AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 90


__ADS_3

Setelah mendapatkan alamat Bar itu Rena pun berangkat. Amarah di hatinya pun tak habis habisnya. Rena mulai membayangkan apa saja yang di lakukan Hery di tempat seperti itu.


Satu jam perjalan menggunakan taksi barulah Rena tiba di bar itu, bar yang cukup besar, bahkan ramai karna ini sudah masuk jam malam maka banyak orang orang yang sekedar singgah atau menemani temannya untuk minum minum di tempat ini.


Semua mata tertuju pada Rena. Ia tampak berbeda dari yang lainnya. Sebenarnya Rena tak suka pandangan mereka tapi demi menemukan Hery ia tetap mencoba untuk masuk dan tak memperdulikan orang orang yang menatapnya.


"Maaf saya tadi di hubungi pekerja di sini dan mereka bilang teman saya gak mau berhenti minum.." Ucap Rena pada seorang wanita yang ia yakin adalah pekerja di tempat ini.


"Oohh itu Lily.. Nih yang kamu bilang tadi kan.." Panggilnya pada temannya.


"Ooohh ya makasih ya.. Ayo nona.." Ajak wanita itu. Rena meneliti baju yang wanita itu kenakan, sangat terbilang seksi dan terbuka lebar lebar untuk siapa pun yang melihatnya. Tinggal beberapa senti saja tidak terbuka semua.


"Itu dia nona.." Wanita itu menunjuk Hery yang sedang meminum minumannya dan ada seorang wanita di sampingnya dan ada dua lagi di depannya.


"Apa yang sedang dia lakukan..?" Rena tidak terlalu paham akan pelayanan di Bar ini.


"Tentu saja melayaninya nona, kalau tidak di layani laki laki itu marah... Dan kalau dia di layani, dia bayar kami mahal..." Ucap wanita itu setelah itu ia tak peduli dan langsung meninggalkan Rena yang memperhatikan Hery.


"Kenapa dia jadi begini...?" Rena sungguh tak percaya dengan yang ia lihat ini.


Hery di hadapkan dua orang wanita, kedua wanita itu sangat seksi, hanya mengenakan B*a, dan cd. Pelahan tapi pasti wanita pertama membuka atasannya, Hery memandanginya dengan sungguh sungguh.


Dan tentu saja di bukanya langsung, Hery meneguk minumannya. Dan begitu pula dengan wanita yang kedua melakukan hal yang sama pula. Rena sangat tak suka melihatnya. Rena berjalan dengan berani menuju tempat Hery duduk dan di layani. Kedua wanita itu pun berlanjut akan membuka bawahannya lagi.


Pandangan Hery tetap tertuju pada kedua wanita yang sedang main buka bukaan itu.


"Hery...!" Rena mendorong Hery hingga ia bersandar di tempat duduknya.


Hery menengok siapa yang menganggunya, Rena pun melihat wajah Hery dari dekat. Bibir, pipi, matanya semuanya memerah.


"Hery kamu ngapain Her.." Rena mengguncang tubuh Hery beberapa kali.


"Senang senang.." Jawab Hery tanpa ragu.


"Senang senang..?" Rena ingin sekali mencakar Hery saat itu juga.


"Iya.. Kenapa..?" Hery malah balik bertanya.


Matanya dan mata Rena adu pandang, tatapan Dingin Hery membuat Rena kalah.

__ADS_1


"Hery ayo kita pulang ya.." ajak Rena dengan lembut kali ini.


"Gak aku belum selesai..." Hery menoleh lagi pada kedua wanita di depannya yang masih stay di sana.


"Apa lagi...? Lanjut...!" Hery mengangkat lagi minumannya dan memerintahkan wanita wanita itu.


Rena menoleh dan melihat juga aksi yang akan di pertontonkan keduanya. Wanita pertama membuka bawahanya dan kini ia tak mengenakan apa apa. Lanjut ke wanita ke dua. Rena sudah tak tahan dan menguncang guncang Hery lagi.


"Hery.. Sadar Her.."


"Aku sudah sadar Rena... Aku sadar aku ini siapa.." Ia meneguk lagi minumannya.


Kepalanya pusing dan pandangannya juga sudah mengabur. Rena meneliti Hery, setiap ia berbicara tak melihat kearahnya. Hati Rena semakin di cubit ketika Hery hanya fokus kepada wanita wanita itu.


"Hery..." Panggil Rena lirih.


Tiba tiba Rena mengingat kejadian di rumah sakit ketika Hery meninju Roy dan ia melerainya. Dan setelah itu Hery bertingkah aneh. Rena juga mencoba mengingat ingat lagi, sebelum itu juga Hery sangat mengkhawatirkannya dan kandungannya takut Roy melakukan sesuatu yang berbahaya untuk mereka berdua dan sempat mengatakan isi hatinya.


Apakah Hery sedang marah kepadanya karna saat di rumah sakit kemarin Rena seperti membela Roy yang jelas jelas salah dalam bertindak dan membuat Debora kehilangan kandungannya.


Rena sadar. Hery sedang marah padanya, semua ini karnanya. Tangan yang memengangi lengan Hery pun perlahan lepas tak berdaya. Mata Rena hanya tertuju pada lantai. Ia sangat sedih, karna ia merasa bersalah pada Hery yang berusaha sekuat mungkin melindunginya tapi ia tetap membela Roy.


Matanya mulai berkaca kaca, tapi ia berusaha menatap Hery lagi. Hery yang tidak memerdulikannya, yang tak menatapnya, menjauhinya, semua itu sangat sakit untuk Rena yang sudah terbiasa dengan Hery.


Rena menutup matanya tak sanggup lagi menahan.


"Kenapa aku bodoh.. Kenapa aku bodoh..." Tangisnya dalam diam.


Hery yang tak mendengar atau pun merasakan keberadaan Rena di sampingnya pun menoleh. Ua melihat Rena menutup wajahnya dengan telapak tangannya dan bahunya bergetar. Hery yakin Rena sedang menangis.


Rasa bersalah pun muncul lagi di hati Hery. Rena terus menangis, ingin ia langsung pergi dari tempat itu membawa tangisnya. Hery membuang Egonya karna tak tega melihat Rena menangis.


Ia mengusir wanita wanita yang melayaninya. Dan kini fokus pada Rena di sampingnya. Hery mendekati Rena, menatapnya maka semakin sakit juga yang Hery rasa melihat Rena menangis seperti itu.


Hery menarik tangan yang menutupi wajah Rena, ia menangkup wajah Rena dan menatapnya, wajah yang sudah basah dengan airmata di pipinya. Entah bisikan dari mana tapi Hery langsung menempelkan bibirnya dan bibir Rena menjadi satu.


Rena semakin menjadi menangis saat Hery menciumnya. Rena pun tak masalah harus merasakan pahit dan berbagai macam rasa yang ada di bibir Hery. Yang ia ingin hanya menikmati ciumannya dan Hery.


Hery melepaskan ciumannya dan menatap Rena yang masih menangis.

__ADS_1


"Sudah... Jangan nangis..." Satu ucapan itu bukanya membuat Rena berhenti menangis malah membuatnya semakin menjadi.


"Aaaaaaaa.. Heryyyy!!!" Teriak Rena saat itu juga dan langsung memukul dada Hery sebisanya.


"Kamu jahat kamu jahat... Aaaaaaaa..." teriak lagi.


"Rena... Rena tenang Rena... Hei apa yang buat kamu marah gini?" Pura pura bodoh saja.


"Kamu jahat Hery... Kamu sama aja kayak Roy... Aku kira kamu beda tapi ternyata sama aja.. Aku benci kamu Hery.." Rena ingin bangkit meninggalkan tempat itu segera tapi Hery berhasil menahannya.


"Kamu bilang benci aku...? Hah...?" Hery mendekatkan wajahnya lagi dengan Rena.


"Ya kamu jahat... Aku benci kamu..." Suara Rena semakin kecil sekarang dan melemah.


"Rena..." Hery memegangi bahu Rena dengan erat.


"Aku sudah bilang... Aku cinta kamu..." Tambahnya lagi dan setelah itu menciumi seluruh inci wajah Rena.


"Aku sangat mencintai kamu.. Meski aku tahu kamu wanita teman aku.. Aku tahu itu salah tapi itu yang aku rasa..." Hery mengelus wajah Rena dengan lembut menghapus jejak airmata Rena.


"Kalau kamu cinta aku kenapa kamu minta di layani wanita wanita ini?" Rena menunjuk para wanita yang tadi sempat bersama Hery.


"Apa kamu cemburu..?" Hery tersenyum dengan manisnya. Tentu senyum penuh makna.


"Hah..?" Rena malah balik bertanya.


"Apa kamu juga cinta aku...?" sungguh percaya diri kamu Hery. Tapi tidak salah juga.


"Gak kok..." Bantah Rena dengan cepat dan menjaga emosinya lagi tak ingin di katakan cemburu lagi.


"Ya udah kalau kamu gak cinta juga sama aku, berarti aku bebas di layani sama mereka. Hei kamu yang warna putih sini donk..." lanjut Hery dan memanggil satu wanita lagi.


Rena sontak menoleh pada wanita yang di panggil Hery itu. Wanita itu maju ke arah Hery, masih mengenakan pakaian seksinya tapi di padu dengan tubuh indahnya.


"Duduk di pangkuan aku... Aku mau liat liat.." ucap Hery lagi sambil tersenyum nakal pada wanita itu dan Rena sangat melihatnya dengan jelas.


Wanita itu sudah maju tapi tiba tiba Rena bangkit dari duduknya dan menghalangi wanita itu untuk medekati Hery.


Off dulu kawan... Like donk seru ini...

__ADS_1


__ADS_2