AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 157


__ADS_3

Hery menatap Rena tak henti. "Sayang... Ada yang aku mau tanyakan sama kamu..?" Rena mengalihkan Fokusnya pada Hery.


"Apa...?"


"Apa kamu sudah gak masalah tentang DNA Baby Alf dan Baby Elf..?" Hery penasaran akan hal itu.


"Eeemmm..  Ya udah gak masalah, aku gak terlalu pikirkan aku juga terima Alf dab Elf walaupun aku... Ya aku gak tahu siapa.... Gak tahu... Aku gak tahu.. Aku juga pikir yang kamu bilang kemarin. Di depan mata aku Baby Alf dab Baby Elf di mandikan dan di pakaian baju. Gak ada celah untuk bawa salah satu dari mereka berdua pergi. Dan buat apa di bawa pergi kan.. Aaahh sudahlah.. Aku ikhlas aja.." Rena tetap menebar senyumnya di depan Hery.


"Kamu wanita yang kuat sayang.. Aku bangga bisa nikah sama kamu.." Hery memeluk Rena dari samping.


"Aku juga sayang kamu Hery.. Tapi aku mohon.. Kamu juga tahu masalah ini. Aku mohon jangan pernah tinggalkan kami.. Kami gak akan jadi apa apa kalau gak ada kamu..." Rena menatap mata Hery.


Bukannya menjawab Hery malah menciumi Rena sebanyak banyaknya yang ia inginkan.


"Ke mana aku akan pergi kalau bukan sama kalian..?" Hery senang Rena bisa menerina Baby Alf dan Elf yang berbeda DNA dengannya dan Roy. Mungkin memang Pelik tapi sepertiya Dokter yang Hery minta bantuan yang tahu sebenarnya terjadi.


***


"Aku berangkat dulu ya.." Cup..


Hery akan berangkat kerja. Ia selalu menciumi Rena terlebih dahulu.


"Ya.. Hati hati ya.. Kabari kalau sudah sampai.. Oohhh ya ingat pernikahannya Bisma sama Adel. Sudah kamu jadwalkan??" Rena mengingatkan.


"Oohh ya aku hampir lupa kalau kamu gak ingatkan sayang.. Nantilah aku jadwalkan di kantor. Beberapa hari lagi ya.. Waaahh Bisma akan nikah.." Hery tertawa kecil.


"Husss.. Kamu ini.." Rena tak suka melihat Hery yang suka meledek kakaknya.


"Aku cuma mau tau kayak apa dia malam pertama.." Rena makin mencubiti Hery karna mulut nakalnya itu.


"Oke oke. Aku berangkat.. Nanti aku juga jadwalkan. Jaga Baby Alf dan Baby Elf untuk aku ya.. Dadaaa.." Hery pun berangkat meninggalkan Rena dan kedua anak mereka bersama pembantu pembantu mereka.


Bisma dan Adel akan segera menikah. Tapi pernikahannya harus diadakan di Jerman. Sesuai permintaan Marry. Maka setelah pernikahan ini barulah Bisma dan Adel bisa kembali.


Rena kembali ke dalam rumahnya. Ia hanya menemani Baby Alf dan Baby Elf. Sambil menemani, Rena terus mamandangi Alf dan Elf bergantian.


"Kenapa kalian malah mirip Hery.. Kenapa gak mirip Aku..." Rena memainkan pipi Keduanya bersamaan.


Cup.. Cup.. Rena mengecup kedua anaknya.


"Bagaimana pun mama sayang kalian.."


***

__ADS_1


"Hery.." Debora melihat Hery yang baru tiba di kantor.


"Ya...?" Hery sedang mengetik pesan untuk Rena. Mengabari kalai ia sudah


Sampai di kantor dengan selamat.


"Eeemm ada yang mau aku tanyakan sama kamu.." Debora berdiri di depan Hery.


"Eeemmm.. Ya boleh.." Hery menyimpan ponselnya di saku jasnya.


"Eeemmm kamu kemarin ke rumah sakit itu maasalah Baby Alf dan Baby Elf kan..?" Debora sangat penasaran akan hasilnya.


"Eeemmm ya gitulah.." Jawab Hery.


"Eee. Her.. Aku mau tahu hasilnya.." Debora mengatakan yang ia ingin ketahui.


"Oohh.. Ya hasilnya cocok dengan Rena.." Bohongnya. "Alf dan Elf cocok dengan DNA Rena." tambah Hery lagi.


"Ooohhh ya.. Eeemm syukurlah.. Rena bilang dia sangat ingin tahu hasilnya. Aku juga jadinya ikut penasaran juga.." Debora menggaruk tengkuknya.


"Ya gak apa apa Kok Debora.. Wajar kan kamu penasaran juga.. Ayo kita masuk, Roy pasti sudah tunggu kamu.." Keduanya pun berlalu dari tempat parkiran.


"DNA.. Alf dan Elf..?" Nur mendengar pembicaraan Debora dan Hery.


***


Hari hari berlalu. Hery sudah tak sabar menunggu hasil yang ia minta pada Dokter kemarin.


Meskipun Rena tak sering melamun lagi atau pun melupakan atau membiarkan baby Alf dan Baby Elf, Hery tetap mencari kebenarannya. Mungkin ini saat yang tepat untuk mengakuinya.


Hari ini tepat jam makan siang ada pesan singkat dari dokter yang mengatakan hasil yang di tunggu tunggu Hery sudah keluar.


"Aku akan segera ke sana.." Hery membalasnya. Secepat kilat ia menghabiskan makan siangnya. Roy dan Debora saling pandang melihat Hery yang seperti di kejar setan.


"Her.. Kenapa..?" Roy menanyakan saat Hery akan bangkit dari duduknya.


"Gak.. Ada perlu lagi kamu di kantor aja sama Debora.. Eeemm mungkin besok aku juga gak akan turun kerja.. Kamu juga yang hendle juga ya.." Setelah mengatakan itu Hery berlalu bahkan sedikit berlari.


"Apa yang begitu penting sampai dia rela pergi seperti itu. Hery gak pernah kayak gini sebelumnya.." Roy memperhatikan punggun Hery yang semakin menjauh.


Debora mengelengkan kepalanya. "Roy makan makananmu dulu.." Debora mengajak Roy untuk tenang di makan siang mereka.


***

__ADS_1


"Dokter.." Hery langsung masuk ruangan Dokter. Untung tidak ada yang di layani dokter itu.


"Oh tuan Hery. Ya silahkan tuan.. Duduk dulu.." Dokter segera mencari data yang Hery minta.


"Sesuai dengan dugaan anda tuan." Dokter menyerahkan amplop hasil tes DNA Yang di minta Hery.


"Betul dok..?" Hery segera membuka isi amplopnya.


"Oooooo... Terima kasih dok..." Hery berkali kali mengatakannya.


"Ya ini adalah kehendak yang kuasa tuan. Selamat ya.." Ucap Dokter itu juga.


"Ya dok.. Kalau gitu saya pamit pulang dulu. Saya yakin istri saya sedang menunggu hasil ini." Dokter mengangguk dan Hery berlalu dengan cepat.


"Rena pasti senang.. Aku tahu ini pasti terjadi.. Aku tahu Rena.. Hanya aku yang tahu..." Hery memeluk amplop itu erat di dadanya.


***


"Ya ampun Alf.. Kok kamu lama banget tidur.. Ayo bangun dulu.. Nyusu nak.." Rena membangunkan Baby Alf yang paling nyenyak tidur.


"Sayang...!!!" Hery berteriak masuk rumahnya.


"Eeeheeeekkk eheeekkk.." Baby Alf malah menangis karna terkejut.


"Ya ampun sayang.. Kamu bikin Baby Alf nangis.." Tegur Rena.


"Sayang...!!!" Hery terus berteriak.


"Eeeheeekk.." Kini Baby Elf yang menangis karna terkejut.


"Hery.." Rena memarahi Hery.


"Sayang.. Aku.." Belum selesai Hery mengatakan kabar yang ia bawa.


"Bantu aku tenangkan Baby Alf.. Aku urus Baby Elf.." Pinta Rena dengan marahnya pada Hery.


"Ooohhh oke oke... Inilah yang di bilang,  menabur angin akan menuai badai" Ucap Hery lagi sebelum membantu Rena.


"Hah..? Di mananya angin.. Apa ada badai..?" Rena tak mengerti kata pribahasa itu.


Mari cari artinya guys.. Itu yang di maksud Hery. Entah untuk menenangkan Baby Alf dan Baby Elf, tapi tentang semua ini. Cerita ini.. Dan bahkan cintanya ini..


Off dulu kawan..

__ADS_1


__ADS_2