AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 178


__ADS_3

Stuart mengangguk.


Satu jam..


Dua jam


Tiga jam..


Adel sudah mengantuk. Sekarang sudah malam untuk waktu Indonesia dan Adel masih terbiasa waktu di Indonesia.


"Kok kamu ngantuk jam segini...?" Stuart menyadarinya.


"Aku.. Aku dari Indonesia.. Aku terbiasa di sana.. Ini sekarang jam malam.." Adel mengucek matanya agar tetap bertahan.


"Tidur aja.. Aku bisa tunggu mereka.. Nanti aku kasih bangun kalau mereka sudah keluar..." Mendengar itu Adel tak menjawan tapi malah langsung menutup matanya dan tertidur menyandar di sofa.


"Ya ampun.." Stuart melirik Adel.


"Kasian dia.." Gumamnya.


"Kapan mereka ini selesai.. Kok gak selesai selesai dari tadi.. Sekuat itu kah seorang GAY..?" Stuart menyipitkan satu matanya lalu setelah itu ia menggeleng.


"Belikan aku air minum, oh ya.. Dua. Untuk wanita ini juga.." Stuart memberikan arahan pada anak buahnya yang menunggu di luar.


Penantian itu di tambah lagi satu jam. Stuart juga sampai menyandarkan kepalanya di sofa dan menatap langit langit penginapan.


"Eeeeemmm" Adel meleguh dari tidurnya dan langsung membuka matanya.


"Apa mereka belum keluar juga..?" suara khas bangun tidur Adel membuat Stuart membenarkan posisi pandangannya.


"Eeemm" Stuart mengangguk.


"Apa aku teriak aja ya panggil Bisma..?" Adel mulai pendek akal.


"Boleh juga itu.." Stuart pun setuju.


"Tapi aku bukan tipe cewe yang begitu.." Adel menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya udah aku aja yang teriak.." Stuart bangkit dan..


"ALBERTTTTTTTTTTTT..." Adel menganga tak percaya Stuart melakukannya.


"BISMMAAAAAAAAAAAA..." Tambahnnya lagi.


"Tuan.. Apa yang anda lakukan.. Bagaimana kalau para tamu kami marah dengan apa yang anda lakukan..?" Resepsionis itu tadi menegur Stuart.


"Aku bisa bayar kerugian kalian..." Stuart meletakan secarik Cek di meja resepsionis.


"Tapi.."


"ALBEEEERRTTTTTTT..." Teriak Stuart lagi.


"Eeemm tuan.." Adel menarik Stuart lagi.


"Apa..?" Stuart sudah tak sabar.


"Itu.." Adel menunjuk di belakang Stuart.


"Ck.. Kalian..!!!" Stuart mengepalkan tangannya.


"Stu..!" Albert membentengi Bisma karna ia tahu Bisma takut akan Stuart kakaknya.


"Sini kamu..!" Stuart menarik paksa Albert.


"Kamu gila haah.. Aku tunggu kamu berjam jam di kantor kamu gak datang datang juga. Aku susul ke sini juga gak keluar keluar.. Dan kamu..!" Stuart menunjuk Bisma.


"Istri kamu sampai ketiduran tungguin kamu.." Bisma melirik Adel yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Adel..?" Bisma terkejut melihat ada Adel di sini.


"Kamu di sini.. Mama..?"


"Mama gak tahu.. Tapi aku pergi tanpa bilang sama Mama, pasti dia lagi cariin aku.." Adel takut takut mengatakannya. Ia takut melihat tatapan adik Stuart yaitu Albert padanya. Sangat tajam seperti marah padanya.


"Albert.." Stuart menyadari tatapan Albert pada Adel.

__ADS_1


"Apa..?" Albert merasa tak bersalah.


"Ya udah ayo kita pulang Adel.." Bisma berjalan duluan dan meninggalkan Adel masih di depan Albert dan Stuart.


Adel menunduk sedikit seperti memberi hormat setelah itu berlari mengejar Bisma.


"Astaga matanya ngeri sekali.." Gumam Adel menjauh.


"Kamu..!" Stuart benar benar marah pada Albert.


"Apa salahku kak.. Aku ini gak normal.. Aku gak bisa kayak kakak.. Aku beda.." Albert menunjuk nunjuk dadanya.


Stuart tidak bisa menyalahkan Albert karna Albert juga tak menginginkan ini terjadi padanya. Ini sudah kehendak sang pencipta.


"Sudah kita juga pulang. Daddy pasti sudah tunggu.." Ajak Stuart.


***


Adel dan Bisma tiba di rumah. Marry sudah mondar mandir di teras rumah.


"Adel.. Bisma.. Dari mana aja nak..?" Marry sangat panik.


"Eemmm itu.." Bisma ragu menjawab.


"Mama tadi ada berkas yang ketinggalan. Bisma lupa bawa.. Jadi pas di cari berkasnya sama orang di kantor di sana itu.. Berkasnya gak ada padahal kan perlu banget.. Jadi Adel pergi deh antarin berkasnya.. Adel mau pamit sama Mama tapi Mama gak ada di rumah tadi.. Jad Adel langsung pergi gitu aja. Maaf ya Ma.." Adel beralasan sempurna.


"Heeemmm Bisma Bisma.. Coba yang teliti.. Kamu itu dari dulu ceroboh terus.. Untung dapat istri kayak Adel.." oceh Marry pada Bisma.


"Iya ma.. Bisma memang ceroboh.. Hehehehe.." Bisma menggaruk tengkuknya malu.


"Ya udah ayo masuk.. Mandi dulu baru kita makan ya.." Ajak Marry.


"Selamat kamu hari ini Bisma.." Bisik Adel pelan dan tak terdengar Marry.


"Ssttt... Diam.. Nanti aja.." Bisma tak ingin ketahuan.


Off dulu ya.. Asik jalan jalan ke Jerman kita ya..

__ADS_1


__ADS_2