
Debora baru selesai mengulek sambel ijonya. Debora mulai menyusunnya di dalam kotak bekal imut yang baru ia pesan pagi pagi tadi. Demi untuk Roy tercinta.
"Semoga Roy suka..." Gumam Debora sambil menutup rapat kotak bekal berwarna hijau toska itu.
"Eeehh kok jari aku rasanya pedas ya..?" Debora memegangi jari jempolnya.
"Kan tadi yang kena minyak yang ini.." Debora melihat tangan kirinya, tapi ya g pedas ini tangan kanannya.
"Kenapa Nya..?" Mila Datang lagi dan mengecek Nyonyanya.
"Bi.. Tanganku tadi kena minyak yang ini, tapi yang pedas yang ini.." Debora menunjukan kedua tangannya.
"Eeemm nyonya ada bikin apa lagi..?" Tanya Mila.
"Eeem aku cuma masak ayam Goreng, oh ya ada sambal juga.." Debora baru ingat.
"Nyonya itu pedas karna sambal itu Nyonya, makanya pedas. Pasti Nyonya tadi ada sentuh sedikit sambalnya." duga Bi Mila.
"Ini obatnya apa Mila..?" Debora makin risih dengan rasa terbakar itu.
"Olesi pake minyak goreng nyonya, kalau gak pake minyak goreng pake nyonya bisa pake minyak Zaitun.. Coba deh nanti rasa terbakarnya larut.." Saran Mila.
"Oohh ya Bi.." Debora mengambil minyak goreng dan mengoleskannya Pada jarinya.
"Ya ampun nyonya, itu banyak banget.." Ucap Bi Mila.
"Gak apa Bi.. Biar cepat sembuh..." Pikir Debora.
***
Hery dan Rena sudah sampai di bandara. Rena tak henti hentinya mengeleng kepalanya, selain masalah koper kini bertambah lagi, di belakang mereka kini ada sekitar 12 sampai 15 orang yang berjaga, dan kini baju Hery dan Rena benar benar tetutup, masker, topi, jaket, lengkap semuanya. Tapi karna juga mengerti apa yang Hery takutkan maka Rena menurut saja.
"Nanti kalau sudah di dalam pesawat baru kita bisa tenang." Hery menoleh pada Rena.
Hery juga kasian Rena yang harus ikut ikutan sepertinya padahal Hery merasa sangat panas, apalagi Rena, ia sedang hamil. Pasti tidak nyaman pakai pakaian yang membuat gerah saja.
"Iya sayang.." Rena bermanja di tangan Hery.
Cup.. "Ya sebentar lagi ya sayang... Sabar.. Oowww sayangku.." Hery mengelus perut Rena.
***
__ADS_1
"Tuan Roy ada Nyonya Debora datang membawa makan siang untuk anda katanya.." Pekerja Hery memberi kabar pada Roy di ruangannya.
"Eeemmm biarkan dia masuk.." Roy memperbaiki posisi duduknya.
"Roy..?" Debora masuk dan melihat Roy di kursi kebesarannya. Menurut Debora yang tidak tahu apa pun.
"Masuk.." Debora dengan semangat Debora masuk dan langsung memperlihatkan kotak bekal yang ia bawa.
"Roy aku bawakan makan siang, menunya eemm apa tuh.. Eemm Ayam goreng sambal ijau.." ucap Debora sampai salah salah mengatakan menunya.
"Ooohh apa Enak..?" Roy sepertinya tertarik dan membuat Debora langsung memamerkan masakannya.
"Cobalah.. Aku pakai bumbu marinasi di ayamnya terus ini sambalnya.. Sambal ijau.." Jelas Debora dengan senangnya.
"Ijo.." Ralat Roy yang benar.
"Eh iya ijo..." Debora membenarkan.
"Oke.. Karna aku lagi senang ya aku coba.." Roy mengingat perjuangan Debora memasak makan siang ini untuknya, ia juga ingin tahu rasa masakan pertama Debora dalam sejarah.
"Ya ya.. Aku siapkan ya.." Roy melihat tangan Debora yang seperti licin dan mengkilat.
"Ooohh ini tadi aku obati jari aku yang rasanya kebakar.. Kata Bi Mila kena cabe.. Jadi di kasih obat pake minyak goreng, aku lupa cuci tadi... Maaf ya.. Jadinya keliatan kotor." Baru kali ini Roy mendengar Debora minta maaf padanya.
"Haaahhh.. Ya.. Sudahlah... Aku makan dulu... Awas kalau gak enak." Ancam Roy.
Debora menganggukan kepalanya. Roy mencoba makanan yang Debora bawa untuknya.
Rasa bumbunya ada, tapi hanya rasa garam yang kurang, tapi bisa di tutupi dengan rasa sambal yang juga rupanya lumayan Enak. Roy menganggukan anggukan kepalanya.
"Roy apa enak..?" Debora sudah sangat penasaran jawaban Roy.
"Eeemmm rasanya..." jawaban Roy mengantung.
"Lumayanlah.." Debora terseyum lebar.
"Lumayan..?" Tanya ulang lagi.
"Iya lumayan... Tapi ayamnya sedikit kurang garam." Roy jujur dengan yang ia rasakan.
"Oke lain kali gak akan kurang garam lagi Roy.. Aku janji... Besok aku antar makan siang lagi ya... Eeemm untuk permintaan maaf karna kurang garamnya ini..." Debora mengeluarkan kotak bekal lainnya.
__ADS_1
"Apa lagi itu?" Roy tidak tahu kali ini apa yang Debora bawa karna yang ia tahi Debora hanya memaskkannya ayam goreng dan sambal.
"Ini Pudding.. Coba deh.. Kamu pasti suka.." rupanya Debora juga sempat membuat pudding untuk Roy. Walaupun ia tahu Roy kurang suka Pudding.
"Pudding..?" Roy menaikan satu alisnya.
"Ya aku tahu kamu gak terlalu suka pudding tapi aku tetap buatkan, aku jamin yang ini kamu pasti suka.. Mau coba ya.." Debora menyodorkan pudding itu.
"Eeemmm..." Roy hanya berdehem.
Roy mulau menyendokkan pudding itu dan memasukannya dalam mulut lalu mengunyahnya.
"Eeemm lumayanlah..." Roy cukup suka rasa ini. Pudding coklat, rasa coklat yang sangat terasa di puddingnya.
"Aaahhh baguslah kalau kamu suka Roy.." Debora sangat suka sampai melompat lompat.
"Eeehh kamu itu kenapa..?" Roy terkejut dengan tingkah Debora ini.
"Ma.. Maaf Roy.. Aku senang kamu suka makanan yang aku bawa. Puddingnya juga kamu suka.. Makasih Roy.. Aku bakal belajar masak tiap hari Roy. Aku akan masak makan pagi, siang dan malam. Aku harap kamu mau coba masakan aku nanti.." Roy menatap Debora tak henti. Ini benar benar Debora baru.
"Ya nanti aku coba, ooohhh ya.. Untuk puddingnya aku cuma mau pudding coklat.. Dan rasanya harus kayak yang ini.." Pinta Roy.
"Ooohhh apa lagi apa..? Ada tambahan lagi, selain pudding coklat, apa lagi.. Makanan yang kamu mau mungkin.." Debora sangat cerewet karna ingin tahu apa makanan kesukaan Roy.
"Kenapa kamu jadi cerewet gini..?" Roy pun tak terlalu suka dengan Debora yang Cerewet ini.
"Ya kan biar aku gak bikin kesalahan Roy, nanti kalau aku bikin kesalahan kamu marah, kalau kamu marah aku makin sedih.. Tapi kalau kamu bilang apa yang kamj mau dan kamu suka, aku kan bisa mencoba buatnya, kalau kamu sudah suka kan aku jadi tenang.." Roy menganga mendengar ucapan Panjang kali lebar di tambah tingga milik Debora.
"Ya ya ya.. Sudah.. Gak usah panjang panjang lagi.. Nanti aku kasih tahu kalau udah di rumah..." Roy para pura sibuk.
"Oohh iya Pak.. Saya permisi.." Pamit Debora yang mengenal laki laki di depannya ini Adalah CEO.
***
Rena dan Hery sudah di dalam pesawatnya dan sedang dalam penerbangan menuju Bali. Destinasi liburan mereka.
"Hery ada yang mau aku tanyakan lagi boleh...?" Masih banyak yang Rena ingin ketahui tentang Hery. Mulai dari masalah yang membuat banyak wartawan yang mengejar dirinya, nama asli Hery, dan apa sakit yang di derita sang Papa Hery sehingga meninggal dunia.
Kalau readers mau yang mana..
Off dulu guys.. Like dan komen ya.. Rate bintang dan favoritkan.
__ADS_1