AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 182


__ADS_3

Roy menelan salivanya susah payah.


"Nur semalam sudah.." Roy memegangi tangan nakal Nur.


"Ayolah Roy.. Cuma 30 menit aja.. Masa kamu gak mau.. Cuma cuma looo aku kasih kamu.." Goda Nur lagi.


"Aku janji setelah kita lakukan aku akan segera pulang.. Aku juga akan diam. Apa kamu menolak ini..?" Nur memamerkan asetnya.


"Nur.. Jangan gini..!" Roy menarik tangannya yang di ajak bermain di aset Nur.


"Roy.. Kamu suka kan dengar desa**an aku.. Aku akan membuat suara yang lebih indah lagi untuk kamu.." terus melancarkan serangannya.


"Nur.." suara Roy melemah.


Nur mencuri ciuman Bibir Roy tiba tiba. Roy tak menolak dan malah terhanyut dalam tawaran Nur.


Godaan dari istri kedua memang sangatlah kuat. Roy tak bisa mengendalikan dirinya sekarang. Tawaran dan kenikmatan yang ia dapatkan dari Nur sangat menawan dan membuat candu tersendiri untuk Roy.


Roy membawa Nur ke dalam kamarnya dan Debora biasanya. Nur tak peduli kemana ia di bawa Roy tapi yang penting Roy sudah dalam kondisi tergoda dengan tubuhnya dan bahkan Roy sudah membuka kemejanya sendiri. Nur tinggal melanjutkan rencananya.


"Aaaahh Nur kamu..." Roy sangat suka.


Nur selalu ambil alih permainan. Dari awal ia yang naik terlebih dahulu. Roy tinggal terima dan pasrah.

__ADS_1


Permainan yang tak monoton membuat tak bosan, belum lagi keindahan dunia di Nur. Dia memiliki dunia harapan para laki laki, dari atas sampai bawah, dari depan ke belakang, samping kiri samping kanan, semua laki laki menginginkan dunia yang seperti ini di istri istrinya.


Lebih dari 30 menit permainan asik ini. Hanya suara gaduh dan panas yang melonjak akibat aksi dan reaksi mereka berdua di dalam kamar.


***


"Eeemm enak.." Debora menjadi juri masak Rena dan Adel.


Ketiga istri istri muda ini menghabiskan waktu bersama. Debora yang sedang hamil hanya menjadi penonton dan sekaligus jurinya sedangkan Rena dan Adel menjadi calon Chefnya. Sudah seperti kontes masak biasanya di televisi.


"Waaahh satu jam lagi para suami pulang.." Rena melihat jam tangannya.


"Eh iya ya.. Gak terasa ya..!?" Debora juga baru sadar sebentar lagi Roy pulang.


Kiiikkk.. Kiiikk..


Klakson mobil dari luar rumah.


"Eeehh kok sudah pulang..?" Rena melirik lagi jam di dinding.


"Harusnya satu jam lagi kan... Heemm Hery yang punya rencana ini.." Rena sangat yakin apalagi dengan watak suami penuh cintanya itu.


Hery dan yang lainnya masuk ke dalam rumah. Wajah Hery seperti tidak bersahabat saat masuk dapur mencari Rena.

__ADS_1


"Kenapa pulang lebih awal..?" Rena mencubit pipi suaminya.


"Karna aku rindu kamu.." Hery langsung memeluk Rena.


"Eeeemmm" Rena mengeram pada Hery.


Roy juga begitu ia sangat senang melihat Debora sangat bahagia bersama Rena dan yang lainnya.


"Apa menyenyangkan..? Seru..?" Roy mengusap puncak kepala Debora.


Hery meneliti Roy dan kedekatannya dengan Debora.


"Ya ini sangat seru.." Debora sangat besemangat.


"Baguslah.. Aku juga senang melihat istri tercinta ku ini senang.. Bahkan sampai lupa kasih kabar aku ya..?" Roy mencolek dagu Debora.


"Maaf aku lupa.." Debora menepuk keningnya.


Tadi pagi Roy meminta Debora untuk mengabarinya kalau hendak berangkat ke rumah Rena dan begitu pula kalau sudah tiba di rumah Rena pun harus memberi kabar pada Roy. Debora mengabar kalau ia akan berangkat tapi ia tidak mengabari Roy kalau ia sudah tiba di rumah Rena.


Hery menghubungi Rena dan Rena mengatakan kalau Debora sudah bersama mereka. Hery pun mengabari Roy kalau Debora aman bersama Rena dan Adel di rumahnya sedang memasak.


Hery menatap Roy sangat tajam seolah sangat marah pada Roy.

__ADS_1


Rena..


__ADS_2