
Hari berganti hari, Debora hanya bisa terus mengamati dari jauh kebahagian yang aroy dapatkan bersama Rena seperti kali ini. Debora sedang mengikuti Roy dan Rena ke salah satu butik terkenal dan Debora sangatlah cemburu melihat perhatian Roy, kasih sayang Roy yang sangat Debora inginkan malah di berikan pada simpanan Roy itu.
Seandainya John tidak melarang Debora untuk melabrak Roy dan Rena maka sudah dari lama Debora melakukan itu, hanya karna John melarangnya karna itu akan membuat Roy berjaga jaga atau bahkan membuat Roy mencerikan Debora, tentu saja Debora tidak menginginkan itu terjadi, maka Debora mengikuti perintah John untuk menyerang wanita tak tahu diri itu terlebih dahulu. Biarkan Wanita itu yang pergi dari kehidupan Roy dan Debora akan kembali dalam kehidupan Roy dengan bangganya, apalagi sekarang Debora juga sedang mengandung. Mungkin sajakan Roy akan lebih cinta dan lebih mencurahkan cintanya pada Debora dan itu yang Debora inginkan sekarang. Dan mau tak mau Debora harus menunggu itu terjadi.
Padahal sebenarnya John hanya mengulur waktu John bahkan sangat senang ketika mengetahui dari Debora kalau Roy lebih sering tak pulang ke rumah dan saat Debora pergi me apartemen simpanan Roy, Debora melihat mobil Roy terparkir di sana dengan nyamannya dan itu artinya Roy sedang bersama simpanannya. Tentu saja John sangat senang, John sengaja meminta Debora untuk bersabar dan coba menghasut Simpanan itu dan membuat simpanan itu pergi dari kehidupan Roy. Padahal itu otomatis akan membuat hubungan Roy dan Debora semakin hancur. Dan Debora yang John kenal dengan ketidaksabaran pasti akan sangat di uji, jika Debora tidak sabar, maka rencana John akan lebih cepat untuk memisahkan Debora dan Roy. Ini benar benar keuntungan untuk John.
"Sayang kamu cocok menggunakan yang seperti ini.. Nanti jika baby sudah tumbuh besar di dalam sinikan kamu perlu baju yang lebih besar dan baju ini sngat pas untuk kamu kenakan, bajunya berkain halus, warna juga indah, Aaah sangat cocok sayang.." Bujuk Roy bagaikan penjaga butik itu yang menawarkan jualannya.
"Iya Roy tapi aku suka yang ini" Rena juga menunjukan baju pilihanya.
"Ya udah kita beli semuanya yang aku suka dan kamu suka untuk baby jugakan.." Roy mengelus elus perut rata Rena dan itu sangat di tangkap jelas oleh pengelihatan Debora.
"Apa wanita itu hamil anak Roy.." Debora tak percaya apa yang ia lihat barusan, Roy mengelus perut wanita itu dan tersenyum amat bahagia.
"Ck.. Tidak ini tidak boleh terjadi.." Debora hendak menemui Roy dan wanita itu tapi Debora menghentikan langkahnya.
"Tidak tidak.. Jangan dulu, nanti Roy mungkin akan semakin benci dan menyembunyikan simpanannya itu." Nafas Debora sudah sangat memburu tapi ia tidak bisa melakukan apapun untuk saat ini.
"Lihat saja kamu wanita tak tahu diri. Aku akan segera mengbil Royku kembali." Debora tak tahan akhirnya meninggalkan butik itu.
***
Dion kini sedang berada di kantor pusatnya banyak sekali yang harus ia tangani. Tapi jujur, beberapa bulan ini Hatinya masih sangat kacau.
__ADS_1
Dion sepertinya menaruh hati pada Rena. Tapi kenyataannya cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, belakangan ini Dion sering memimpikan Rena, senyumnya, tawanya, semuanya muncul dalam mimpinya.
Dion berhenti sejenak. Kepalamya mendongak menatap langit langit ruangannya. "Haahhh." Menghela nafasnya.
"Rena.." Dion mengelengkan kepalanya setelah menyebut nama Rena.
"Semangat Dion semangat. Ayah menunggu di sana." Dion menyemangti dirinya sendiri.
Jam makan siang pun tiba. Dion keluar dari ruangannya bertemu dengan asistennya Laura.
"Pak.. Besok perusahaan Pak Kornel ingin bertemu dengan bapak." Ucap Laura dengan sangat sopan. Gadis yang sejak lama memendam rasa pada bos tampan bersuara merdunya itu.
"Oke kamu atur saja dulu, ini jamnya makan siang, kamu makan dulu sana.." Ucap Dion dengan senyum manis bibirnya.
Hari ini Dion tidak ingin makan di kantin dia ingin makan makanan lain di luar saja sambil memperbaiki moodnya.
Dion mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan ia tiba di salah satu restoran. Dion masuk ke dalam restoran tersebut. Dion memilih untuk makan di dekat jendela kaca besar di restoran itu.
Saat Dion melihat lihat daftar menu, Dion mendengar suara yang tak asing di telinganya. Suara Rena dengan jelas menggema di telinganya. Dion pun meneliti pengunjung restoran itu ternyata Roy dan Rena juga ada di situ dan sedang makan siang juga.
"Roy untuk apa banyak sekali." Protes Rena ketika Roy banyak sekali memasukan sayur sayuran ke dalam piringnya.
"Sayang ini biar kamu dan anak kita sehat selalu." Deg.. Hati Dion semakin di tikam berjuta juta duri tajam. Cukup mendengar dari percakapan mereka Diom tahu Rena kini sedang mengandung anak Roy.
__ADS_1
Nafsu makan Dion hilang seketika, Dion pun bangkit dari kursinya dan berlalu keluar dari restoran itu.
Roy menangkap sosok Dion yang baru saja keluar dari restoran dan ia teringat akan sesuatu. "Sayang.. Apa kamu kenal Dion?" Tanya Roy ada Rena dan mencari tahu apakah yang di katakan Hery itu benar adanya atau hanya dugaan Hery saja.
"Eemm iya deh kayaknya.. Eemm ya.. kenal kenal.." Rena mencoba mengingat imgat dan akhirnya ia mengigat ia pernah bertemu dengan Dion di mini market dan di Mall.
"Dimana kamu kenal dia sayang?" Tanya Roy lagi tapi tentu saja menjaga kata katanya agar tidak seperti sedang mengintrograsi.
"Kami pernah bertemu di Mall tempat aku berbelanja kemarin dan dia ada menraktir aku." Jawab Rena apa adanya.
"Ternyata benar. John pasti mengira kartu gold itu adalah milik Dion karna saat itu Dion bersama Rena dengan tak sengaja." Barulah Roy merasa lega mendengar pernyataan dari Rena langsung.
***
Debora kini sedang berada di rumah John lagi dan menangis di sana tak henti henti. John sudah berusaha menenangkan Debora tapi Debora terus menangis.
John kini akan semakin memanasi Debora, apalagi kini Debora sedang panas panasnya. "Debora sayang baiklah, basok aku akan temani kamu bertemu dengan wanita tak tahu malu itu, kita akan memberikan dia pelajaran. Biar dia tahu diri sedikit. Bisa bisanya dia mengandung anak Roy. Dan Roy juga kenapa dia memberikan anak pada wanita itu daripada memberikannya padamu. Ck ck ck.. " John menjalankan misinya sendiri dengan baik dan tentu saja Debora sangat setuju dengan ajakan John.
"Iya John.. Kita akan beri tahu dia hanya aku yang akan menjadi nyonya Filip. Kalau dia itu hanya remahan. Paling paling juga wanita wanita dari klub malam yang memberikan kepuasan sejenak. Dan Roy.. Dia akan membayar semua ini." Debora membulatkan tekadnya dan John mendengar Debora menyebutkan tentang bayar membayar pikirannya sudah kemana mana.
Sungguh kedua manusi biadab, tidak tahu malunya, coba cerminkan diri sendiri dulu bahkan apa yang Roy lakukan ini belum setimpal dengan yang di lakukan Debora dan John.
Ayo... Readers koment donk.. silahkan kata kata mutiaranya..
__ADS_1