AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 186


__ADS_3

Roy mengigit bibirnya sendiri.


"Hery dengar.. Eeemm jangan bilang siapa siapa.. Apalagi Debora.. Dia kan lagi hamil itu.. Aku takut.. Nanti.." Hery malah memicingkan matanya.


"Dengar Roy.. Aku juga sebenarnya gak mau ikut campur, aku juga gak peduli kamu sama Nur mau ngapain. Tapi aku minta tolong.. Jangan terlalu sering.. Nanti kamu kebiasaan. Dan Debora nanti gimana.. Gimana nanti kalau Nur hamil..? Apa Debora gak penasaran itu anak siapa..? Terus anak Debora gimana dan anak Nur gimana..?" Hery sudah memikirkan sangat jauh.


"Nur pakai obat Kontrasepsi kok. Dia juga belum mau hamil kok.." Roy mengangguk yakin.


"Kamu yakin, dia gak berencana untuk hamil. Siapa tahukan dia sengaja gak minum obatnya dan kalian dua buat.. Dan nanti.. Berisi.." Hery merentangkan tangannya.


"Gak Her.. Aku yakin kok.. Eeemm gak akan terjadi.. Cukup Debora dan anaknya." Hery memicingkan matanya.


"Jadi Debora untuk produksi anak dan Nur untuk main main panas panas..?" pernyataan yang membuat Roy gelabakkan.


"Haaiiss Apa Sih Her.. Mana ada begitu.. Aku gak gitu kok.." Roy segera bangkit dari duduknya.


"Kenapa kamu panik..? Takut..? Atau memang kayak gitu. Istri pertama yang sabar, jaga anak, urus suami dan menjadi dan dan istri hot hot.." Roy berdecak kesal karna tak dapat jawaban yang pas untuk pertanyaan yang meyudutkannya.


"Aaahhrrgggg.." Roy keluar dari ruangan Hery.


"Ck ck ck.." Hery menggelengkan kepalanya.


***


Yang lainnya melakukan pekerjaannya masing masing, menjadi ibu rumah tangga, pekerja kantoran, bisnis kecil kecilan. Tapi Adel hanya menjadi pengangguran.

__ADS_1


Hari ini ia benar benar bosan jadi ia memutuskan untuk jalan jalan. Melempar pandangannya ke kiri, ke kanan dan ke depan.


"Haaaahh.." Adel hanya bisa menghela nafasnya.


"Aku harus apa.. Aku bosan.." Keluhnya saat sedang di depan caffe. Meja meja yang di letakan di luar caffe menjadi pilihan tempat Adel bersantai.


Outfit yang di kenakan Adel sangat kekinian, ia bahkan tidak terlihat seperti seorang istri, tapi lebih tekesan lajang.


"Ehemm..." Adel mendengarkan saja ada yang berdehem tapi Adel merasa itu bukan padanya.


"Eeheeemm.." Deheman lagi.


Adel tetap di pikirannya dan mencari aktivitas yang bisa ia lakukan di waktu luangnya ini.


"Heii..!" Panggil seseorang dari belakang Adel.


"Eeehh..?" Adel mengenalinya.


Laki laki dengan mata Biru berdiri di belakangnya. Mata tajam itu seperti mencekiknya tapi mata Adel tidak bisa melepaskan pandangannya dari mata indah tapi tajam itu.


"Dari tadi aku panggil gak noleh noleh.." Geramnya.


"Aahh kamu ada panggil aku..?" Adel menunjuk batang hidungnya yang kecil.


"Ya.. Aku beberapa kali.. Ehem eheeem kamu gak noleh.." Adel berkedip berkali kali.

__ADS_1


"Ooohh jadi kamu yang berdehem tadi, aku kira bukan untuk aku.." Adel menggaruk tengkuknya.


"Tapi kan itu bukan nama aku.. Masa kamu panggil aku Ehem ehemm? Kan bukan nama aku.." Adel protes.


"Ya kan aku gak tahu nama kamu ya udah aku panggil eheemm eheemm aja.." Laki laki itu membuat Adel kesal.


"Nama aku Adel.." Ralat Adel dan sekaligus mengenalkan namanya.


"Adele..?"


"Adel aja.." Ralat Adel lagi.


"Oohhh.. Namaku juga kamu pasti gak tahu kan.." Laki laki itu melipat tangannya.


"Ooohhh nama kamu itu.. Eeemm apa tuh.. Eeemm ada yang warna kuning banana mata satu itu.." Laki laki itu menoleh cepat pada Adel.


"Maksud kamu Minions...?" Laki laki itu sampai menyipitkan matanya.


"Ya.. Kan mereka ada tiga.. Eeemm siapa ya namanya itu.. Oohhh Bob.. Kevi.. Ohh Kevin.. Dan satunya lagi.. Aduh keselo lidahku kalau sebutnya.." Adel menggaruk kepalanya.


"Susah apanya..?" Laki laki itu menatap tajam Adel.


"Eeeem pengucapannya.."


Laki laki itu memutar matanya kesal.

__ADS_1


"Aaahh. Itu namanya...


__ADS_2