AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 326


__ADS_3

Pagi yang indah menyapa. Hery membuka matanya dan hanya menemukan kedua anaknya di sampingnya. Tapi sang istri tercinta tak ada di sampingnya. Padahal biasanya Rena jam segini masih bergelut manja di pelukkan Hery.


"Mana Mama kalian ya..?" Tanya Hery pada kedua bayi yang tengah pulas tertidur.


Sementara itu Rena dan Adel sudah di dapur menyiapkan sarapan.


"Rena.. Makasih ya.. Maaf kalau aku dan Bisma buat kalian khawatir.." Adel masih merasa bersalah.


"Sudahlah Adel.. Kita kan keluarga.. Ya wajar aja aku dan Hery khawatir sama kalian berdua. Dan Mama.. Mama sejak malam itu menghubungi Hery.. Dia minta Hery jaga Bisma dan kamu, dan saat Hery gak dapat kabar dari Bisma. Makin panik Hery. Dia juga gak mau kecewakan Mama di sana yang sudah percaya sama Hery untuk jaga Bisma dan kamu.." Rena memegangi bahu Adel.


"Mama.." Lirih Adel.


"Kami secepatnya akan ke Jerman Ren.. Bisma juga rindu sama Mama.." Adel menceritakan rencana mereka.


"Dan.. Mengucapkan terima kasih.. Ikatan Bisma dan Mama sangat kuat. Mama bisa merasakan ada bahaya yang mengintai kalian berdua. Karena ikatan itu juga kalian berdua bisa pulang dengan selamat." Tutur Rena dan di anggukkan oleh Adel.


"Eeemm.. Kalian berempat di sini, berarti Debora sendiri di rumah..?" Duga Adel.


"Gak.. Semalam ada Dion telpon katanya dia bawa Debora nginap di rumahnya. Ya.. Aku dan Hery biarin aja.. Karena kami percaya sama Dion.. Selain itu.. Debora juga perlu laki laki seperti Dion, semoga aja setelah ini ada kabar baik lagi." Ucap Rena.


"Waaahhh semoga aja.. Mereka berdua memang cocok.." Adel pun setuju.


"Pagi.." Hery datang dengan di kiri dan kanannya menggendong balita.


"Selamat pagi.." Sapa balik Rena dan Adel.

__ADS_1


"Pagi.. Alf.. Pagi Elf.." Rena menciumi kedua anak kembarnya.


"Selamat pagi Mama.." Hery menirukan suara anak kecil.


"Selamat pagi Aunty.." Adel langsung menggendong Alf.


"Selamat pagi Alf.. Selamat agi Elf.. Waahhh kalian makin imut kalau baru bangun tidur ya..?!" Adel baru pertama kali ini melihat kedua bayi kembar itu bangun pagi.


"Imutan aku baru tidur.." Cicit seseorang lagi.


"Hmmmm sayang.." Bisma memeluk Adel dari belakang, lalu mengecup pipi Adel.


"Selamat pagi sayang.. Dan selamat agi semuanya.. Dan hai baby twins.. This yours Uncle.. So verry handsome.." bangga Bisma.


"Eeeemmmm... Handsome lah tu..." Cibir Hery.


"Eehh aku memang tampan ya..!" Hardik Bisma.


Tawa dan canda di rumah ini mungkin bisa terdengar hingga negara tetangga. Semua rasa khawatir, penat, takut, hilang sudah dengan canda tawa dan gurau.


Debora membuka matanya. Matanya ini di suguhi tubuh kekar, kulit putih, wajah tampan, dan rambut hitam.


"Hah..?" Debora bangun dari rebahannya.


"Ini di rumah Dion..?" Debora baru menyadarinya.

__ADS_1


"Aataga.. Iya aku bermalam di sini.. Apa Rena tahu.. Astaga dia pasti khawatir.." Pekik Debora. Ia segera mencari benda pipihnya.


Debora turun dari tempat tidur dan mencari di meja yang berada tak jauh dari tempat tidur.


Di meja itu ada tas Debora. Ia merogoh tas itu mencari ponselnya lagi, tapi sayangnya ia tidak menemukannya lagi.


"Cari apa sayang..?" Tangan lembut memeluk Debora dari belakang. Tangan itu juga berlabuh di perut buncit Debora.


"Ponselku.. Gak ada.." Adu Debora. "Aku mau hubungi Rena.. Dia pasti khawatir.." Tambahnya lagi.


"Kamu pikir.. Kalau kamu sama aku mereka akan khawatir gitu..?" Dion mengecup punggung Debora.


"Ck.. Dion.." Debora merasa geli.


"Tunggu..!" Debora meraba pinggang Dion hingga bawah bawahnya.


"Di.. Dion..!" Debora mulai panik.


"Apa sayang..?" Dion enteng saja.


"Di.. On. Kenapa kamu..? Kamu gak..? Gak pakai.. Aaahh" pekik Debora ketika tangan nakal Dion membawa tangan Debora ke area terlarang Dion.


"Bukannya... Semalam.. Kita.." Dion mencoba mengingatkan Debora.


Dion mencolek dada Debora. Barulah Debora menoleh ke dadanya yang di colek Dion.

__ADS_1


"Aaaaaaaa..!!"


__ADS_2