
Hery sedang memilih tempat tempat yang nyaman untuk babymoon mereka.
Ting tong..
Bell rumah Hery berbunyi.
"Eeeemm kamu ada ngundang orang..?" Tanya Rena. Baru saja selesai mandi.
"Gak tahu juga, aku buka dulu ya.." Hery pun bangkit dan membukakan pintu.
"E.. Eyang...?" Hery terkejut melihat Eyang ada di hadapannya.
"Selamat sore Hery.." sapa Eyang.
"Silahkan masuk Eyang.." Bukan hanya Eyang, Roy juga ada di sana.
"Siapa Sa.." ucapan Rena terpotong ketika melihat siapa yang bertamu.
"E.. Eyang..?" Rena seketika tidak mendapat ucapan lain.
"Hai sayang.." Eyang menghampiri Rena dan memeluknya.
"Eyang jalan jalan sorekah..?" tanya Rena seolah tak tahu maksud tujuan Eyang dan Roy datang.
"Ya sekalian tengok tengok pengantin baru kan.."
"Oohhh.." Rena ragu untuk mengajak Eyang berbincang bincang.
"Kalian lagi sibuk ya..?" Eyang melihat banyak brosur di atas meja Hery.
"Oohh iya Eyang itu punya Hery tadi. Hery bereskan dulu." Ia pun mengumpulkan barang barangnya itu.
"Kalian ingin Babymoon..?" Eyang mengambil satu Brosur dan membacanya.
"Ah iya Eyang renacananya gitu.." Jawab Hery.
__ADS_1
"Aku buatkan teh hangat ya Eyang.." Rena juga mencoba csra lain untuk pergi dari situ.
"Ya Rena buatlah Eyang suka teh hangat..." sahut Hery. Rena pun segera pergi dari hadapan Mereka dengan hati yang sudah berdebar.
"Silahkan duduk aku antar ini dulu.." Hery membawa barang barangnya dan meletakan di meja lainnya.
"Tumben Eyang sama Roy ke sini.. Kenapa gak panggil Hery sama Rena ke rumah aja.. Jadinya kan Eyang repot ke sini.." Hery duduk juga di hadapan Eyang dan Roy.
"Gak Tahu sih.. Roy yang bawa Eyang ke sini... Eyang juga mau ketemu sama Rena makanya ikut aja.." Sahut Eyang.
"Berarti ini hanya rencana Rpy agar bisa meminta anakku dan Rena untuj jadi anaknya di hadapan Eyang. Cih Roy kamu pikir semudah itu..?" Gumam Hery yang sudah menduganya.
"Hery sebenarnya ada yang ingin aku katakan. Tapi kita tunggu Rena juga ya.. Dia kan istrimu..!" Sedikit penekanan di kata terakhir kalimatnya.
"Oohhhh.." Hery memangguk, tak berselang lama Rena datang dengan membawa nampan berisi teh dan gelasnya juga.
"Silahkan Eyang.." Rena mengisi Satu gelas dan memberikannya pada Eyang.
"Sayang kamu lagi hamil aku yang tuangkan sisanya...!" Hery mengambil alih pekerjaan Rena yang menuangkan teh dalam gelas.
"Baiklah kita sudah ada di sini.. Katakan Roy..!" Hery terkesan menantang Roy.
"Roy... Bukannya kamu sudah yakin mau bantu Debora, dan gak akan bahas ini lagi...?" Eyang yang baru tahi maksud tujuan Rpy kemari merasa kesal.
"Maksudnya Eyang apa?" Hery tak mengerti.
"Gini Her.. Dari pagi, sampe siang, Roy minta minta sama Eyang buat bantu dia ngomong sama kamu, dia mau angkat anak kalian nanti jadi anak dia. Alasannya karna sudah pengen banget punya anak, tapi yang Eyang heran juga, kemarin pas Debora hamil, Roy sama sekali gak peduli sama Debora, dia kayak gak peduli gitu sama Debora, terus Debora keguguran, itu pun karna Roy juga, tadi pagi Debora berangkat ke dokternya, dia cek kondisi rahimnya dan dia di bilang sudah boleh mulai program kehamilan, Roy juga sudah setuju mau bantu Debora, tapi ini masih juga dia... Roy.. Kamu gak ingat kah kata Eyang tadi..?" Eyang bahkan sampai menjewer kuping Roy.
"Eyang Roy cuma coba, apa salahnya Roy coba, Hery aku mau banget anak, aku mohon.." Roy seperti pengemis meminta pada Hery.
"Maaf Roy, aku gak bisa kasih permintaan kamu yang satu ini, aku juga sayang sama anak aku ini.. Masa aku kasih dia ke kamu, kamu dan Debora kan bakal usaha lagi, apa salahnya sabar Roy.. Aku juga awalnya gak sabaran mau punya anak, dan akhirnya aku dapat juga.. Gitu juga kamu Roy. Kasih Debora kesempatan dan bantu dia. Aku yakin kali ini Debora bisa Roy.." Hery menolak dengan lembut.
"Betul Roy.. Aku juga gak mau pisah sama anak aku walaupun cuma semeter pun.. Apalagi aku kasih ke kamu.. Maaf Roy gak bisa.." Rena juga menanggapi dan terlihat wajah sedihnya, Eyang sangat melihatnya.
"Roy..!" Eyang berdiri "Eyang minta cukup Roy.. Cukup.. Eyang gak mau kamu terus terusan minta minta gini, tadi kamu minta minta sama Eyang, sekarang kamu minta minta sama Hery. Dan kamu bikin Rena takut juga tuhhh.." Eyang tampak sangat marah.
__ADS_1
"Eyang Roy kan cuma..."
"Cuma apa..?" Eyang kini membentak Roy.
"Eyang sudah bilang Roy.. Eyang gak mau dengar ini lagi. Maaf Hery, Rena kami berdua sudah ganggu waktu kalian, permisi ya.. Rena jangan Dengar ucapan Roy, fokus aja sama Babymoon kalian dan kesehatan kamu ya.." Eyang melirik sekejap Roy setelah itu pergi dari kediaman Hery dengan perasaan marah pada Roy.
"Halo.. Debora minta Mang Aji jemput Eyang di rumah Hery...!" Eyang menghubungi Debora.
"Oh iya Eyang.."
Roy tak lama juga menyusul Eyang di halaman rumah, "Eyang... Ayo kita pulang.. Maafin Roy.. Roy gak akan minta dan bahas masalah itu lagi, Eyang jangan marah Ya.." Pinta Roy.
"Kamu pulang sendiri Eyang sudah minta Mang Aji buat jemput Eyang.. Sana pulang aja duluan.." Eyang acuh tak acuh.
"Eyang maafin Roy.. Eyang.. Roy janji ya gak lagi..." Masih memohon pada Eyang.
Hery dari dalam rumah pun menyusul juga bersama Rena yang terus menempel padanya.
"Eyang, kenapa Roy..?" Roy tak menjawab pertanyaan Hery dan terus memohon pada Eyangnya.
"Ini, Makanya Eyang minta cukup sampe yang tadinya kamu juga sudah janji tadi sama Eyang dan Debora.. Tapi ternyata.." Eyang masih sangat jengkel pada Roy.
Setelah beberapa menit setelahnya barulah mobil Mang Aji datang dan Eyang tanpa berkata apa apa lagi pada Roy langsung saja masuk ke dalam mobil dan berangkat.
"Hery apa salahnya kamu kasih anak aku sama aku juga, kenapa kamu mempersulit aku.. Kamu juga Rena itu kan anak kita kenapa kamu cuma mau anak itu untuk kamu..?" Roy melimpahkan semua kesalahannya pada Rena dan Hery.
"Roy.. Aku suami sah Rena, apa salahnya kalau aku juga memiliki anaknya... Rena bukanya gak mau bagi anaknya sama kamu tapi ini haknya dia untuk membesarkan anaknya. Kemarin Rena sudah berharap sama kamu untuk jadi ayah yang terbaik untuk Anaknya tapi rupanya itu hanya harapan belaka, kamu gak jadi ayah anaknya, malah dia dapat papa baru deh.. Ya aku.." Hery memeluk Rena dan juga mengelus perutnya.
"Kamu..!" tiba tiba ada seorang ibu ibu joging sore lewat di samping rumah Hery.
"Selamat sore Pak Roy.. Pak Hery..." sapa mereka.
"Sore.." Sapa Hery balik. Mereka pun berlalu pergi dan melanjutkan larinya.
Hery langsung membawa Rena masuk ke dalam rumah meninggalkan Roy sendiri di luar. Tak seperti tamu yang lainnya di antar hingga meninggalkan rumah, tapi sang pemilik rumah yang pergi terlebih dahulu.
__ADS_1
Roy..
Off dulu ya guys.. Komen ya..