak berkutik di depan Debora istrinya aku sudah bisa menduganya..." Rena masih menatap Dion tak percaya.
"Jadi kamu tahu semuanya...?" Rena memastikan dirinya sendiri.
"Roy tak berkutik di hadapan Debora, apalagi jika menyangkut masalah keluarganya, pasti setelah ini Roy akan sangat menaati Debora dan Eyang. Dan aku... Hahaha..." Rena menertawakan dirinya sendiri, Dion sangat prihatin melihat Rena yang sangat sedih dengan nasibnya. Dion membayangkan jika ini adalah ibunya saat mengetahui saat dirinya tengah mengandung anak dari laki laki itu.
"Rena tatap aku... Katakan apa yang kamu takutkan aku janji aku akan mengusirnya..." Dion menghibur Rena, Rena mulai menatapi Dion dan matanya mulai membasah.
"Dion... Anakku bagaimana... Apa yang akan terjadi padanya nanti, apa aku dan anakku akan baik baik saja... Apa dia tidak akan sedih nanti..." Semua pertanyaan Rena yang pernah di tanyakan Dion sendiri pada dirinya saat baru mengenal dunia ini.
__ADS_1
"Rena... Kamu tahu itu semua pertanyaan pertamaku tentang ayahku... Aku juga menanyakan itu, semua pertanyaanmu aku juga tanyaakan pada ibuku, dan kamu tahu... Itu adalah pertanyaan yang paling menyakitkan untuk ibuku. Setelah aku tahu itu adalah pertanyaan paling menyakitian untuk ibuku, aku tidak menanyakannya lagi. Aku cukup pedam sendiri. Saat itu ibuku sangat lemah, dia masih tidak dapat menerima aku lahir dari pekerjaan bodohnya. Karna aku sadar keberadaanku yang tak berkenan untuk ibuku, aku berusaha sekuat mungkin untuk bangkit sendiri, membuat namaku sendiri. Di setiap langkahku banyak rintangan, sebisa mungkin aku melewatinya, tapi saat di akhinya aku baru tahu, semua rintanganku itu mudahku lalui karna ibuku lagi. Rupanya ia tak pernah membiarkan aku sendiri. Walaupun ia harus kembali melakukan kesalahan yang sama lagi, dan tak lama kemudian kesalahan itu membuahkan hasil lagi, Diana dan Dario. Dari situ aku paham sesuatu, dan mulailah tekad baruku.. Aku ingin melindungi adik adikku seperti ibu melindungiku sebisa mungin aku memudahkan langkah mereka, mendukung mereka, memberi semangat pada mereka dan selalu ada untuk mereka. Karna aku yang paling tahu itu yang paling mereka butuhkan. Dan satu lagi. Kami adalah semangat ibu, kami harapan ibu. Kami akan membuat ibu bangga dan bahagia. Kami yakin itu. Dan kamu juga harus yakin, kamu adalah seorang ibu yang tangguh, kamu akan selalu ada untuk anakmu.. Saat mereka membutuhkanmu kamu harus ada untuk mereka. Jangan abaikan mereka, karna mereka hanya memilikimu. Jangan hanya karna tak ada satu orang saja maka anakmu yang menjadi korbannya. Dan masalah Roy pilih kamu atau Debora itu kembali pada Roy sendiri. Di mana ketegasannya padamu dan Debora. Dia harus adil seadil adilnya. Yakinlah Rena, jika kamu dan Roy berjodoh, maka Roy akan kembali padamu. Cukup ingat itu Rena, yang lainnya akan menyusul dari belakang. Dan sekarang yang paling terpenting adalah Anakmu... Jaga dia dari sekarang... Oke..." Dion mengelus elus rambut Rena. Tanpa di mintapun Rena masuk dalam pelukan Dion dan kembali menangis sejadi jadinya.
***
Dika sedang mengemasi pakaian Eyangnya karna pagi ini kondisi Eyangnya sangat baik dan sudah di biarkan pulang oleh dokternya.
"Eyang makan dulu ya... Nanti di rumah Eyang temani aku ya kita makan mangga muda ya.. Bora lagi pengen banget..." Ucap Debora penuh semangat karna Eyang Roy akan ikut mereka pulang ke kediamannya
"Iya Bora... Eyang makan kok... Dan kondisi Eyang sudah sehat kok, gak usah makan banyak banyak juga Eyang sehat... Kan ada cicit Eyang sekarang jadi bagaimanapun Eyang akan selalu sehat untuknya. Kamu tenang saja.." Eyang juga sangat senang pagi ini. Sedangkan Roy hanya bisa menatapi kedua Wanita tersebut, yang satunya Eyangnysy nsg paling ia sayang dan satunya lagi ular berbisa yang menyamar menjadi belut yang bernutrisi.
Hatinya menjerit kesal dan penuh amarah. Satu satunya yang terus mengiang di hati dan pikirannya hanyalah Rena dan anaknya.
Debora mencuri curi pandang dan melihat ekspresi wajah Roy yang sangat sedih menambah rasa senang tersendiri untuk Debora, karna rencananya berjalan dengan sangat lancar.
Roy...
__ADS_1
Maaf kalau ada typo nya ya guys.. Author juga manusia biasa.. Jangan lupa like dan favoritkan ya.. Selamat datang juga untuk pembaca baru dan Pembaca setia novel author ini ya... oh ya mampir juga Budak Cinta Sang Mafia ya.. Sudah sampai part serunya... yuk buruan mampir...