AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 30


__ADS_3

Rena masuk satu toko ke toko lainnya berharap ada yang mau menerimanny untuk berkerja meski gajihnya tak seberapa. Rena siap menerimanya. Rena hanya takut bila Roy tidak membutuhkannya lagi maka Roy akan membuangnya dan Rena akan sangat sulit mencari pekerjaan. Maka Rena mulai dari hari ini.


Sementara itu Debora dan Roy sedang bersiap Siap untuk berangkat ke rumah Eyang. Semua keperluan Debora untuk menjalankan rencananya ini Debora persiapkan dengan sempurna.


Hery yang juga khawatir dengan tuannya sekaligus sahabatnya ini tidak dapat di hubungi semalaman memilih untuk langsung menuju rumah Roy.


Hery melihat barang harang yang sudah siap di bawa masuk ke dalam mobil. Tampak Debora dari jauh sangat antusias hari ini.


Begitu juga Roy wajahnya hari ini juga bersero seri. Mungkin efek semalam. "Tuan Roy.. Anda akan berangkat hari ini?" Tanya Hery saat Roy dan Debora sampai di depannya.


"Iya Her... Maaf aku lupa mengabarimu. Debora sangat ingin cepat cepat menemui Eyang. Jadi kami berdua memutuskan untuk berangkat hari ini saja. Aku baru ingin menghubungimu barusan. Tapi aku tidak tahu ponselku ada di mana." jelas Roy pada Hery dan akan ketidaktahuannya tentang ponselnya.


"Ini sayang..." Debora mengeluarkan ponsel Roy dari dalam tasnya.


"Maaf ya aku simpan... Aku gak mau ada yang ganggu ganggu kita semalam." Hery mengerti sekarang apa yang terjadi. Rupanya benar firasat buruk Hery dan juga Rena. Roy di perdaya oleh Debora dengan tubuhnya yabg sudah terkontaminasi oleh tubuh John.


Jauh di lubuk hati Hery berdecih kesal dengan Roy yang sangat bodoh. Bisa bisanya Roy masih tertarik dengan Debora. Apa yang membuat Roy jadi seperti ini. Kalau hanya karna nafsu, Roy bisa memuaskannya dengan Rena, tapi bila dengan Debora? Wanita yang sudah berbohong berkali kali pada Roy dan menyerahkan tubuhnya sendiri pada John masih bisa Roy maafkan hanya dalam semalam menghabiskan waktu bersama Debora lagi.


Hery mengelengkan kepalanya tak habis pikir. "Her aku titip perusahaan ya.. Mungkin aku akan pergi tiga sampai empat hari saja." Ucap Roy pada Hery saat Debora pergi dari sisi Roy mencari apa lagi yang patut ia bawa bersamanya dan juga Roy. Sesuatu yang bisa membantu rencananya ini.


"Lalu bagaimana dengan Nyonya Rena? Apa aku juga harus menjaganya?" Hery pancing sesuatu yang ingin dia dengar dari sahabat bodohnya ini.


"Oohh ya Rena... Aku lupa juga mengabarinya. Oh astaga.." Roy mencoba menelpon Rena tapi tak di angkat oleh Rena.


"Dia tidak mengangkatnya Her..." Kata Roy yang masih memegangi ponselnya dan i letakan di daun telingannya.

__ADS_1


"Sebenarnya dari semalam Nyonya Rena menghubungi anda. Dia khawatir anda yang tidak bisa di hubungi dan akhirnya menghubungi saya. Saya juga mencoba menghubungi tuan tapi juga sama, tuan tidak bisa di hubungi." Jelas Hery dengan apa yang ia dan Rena khawatirkan semalam.


"Iiss kalian dua ini... Aku kan sedang bersama istriku juga. Bukan dengan istri orang lain. Apa salahnyakan menikmati malam bersama istri...? Makanya kamu cepat cepat punya istri deh... Biar tahu rasanya." Ucap Roy bangga akan dirinya dan lupa rasa sakit yang menderanya beberapa bulan yang lalu itu.


"Ya saya mau beristri asal saya tidak di hianati istri saya seperti menghabiskan malam bersama laki laki lain, menghabiskan harta saya dengan laki laki lain, berbohong akan semuanya. Dan setelah itu semua berlalu ingin kembali pada saya hanya karna satu malam kenikmatan bersama. Saya mau kalau begitu tuan. Saya butuh istri yang jujur, bukan istri yang hanya pintar di ranjang. Oke bila ia pintar di ranjang bersama saya. Tapi bila ia pintar di ranjang karna di ajari laki laki lain di belakang saya.. Cih mending dia tidak bisa apa apa di ranjang saja. Toh kan ada saya yang pintar." Tapi sayangnya rangkaian rangkaian dan kalimat kalimat itu tidak di sampaikan langsung pada Roy melainkan hanya isi hati dari Hery.


Hery hanya belagak sepeeti tidak terjadi apa apa di hatinya dan pikirannya. Roy bahkan lupa akan Rena. Itu yang membuat Hery benar benar tak habis pikir. Roy lupa akan gadis yang menyerahkan mahkotanya pada Roy begitu saja tapi Roy malah melupakannya begitu saja.


"Sehebat itukah Debora di ranjang sampai mengalahkan rasa Tong ting Rena.. ?" Pikir Hery lagi. Otak Hery benar benar amburadul pagi ini mengetahui semuanya.


***


"Maaf ya kami sudah cukup. Tidak mencari pekerja tambahan." Tolak halus pekerja supermarket itu.


"Oohh gitu ya... Terima kasih..." Lagi lagi Rena di tolak dengan alasan yang sama. Harus apa lagi yang di lakukan Rena.


Rena masih terus berusaha. Lagi pula baru jam 10 pagi. Masih lama waktunya untuk terus mencari.


Mobil orang kaya melewati Rena begitu saja. Orang dj dalam mobil itu berguman. ''Rena'' Ingin ia memutar arah mobilnya tapi ia teringat orang yang sedang ada di sampingnya ini.


Ya Roy dan Debora baru saja berlalu dengan mobil mewahnya. Rena sama sekali tidak menyadarinya. Rena yang nampak seperti orang yang putus asa karna ditolak berkali kali. Dan Roy melihat wajah Rena dengan teliti. Wajah kelelahan itu. Tapi Roy tidak bisa berbuat apa apa. Dia tidak bisa karna ada Debora di sampingnya. Ingin menghubungi saja tidak bisa. Nanti pasti Debora akan bertanya siapa yang sedang Roy hubungi saat sedang dalan perjalanan seperti ini.


Roy mengurungkan maksudnya untuk menghubungi Rena dan tetap fokus pada perjalanannya.


Setelah mobil mewah itu berlalu dari belakang mobil itu juga ada mobil putih bersih, tapi tak semewah mobil yang tadi.

__ADS_1


''Rena'' Hery menghentikan mobilnya dan turun dari mobilnya


''Rena....'' panggilnya pada Rena, Rena pun menoleh ke belakang, ternyata Herylah yang memanggilnya.


''Hery...'' Rena menghentikan langkahnya dan menunggu Hery yang berjalan ke arahnya.


''Rena kenapa kamu ada disini?'' tanya Hery ketika sudah sampai di depan Rena.


"Aku sedang mencari pekerjaan.." Rena jujur dengan apa yang tengah ia lakukan saat ini.


"Pekerjaan? Apa uangmu sudah habis?" Dugaan Hery.


Rena bukannya menjawab pertanyaan Hery Rena malah mengeluarkan dompet yang kemarin Hery berikan padanya.


"Semuanya masih utuh, memang ku ada menggunkan uang yang di berikan Roy tapi itu uang yang Roy sendiri berikan padaku. Untuk uang yang Roy berikan melaluimu aku belum menggunakannya." Tutur Rena akhirnya menjelaskan.


"Tapi untuk apa kamu mencari pekerjaan kalau uangmu masih ada. Hanya buang buang waktu saja." Kata Hery lagi.


"Eemm tak semudah yang kamu bayangkan Her... Aku hanya takut..." Rena tak melanjutkn ucapannya.


Hery pun paham sendiri mendengar dan melihat ekspresi Rena. "Mau aku bantukah... Aku hari ini tidak sibuk..." Bohongnya. Padahal dengan perginya Roy beberapa hari otomatis Herylah yang akan paling sibuk. Tapi Hery sangat ingin menemani Rena mencari Pekerjaan. Setidaknya Hery tahu di mana Rena akan mendapat pekerjaannya. Dan itu juga pasti akan membuat Rena senang.


"Yakin?" Wajah Rena sedikit bahagia dengan tawaran Hery. Hery pun mengangguk dengan sangat yakin.


off dulu kawan...

__ADS_1


Jangan lupa koment, favoritkan, like dan vote author dan kasih tahu teman taman pembaca lainnya novel kita ini ya... Novelnya seru... Dengan itu semua readers sudah memberikan dukungan yang sangat berarti untuk author ini... trima kasih...


__ADS_2