
***
.
.
.
.
Adel sedang mengepel ruangan tengahnya dan Bisma duduk di lantai yang masih kering seperti orang bodoh.
"Bisma kalau kamu gak ada kerjaan, lebih baik kamu masuk kamar bobo.." Saran Adel sambil terus menggosok lantai dengan alat pel.
"Aku mau liatin kamu aja.." Bisma tersenyum nakal.
"Ahah..?" Adel mendelik.
"Hehehehehee.." Bisma sangat aneh belakangan ini.
"Bisma aku rasa kamu betul betul gak beres..." Adel menggelengkan kepalanya.
"Bisma bangun..!" Titah Adel. Ia sudah tiba di depan Bisma dan ingin mengepel lantai yang di dudukki Bisma.
"Bangun ke mana
itu semuanya sudah basah.. Basah.. Basah..Basah.." Bisma malah mengeliat aneh sambil sedikit bernyanyi.
"Tuhan.. Bisma sadar..!" Adel tak sanggup melihat Bisma seperti ini.
"Apa..?" Bisma merasa tak bersalah.
"Ck.." Adel benar benar di titik ia gemas pada Bisma.
"Kamu tahu gak..?" Adel berjongkok di depan Bisma
__ADS_1
"Apa..?" Bisma bertopang dagu.
"Aku mau cabik cabik kamu biar kamu kayak adonan bakso danging.." Bisma malah terkekeh.
"Ya cabiklah.. Aku siap kok.." Tantang Bisma.
"Issshhhh.." Adel berbalik dan ia lupa kalau semua lantai basah dan belum kering sepenuhnya.
"Aaaaaahh.." Adel terpeleset.
"Adel.." Bisma langsung menyelamatkan Adel hingga tak sepenuhnya tubuh Adel menyentuh lantai.
"Adel.. Bisa gak sih hati hati.." Bisma menarik Adel ke lantai yang kering tadi.
"Aku.. Aku lupa Bisma.." cicitnya.
"Ck.. Buat panik aja.." Bisma memutar bola matanya malas.
"Iya ya maaf.." Adel sangat imut dan membuat Bisma tak bisa terus kesal dengan kelakuannya.
"Oke.." Adel setuju saja dengan yang Bisma katakan.
Satu dua menit, sampai lima menit menunggu keringnya lantai, Bisma mulai kelelahan.
"Del.. Kamu berat juga ya.." Adel mendelik cepat.
"Siapa suruh tadi kasih duduk aku di paha kamu..?" Adel tetap duduk di paha Bisma dengan nyamannya. Itu sudah biasa untuk keduanya. Adel tahu Bisma tak akan tergoda seperti laki laki lainnya jika seorang wanita duduk di pahanya.
"Ck.. Bangun Del.." Bisma makin tak kuasa.
"Iihhh gak mau.. Di sini lebih enak dari di sofa.." Adel tak peduli dengan Bisma yang merasa kesakitan.
"Ck.. Adel.." Bisma mendorong Adel hinnga terjerembab di tengah kaki Bisma bukan tepat di pahanya, karna Bisma duduk bersila membuat Adel langsung di tengah tengah sila kaki Bisma.
"Aaa.. Bisma.." Cicit Adel yang terkejut.
__ADS_1
Keduanya ribut sekali seperti anak kecil saja. Bisma menganggkat kaki Adel tinggi tinggi.
"Aaaaaa.." Teriak Adel.
"Kalian dua lagi apa di situ..?" Satu suara membuat keduanya terdiam seketika dengan posisi yang tak berubah. Kaki Adel masih di angkat tinggi Bisma dan Adel masih di tengah sila kaki Bisma.
Hery dan Rena ada di hadapan keduanya yang terduduk di lantai.
"Hely..?" Bisma sadar dan menurunkan kaki Adel tiba tiba.
"Aaawww.. Bisma.!" pekik Adel merasa kakinya sakit.
"Maaf.." Bisma langsung mengelus elus kaki Adel yang terasa sakit.
Rena tak kuasa menahan rasa geli hatinya melihat keduanya. Hery juga senyum senyum melihat tingkah kakakknya itu.
.
.
.
.
Debora dan Wigara masih di mall dan mencari lebih banyak lagi barang barang, karna permintaan Wigara lagi mereka terus mencari.
"Makasih ya.. Banyak banget ini.." Debora melihat isi paperbagnya.
"Ya donk.. Aku juga senang bisa bantu kamu.." Wigara dan Debora sedang berjalan bersama di tengah mall besar ini.
"Kamu mau makan siang bareng..?" tawar Wigara lagi.
"Kamu sudah banyak beliin aku banyak barang.. Gak usah aja.." Tolak Debora.
Wigara...
__ADS_1