AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 218


__ADS_3

Flashback on..


Debora dan rombongannya terjebak beberapa hari di Jerman karna badai yang menerjang negera itu.


Sinya pun kandas, tidak dapat berkomunikasi dengan luar negara seperti biasanya.


Hati Debora berkecamuk, tidak bisa menghubungi Roy di sana, tidak dapat pulang ke tanah air dengan tenang. Semua itu menjadi buah pikiran Debora. Sempat menyesali tindakannya ini. Tapi mungkin ini ujian untuk cintanya dan cinta maka Debora bisa menahan dirinya.


"Eehh sudah ada sinyal.." Adel orang yang pertama kali menyadari adanya Sinya.


"Iyakah..?" Debora langsung mencari ponselnya di kamar.


"Yahh ada sinyal.." Debora sngat senang. "Aku akan hubungi Roy." Debora mencari nomer Roy.


Saat akan mencari itu, tiba tiba pesan singkat masuk ponsel Debora. "Ini dari siapa..?" Debora mencari tahu itu nomer siapa.


Pesan itu hanya berisi video singkat. Debora membuka video itu. Betapa terkejutnya ia, itu adalah video panas Rpy dan Nur.


"Siapa yang rekam, ini kayaknya di ruang kerja Roy.." Debora hafal tempat itu dan sofa yang Roy dan Nur gunakan tempat bertumpu satu sama lain.


"Ini.." hati Debora rasanya di sayat sayat.


"Siapa yang rekam..?" Debora penasaran dan menghubungi nomer itu.

__ADS_1


"Halo.. Ini..?"


"Halo Debora.." Debora tahu suara itu bukanlah orang lain.


"Eyang...?" Debora menutup mulutnya sendiri.


"Eyang.. Bilang sama aku.. Video ini editan kan..?!" Debora sudah berkaca kaca.


"Kamu pikir seorang nenek tua umur 65 tahun bisa edit edit video. Kamu kira Eyang ini Author.. Eehh bukan.. Editor.." Eyang bercicit mengejek perkiraan Debora.


"Tapi Eyang itu di ruang kerja. Yang aku dengar kemarin itu di kamar mereka.." Debora kira itu yang pertama kalinya Roy dan Nur bermain.


"Kamu kira mereka gak mau ulang lagi gitu.. Apalagi kan Nur itu sangat menggoda.. Tentu Roy tertariklah..." Sahut Eyang lagi.


"Kamu pikir.. Yang di ucapkan itu sesuai dengan kenyataan..? Sekarang itu mana ada yang bisa kamu percaya sepenuhnya.. Roy itu suka juga kok sama Nur.. Gak percaya, Coba kamu keraskan volume ponsel dan dengar baik baik, Roy puji puji Nur kok.." Saran Eyang.


"Eyang dapat video ini dari mana..?" Debora masih tak percaya.


"Ini bukan ponsel Eyang.. Ini ponsel Bi Asih.." Bi Asih adalah bibi yang menemani Eyang ke mana pun ia pergi.


"Eyang pinjam ponselnya dan rekam ini semua. Kalau kamu gak percaya.. Nanti Eyang rekam lagi.. Mau...?" Tawar Eyang.


"Oke.. Aku mau liat, dan aku yakin Roy itu di jebak lagi sama Nur supaya mau begitu sama dia.." Debora menutup telponnya dengan kasar.

__ADS_1


"Gak, Roy gak akan gitu Debora.. Kamu tenang." Debora menenangkan dirinya sendiri.


Ia menunggu hari berikutnya. Dan ternyata, Roy dan Nur melalukannya lagi bahkan lebih panas lagi karna Nur menirukan gerakan gerakan dari salah satu aplikasi dan juga musik yang mengiringi.


Hati Debora bukan lagi tersayat melainkan pecah menjadi dua. Ingin rasanya Debora meraung sekeras kerasnya. Tapi saat itu datanglah Rena. Ia menemani Debora. Debora menceritakan semuanya lada Rena.


Rena sangat marah dan mengajak Debora untuk mencari tahu lebih dalam. Saat ke Mall, Debora dan Rena membawa Hery untuk mencari kamera pengawas yang cocok dan mudah di gunakan dan mendapatkan hasil yang maksimal.


"Yang ini bagus, suaranya jernih, gmbarnya juga bagus, jelas.." Nilai Hery.


"Oke kami ambil 5.." Jawab Rena bersemangat.


"Kalian yakin..?" Hery sebenarnya ragu dengan hal ini tapi demi Rena apa yang tidak akan di lakukannya.


Rena dan Debora menyiapkan semua saat masih di Jerman, semuanya harus rapi. Rena dan Debora menyembunyikannya di vas bunga kaca, kamera kecil itu tersembunyi dengan indah.


Saat tiba di tanah air, Debora meminta Bibi yang membersihkan kamar Nur dan Rpy untuk meletakan vas bunga itu di kamar Nur.


Dan setelah itu, semua kejadian di kamar Nur bisa dengan mudah Debora lihat dan tonton.


Wanita misterius yang menontom video panas dengan senyuman jahat itu adalah Debora.


"Indah ya.. Enak ya.. Asik ya goyangannya... Nanti kalian.. Tunggu rencana aku ini juga berhasil.. Aku gak akan repotkan kalian lagi.." Gumamnyas saat itu. Debora sendiri di kamarnya dan menonton aksi panas Roy di kamar Nur.

__ADS_1


Flashback Off..


__ADS_2