AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 45


__ADS_3

Roy hanya menggelengkan kepalanya. "Ayolah Roy.. Aku jamin kamu pasti menyukainya." Debora menarik paksa Roy dan Roy hanya mengikuti apa yang Debora lakukan.


"Tara..." Debora membuka pintu kamarnya dengan dirinya yang gembira.


"Ada apa ini..? Renopasikah?" Tanya Roy tak mau tahu arit semua ini. Tak penting menurutnya.


"Roy baca dulu itu yang ada di sana.." Debora menunjuk tulisan diatas headboardnya tepat di dinding.


Tulisan tulisan yang terbentuk dari balon balon yang bertuliskan ''I Love You Daddy"


Roy hanya menyerngit tak paham artinya. "Daddy yang mana kamu maksud?" Tanya Roy sambil melepaskan jasnya dan meletakannya di keranjang kotor dan berlanjut kemejanya juga ia lepaskan dan memasukkannya juga sehingga kini Roy hanya bertelanjang dada.


"Sayang.. Itu untukmu.." Debora mengelus elus perut ratanya seolah memberitahu dirinya yang tengah mengandung.


"Kamu lapar? Makan sana.. Aku mau mandi dulu.. Lengket lengket ni badanku." Roy malah berlalu dan meninggalkan Debora yang mematung dengan sikap dingin Roy.


"Tak apa Debora mungkin setelah Roy mandi, dia akan lebih tenang dan segar berpikir dan pasti paham apa yang ingin kamu sampaikan." Debora menghibur dirinya sendiri.


30 menit berlalu Roy kini keluar dengan handuk di pinggangnya dan tangannya mengeringkan rambutnya. Dengan segera Debora berdiri dan menghampiri Roy yany hendak megambil baju. Sebenarnya Roy sudah selesai sejak tadi tapi karna ia keasikan chat bersama istri mudanya maka ia melupakan kalau ia masih berada di dalam kamar mandi.


Debora meraih tangan Roy dan meletakannya di perutnya. Roy terkejut bahkan sangat terkejut. " Ada apa? Apa perutmu sakit?" Tanya Roy melihat tingkah tingkah aneh Debora.


"Roy berhentilah untuk pura pura tak peka... Aku hamil Roy.." Ucap Debora sambil terus tersenyum.


"Hah?" Roy tak percaya apa yang ia dengar ini. Debora hamil?.


"Iya Roy... Aku hamil sekarang.. Ini akan menjadi anak kesayangan kamu Roy.."Ucap Debora mengelus elus perutnya.


"Roy dia mau kamu yang elus dia.." Debora mengambil lagi tangan Roy dan meletakkannya di perutnya.


"Isshh.. Apaan sih.. Mana ada kamu segala hamil, mimpi kamu tuu.." Ucap Roy menarik tangannya lagi dan mencari baju dan celananya.


Debora menatap tak percaya Roy memperlakukan dirinya yang tengah mengandung itu seperti ini.

__ADS_1


Setelah mengenakan pakaiannya Roy memilih untuk keluar dari kamarnya, Debora sangat Syok dengan apa yang Roy lakukan padanya.


"Apa Roy benar benar tak ingin memiliki anak denganku?" Debora merasa sakit sakali hatinya.


Debora memilih untuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang terasa panas menahan amarahnya sejak tadi.


Debora mencuci wajahnya dan memandang dirinya di pantulan cermin. Dirinya benar benar terlihat kacau matanya memerah menahan tangis, sementara ia juga memikirkan bagaimana anaknya nanti, apakah Roy mau menerimanya? Semua pemikiran itu berputar putar di kepalanya.


Tiba tiba terdengar bunyi notifikasi ponsel di dalam kamar mandi itu. Debora menoleh kesana kemari mencari keberadaan ponsel yang baru saja ia dengar.


Setelah mencari cari akhirnya Debora melihat ponsel Roy yang rupanya tertinggal di dalam kamar mandi tersebut.


"Tumben Roy bawa ponselnya ke kamar mandi, padahal dulu Roy selalu larang larang aku." Debora mengambil ponse tersebut dan layar ponsel itu langsung menyala lagi, dan terlihat di layar ponsel tersebut pesan dengan nama kontak Sayang.


" Eehh siapa ini? Apa ini nomerku.. Tapi aku gak ada kirim pesan sama Roy tadi, kecuali pas tanya kapan pulang. Terus ini sayang yang mana..?" Debora sangat bingung dengan nama di pesan itu.


Debora mencoba membuka sandi ponsel Roy tapi tak bisa karna Roy sudah menggantinya. Kemudian Debora mengingat kalau ia menyimpan sidik jarinya di ponsel Roy.


Ting..


Layarnya terbuka dan memperlihatkan layar utama Roy. Dulu saat masih cinta cintanya dengan Debora foto profil layar utama Roy adalah dirinya dan Debora tapi kini hanya Foto Roy seorang.


Debora kemudian mencari nama kontaknya di ponsel Roy karna sepengetahuan Debora nama kontaknya di ponsel Roy adalah Istriku, tapi mungkin saja itu adalah nama kontak Debora sudah di ganti Roy dengan nama sayang.


***


Roy kini berada di dapur dan rasanya kini ia sangat kepingin minum yang dingin dingin dan manis. Roy mencarinya di dalam kulkas. Mungin ini adalah bawaan hamil Rena yang malah jatuh pada Roy.


"Mungkin aku tanya Rena dulu.. Apa boleh aku minum yang dingin dingin..." Roy kemudian mencari ponsel di dalam sakunya karna perasaannya ponselnya selalu di sana. Roy mendapati ponselnya tidak ada di sakunya.


Roy mengingat ingat, "Oohh ya.. Kamar mandi.." Gumam Roy dan Roy naik lagi ke lantai kamarnya melalu anak tangga.


Sedangkan itu Debora kini telah membuka whatsapp Roy dan mendapati nama kontaknya tetaplah istriku, lalu siapa kontak dengan panggilan sayang itu? Debora semakin gencar dan membuka percakapan Roy dan sayangnya itu.

__ADS_1


CEKLEK..


Roy membuka pintu dan melihat Debora tak ada di dalam kamarnya, hati Roy langsung di landa kepanikkan.


" Jangan jangan.." Roy berlari masuk ke dalam kamar mandi dan melihat Debora sedang memegang ponselnya. Roy langsung saja merebut ponselnya sebelum Debora melihat keberadaannya.


"Roy.." Debora terkejut.


"Mau ngapain kamu? Kamu juga ada ponsel kok buka buka ponsel aku. Udah rusak ponselmu." Roy langsung berlalu dan meninggalkan Debora sendiri di dalam kamar mandi.


Debora menyusul Roy dan tetap memajangkan senyumnya. "Haaaa.. Debora ada apa..?" Tanya Roy ketika Debora datang lagi dan berdiri di depannya dengan aneh.


"Roy... Aku hamil anakmu looo... Masa kamu tidak bahagia dengan hamilnya aku.." Ucap Debora kesal dengan ketidak pekaan Roy.


"Debora Debora.. Sudah jangan halu.. Satu bulan ini kamu kan sibuk mana sempat segala punya anak, tidur sama aku aja gak ada." Roy mengeleng gelengkan kepalanya.


"Astaga Roy kamu lupakah? Sebelum kita kerumah Eyang kemarin dan kita melakukannya dengan panas di ranjang ini. Apa kamu lupa, aku yakin itu yang membuatku hamil." Debora dengan wajah berbinarnya.


"Ck.. Debora itu tidak mungkin kamu baru berhenti dengan kontrasepsimu dan malam itu juga aku tidak memasukkannya di dalam, aku mengeluarkannya di luar." Roy lanjut memainkan Game di ponselnya.


"Roy... Kalau Tuhan sudah berkehendak kenapa tidak... Terima saja Roy.." Ucap Debora sangat memaksakan Roy untuk senang dengan kehamilannya.


"Debora... Aku mengatakan yang sebenarnya. Apa jangan jangan itu bukan anakku lagi..?" Roy seolah menyinggung Debora dan singgungan itu benar benar jitu dan tepat sasaran.


"Roy.. Kamu tidak percaya padaku..? Aku ini istrimu Roy siapa yang mau menghamili aku, gak ada yang berani Roy..." Ucap Debora dengan keringat dingin yang mulai bermunculan.


"Debora aku sangatlah yakin itu bukan anakku, atau seperti kataku tadi kamu hanya halu, atau kemungkinan lainnya kamu hamil anak pria lain." Roy memilih keluar dari kamar itu dan menuju ruang kerjanya.


Debora..


Haahh.. Semoga readers suka ya alur ceritanya. Maaf kalau author belum bikin Debora sama Roynya pisah, karnakan ada Eyangnya yang berabe nanti, sabar ya..


Koment donk kalau ada saran dan kritikan silahkan..

__ADS_1


__ADS_2