AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 257


__ADS_3

Adel memutar otaknya. Semalam Bisma memang berbeda, dia bersikeras memeluknya sambil tidur. Apa itu adalah salah satu tandanya.


"Akan aku coba.."


Adel keluar dari tempat praktek Dona dan melihat Bisma sedang bersama Albert dan Stuart berbincang bincang.


"Bisma..?" Panggil Adel.


"Hmmm. Sudah..?" Bisma menoleh ke belakang. Adel sedang berjalan ke arahnya.


"Iya udah.." Adel berdiri di samping Bisma. Ia hanya melempar senyum pada kedua kakak beradik itu.


"Semoga pengobatan kamu lancar ya Bisma.. Gak kayak Albert yang sampai sekarang masih merepotkan.." Stuart buka suara.


"Iya.. Semoga aja.. Ini cuma trauma.. Aku bisa obatinya.. Lagi pula, orang orang di sekeliling aku dukung dan mereka selalu ada untuk aku.. Jadi aku harus berjuang lawan rasa takut aku itu dan bongkar semuanya.." Bisma menatap matahari senja ini.


"Cantik ya mataharinya.." Bisma baru sadar.


Adel memiringkan tubuhnya agar melihat matahari yang di katakan Bisma. Tubuh Bisma menghalangi pandangan Adel.


"Hhm..?" Adel bergumam.


"Padahal ini baru jam 5 ya.." Stuart melihat jam tangannya.


"Cantik.." Seru Adel.

__ADS_1


"Aahh.. Adel.. Kita jalan jalan yukk mumpung masih ada waktu.. Tapi kemana ya..?" Bisma berpikir.


"Kamu suka mataharinya kan..? Gak jauh dari sini ada taman tapi letaknya agak di atas bukit gitu.. Pemandangan kota bisa keliatan dari sana. Apalagi mataharinya.. Jarak tempuhnya sekita 30 menit dari sini.." Bisma langsung antusias.


"Ayoookk cepaaattttt.." Bisma menarik tangan Adel.


"Eehh eehh.." Adel yang di seret hanya bisa mengikuti.


"Cepat.. Nanti keburu hilang mataharinya.." Bisma membuka kan pintu untuk Adel agar Adel segera masuk dan setelah Adel masuk, Bisma mengitari mobilnya dan membuka pintunya.


"Oohh kami duluan ya..!" Pamitnya pada Stuart dan Albert.


"Eh mereka itu ngapain di sini..?" Adel melirik Stuart sekilas.


"Mereka juga mau daftar pengobatan.. Siapa tahu Albert juga berubah.." Bisma menjalankan mobilnya menuju tempat yang di maksud Adel tadi.


"Gak apa apa.. Kamu berhasil tadi.. Bagus.. Dan Adelmu gak akan bisa lolos dari kamu setelah ini." Albert yakin pada Stuart.


Dan itu seperti semangat baru untuk Stuart. "Yups.. Kita tunggu tanggal mainnya.." Stuart masuk ke dalam mobilnya dan di susul Albert.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Adel dan Bisma menghabiskan waktu sore hingga senja mereka di taman yang di maksud Adel tadi, dan benar saja tempat itu memukai Bisma. Bisma merasa tenang di sana.


Perlahan matahari mengilang di cakrawala dan lampu lampu gedung bertingkat menyala satu persatu.


"Aku suka tempat ini.." Gumam Bisma sambil memakan keripiknya.


"Ya kan.. Kalau matahari paginya di sana.." Adel menunjuk arah timur dan berlawanan arah yang sedang mereka pandangi ini.


"Ooohh jadi matahari pagi juga bisa di lihat dari sini.. Mantap.." Puji Bisma.


"Ya donk.." Adel juga senang di tempat ini.


"Del.. Jangan sering sering ya ketemu Stuart dan Albert.." Tiba tiba Bisma membahas masalah baru.


"Hah..? Bukannya kamu yang sering ketemu sama Albert.. Kok malah aku.." Sinis Adel.


"Hehehehe.. Iya.. Tapi ini permintaan baru aku.. Aku gak suka liat tatapan Stuart ke kamu.. Dia begitu aneh.. Apalagi dia pernah.." Adel berkedip beberapa kali.


"Oo'hooo yang itu.. Eeemmm iya.." Adel baru ingat kejadian saat Stuart mencuri ciuman Adel tiba tiba.


"Ya.. Aku.. Aku gak suka.. Gak suka, dia keterlaluan.. Jangan lagi.." Tiba tiba Bisma menjadi seorang yang posesif.

__ADS_1


"Bisma..?" Adel pun ragu ini adalah Bisma.


Bisma..


__ADS_2