AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 155


__ADS_3

"Aku akan puaskan kamu.." Bisik Rena lagi di telinga Hery.


"Sayang..." Hery mengunci pintunya otomatis agar tak ada yang tahu apa yang mereka lakukan di dalam sana.


Gairah sedang meluap luapnya di ab4tara keduanya. Bukan hanya Rena dan Hery. Roy dab Debora juga sama, cinta keduanya semakin di pupuk dengan rasa yang mengalir antara mareka.


"Aku mencintai kamu Roy" ucap Debora tetelah pelepasan mereka bersama.


"Ini sangat nikmat sayang.. Aku mau tiap hari ya.." Roy menciumi wajah Debora.


***


Panas juga mendera di ruangan Hery. Percintaan panas terjadi, sekian lama tak Hery tak berolah raga bersama seperti ini. Hingga ia meminta berkali kali pada Rena.


"Sayang...." menekan pinggang Hery dengan kakinya.


"Ya sayang ya.. Aku di sini.. Aahh.." Hery memejamkan matanya.


"Haahh. Haaahh.. Haahh.." Rena mengatur nafasnya.


"Aku mau makan siang ini seperti ini tiap hari sayang.. Datanglah tiap hari ke sini..." Hery membawa Rena dalam peluknya.


"Eeemm ya.. Aku tadi hanya sedang ingin makanya aku nekad ke sini.." Rena malu malu mengakuinya pada Hery.


"Oowwww.. Sayangku.. Masa minta sama suami aja malu..?" Hery menggoda Rena.


"Eeemm" Rena mencubit dada Hery.


"Aku menyukainya.. Aku suka kamu yang tadi Ssss.." Rena langsung meletakan satu jarinya di bibir Hery.


"Jangan di bahas..." Rena masih malu.


"Oowwww... Istriku ini.. Oh ya sayang.. Aku tadi masukan di dalam looo.." Hery baru ingat.


"Ya gak apa apa.." Jawab Rena biasa saja.


"Jadi gak apa apa ya..?" Hery menggoda lagi.


"Ya Gak apa apalah.. Kan kamu yang bikin.." Hery tersentak mendengar ucapan Rena barusan.


"Aaahh.. Iya kan aku yang bikin.." Hery seperti orang malu tiba tiba.


Tapi Rena tak melihat ekspresi suaminya ini karna sibuk mengenakan pakaiannya.


"Aku sayang kamu..." Hery menghujani Rena dengan ciuman dengan tiba tiba.


"Hery aku masih mau pakai dalaman.." Rena terkejut dengan aksi Hery ini.

__ADS_1


"Tapi aku sayang benget kamu.. Aku sayang kamu...!!" Hery semakin gemas.


"Hahahaa.. Hery aku geli.." Tawa Rena dari aksi yang di lakukan Hery.


"Aku sayang kamu sayang.. Aku sayang kamu.." ulang Hery dan akhirnya ia terdiam di pangkuan Rena.


"Aku sayang kamu.." Hery terus bergumam.


"Aku juga sayang kamu.." Rena mengelus kepala Hery. Hery memejamkan matanya saat di pangkuan Rena, jika di rumah belum tentu ia bisa berbaring di pangkuan Rena. Pasti ia di kalahkan oleh kedua jagoannya.


Bayangan kelam masuk dalam ingatan Hery. Seorang pria masuk ke dalam kamar seorang wanita, tiba tiba wanita itu langsung menahannya. Dan beberapa detuk kemudian terjadilah percintaan panas.


Hery segera membuka matanya dan bangkit dari pangkuan Rena.


"Kenapa sayang..?" Rena sampai terkejut di buatnya.


"Aku mau cium kamu lagi sayang." Bohongnya.


Hery menghujani Rena lagi dengn ciumannya. Berkali kali juga ia mengatakan cintanya pada Rena.


***


Roy dan Debora pulang dalam perjalanan sangatlah menyenangkan apalagi setelah mereka tahu cerita daru Hery kalau ia mengusir Nur.


"Paati nanti Nur ngadu sama Eyang terus aku yang salah.." Ucap Debora sudah yakin dengan rencana Nur.


"Kan kamu tingga bilang.. Aku siang yang dapat jatah temani Roy.. Kenapa Nur harus ikut ikutan di jatah aku, kalau aku yang iut jatahanya Nur boleh kah..?" Roy menirukan bagaimana Debora biasanya bermulut.


"Debora coba kamu kayak dulu sayang.. Kamu harus berani hadapi Nur itu, aku juga cinta kamu, aku akan selalu bela kamu apapun yang terjadi.." Roy mengenggam tangan Debora.


"Aku tahu Roy. Tapi entah kenapa susah sekarang gitu.. Aku kok gak bisa pikir kayak dulu lagi. Kayak rencana rencana gitu.." Debora mengelengkan kepalanya.


"Ya karna kamu berusaha keras kemarin hilangkan Debora jahat..." Ledek Roy lagi


"Isss Roy kok kamu jail banget sih sore ini.." Mencubit pipi suaminya yang mengemaskan ini.


***


Roy dan Debora sampai di rumah tepat waktu seperti biasanya. Mereka naik bersama ke kamar mereka, Eyang dan Nur tak ada suaranya meski melihat keduanya.


Begitu pula saat makan malam. Tak ada yang protes seperti biasanya atau ledekkan ledekkan pada Debora pun tak ada.


Hanya Roy dan Debora yang saling berbicara walau hanya meminta lauk atau sayur di meja makan. Nur sama sekali tak ingin membantu Roy seperti biasanya.


Begitu tiba malam harinya. Mau tak mau Roy dan Debora berpisah. Roy masuk kamar Nur dan rupanya Nur sudah di temat tidur. Menutupi tubuhnya dengan selimut. Entah sudah tidur apa belum.


Roy fokus saja naik ke tempat tidur juga dan memejamkan matanya. Saat kantuk sudah menyerang, mata sudah berat untuk terbuka. Tiba tiba ada yang naik ke atas tubuhnya.

__ADS_1


"Nur..?" Roy sangat terkejut.


"Malam ini kamu milik aku Roy.."


Nur sudah tak mengenakan apa pun di tubuhnya. Tak ingin tergoda dan memang tak tergoda Roy mengangkat tubuh Nur dan membaringkannya di sampingnya.


"Aku ngantuk Nur.." mata sayu Roy dan matanya benar benar mengantuk.


"Tapi kapan kita malam pertama..?" Rengek Nur lagi melihat Roy yang berbaring lagi.


Roy memejamkan matanya tapi mulutnya berucap.


"Tunggu aku mau ya.." Ucapnnya, nada orang yang sangat mengantuk sangat terdengar.


"Isss Roy..?!" marah Nur.


"Apa kamu gak mau gitu Roy.. Aku sangat seksi looo.. Aku juga belum pernah melakukan dengan siapa pun. Aku...." ucapan Nur terhenti saat mendengar nafas halus Roy yang menandakan ia sudah tertidur.


"Ya ampun aku masih bicara dia sudah tidur..?" Nur yang kesal pun memilih untuk tidur juga.


Dua malam ini ia gagal untuk melakukan malam yang panas bersama Roy. Entah apa yang ia pikirkan hingga sangat nekad seperti ini. Bagus jika ia masih mulus dan tak pernah di jamah siapa pun tapi apa harus ia rela relaan memberikan Roy begitu saja. Sedangkan Roy tak memiliki rasa apa apa padanya.


Waktu berlalu. Seminggu dua minggu, tiga minggu... Sudah Roy lewati bersama kedua istrinya. Sampai sekarang pun Nur belum mendapat jatah bersama Roy untuk melakukan malam panas. Sejak Roy meninggalkannya tidur, Nur tak pernah melakukan itu lagi.


Sedangkan jika bersama Debora apa pun akan di berikan Roy untuknya. Bahkan anak sekali pun. Sekarang Debora di nyatakan sedang mengandung. Tapi tentu ia di bawah pengawasan Dokternya. Roy sangat senang akan hal itu, ia juga menambahkan asisten untuk Debora di rumah. Takut jika Eyang atau Nur menganggu Debora yang tengah mengandung.


Jika Roy sangat bahagia, berbeda dengan Hery yang sekarang gugup menunggu hasil Tes DNA Baby Alf dan Baby Elf. Rupanya Rena juga meminta DNA Roy ada Debora Untuk di cocokkan. Meski hanya kuku dan Rambut Roy, Rena hanya berani meminta pada Debora. Debora yang mengerti apa yang Rena rasakan pun memberikan apa yang di minta Rena padanya. Rena meminta Debora Untuk tidak mengatakan masalah ini pada Roy takut ia akan tersinggung.


Inilah yang ditunggu tunggu Rena. Hasil DNA ananknya.


"Hery.. Entah kenapa aku gugup.." Ungkap Rena yang justru mengagetkan Hery.


"Hah..? Ya aku juga gugup.." Balas Hery.


"Kok kamu yang gugup..?" Rena balik bertanya dengan wajah polosnya.


"Ya kan.. Mereka anak aku sayang.." Jawab Hery asal terdengar baik saja.


"Iissshh kamu ini.."


Tak lama setelah pembicaraan mereka masalah gugup atau tidaknya, seorang perawat keluar dan meminta Hery dan Rena masuk ruangan dokter dan hasilnya akan di ketahui di dalam sana.


Dokter sedang memeriksa hasil pencocokan DNA kedua anaknya, Roy, dan Rena sendiri.


"Ini hasil.. Kedua bayi kembar ini.. Tidak cocok dengan DNA yang bernama Roy.." Rena menganggukan kepalanya senang.


"Tapi...."

__ADS_1


"Tapi apa dok..?" Rena sudah tak sabar.


Off dulu ya.. Hihihi... Sabar. Guys sabar.. Semua akan berjalan lancar...


__ADS_2