
Sedangkan itu. Bisma dan Albert sibuk mencari keberadaan Stuart dan Adel. Beberapa kali Albert mencoba menggunakan koneksinya untuk melacak keberadaan Stuart tapi sayangnya agensinya itu di luar negeri ini. Dan sulit untuk melacak di mana Stuart berada, jika ingin mendapatkan lokasi Stuart, Albert harus menggunakan koneksi satelit.
Albert dan Bisma tak pantang menyerah Albert juga berusah dengan keahliannya meretas keamanan kakaknya itu. Berharp keberuntungan memihaknya.
"Doakan aku bisa Ma.." Albert menatap Bisma yang selalu ada di sampingnya.
"Aku ada untuk kamu Al.." Cup. Bisma mengecup Albert dengan lembut.
"Baiklah aku coba.. Aku sayang kamu Bisma.." Albert berusaha sebisanya dn dengan dukungan Bisma ia yakin kalau ia bisa.
Stuart juga tidak bodoh dan membiarkan di temukan dengan mudah oleh Albert. Ia sudah mengunci semua keamanannya dengan ketat.
Karna sibuk dengan laptopnya Stuart tak menyadari kalau Adel sedang memainkan peliharaannya.
"Adel..?" Stuart memutar tubuhnya mencari keberadaan Adel.
__ADS_1
"Eehh?" Stuart terkejut.
"Hihihi.. Kucingnya imut.." Adel mengelus elus bulu kucing peliharaan Stuart dari luar kandangnya.
"Kamu gak takut sama dia, dia galak looo..?" Stuart bangun dari duduknya dan menghampiri Adel dan kucingnya.
"Eeemm takut..? Gak.. Dia imut.." Adel tak berhenti mengelus kucing besar itu.
Kucing mahal dengan tubuh yang lebih besar dari tubuh Kucing lainnya. Kucing jenis Caracal. Sangat menakutkan tapi juga menggemaskan dengan kuping menjulang tinggi dan di ujung kupingnya ada beberapa helai bulu hitam. Termasuk kucing mahal dan unik. Memiliki mata yang tajam menyorot setiap tatapannya. Sepertinya sama seperti tuannya yaitu Stuart sendiri.
Kucing Caracal atau Karakal Big Floppa berukuran sedang yang tersebar di Asia Barat, Asia selatan, dan Afrika. Kata Caracal berasal dari bahasa Turki "Karakulak" yang berarti telinga hitam.
Peliharaan Stuart ini jantan dan memiliki tinggi kisaran 65cm sampai dengan 90cm dengan berat mencapai 18kg. Benar benar kucing besar.
Stuart mengeluarkannya dari dalam kandang, melihat kucing besar itu mau di mainkan Adel.
__ADS_1
"Waaahhh.." Adel makin antuasias melihat kucing mahal itu di keluarkan dari dalam kandangnya. Kucing itu menggerakan kupingnya membuat Adel makin gemas.
"Kamu bawa dia ke mana mana kah..?" Adel mengagumi sekali kucing indah ini.
"Ya.. Dia gak terbiasa sama orang lain kadang dia mengamuk gitu. Aku pernah tinggalkan dia dan aku dinas selama 7 hari, karna gak ada yang berani dekati dia, semua orang di rumah kabur.. Dan cuma tinggalkan 1 ekor kelincin tiap harinya untuk di makannya." Cerita Stuart.
"Oohh dia makan kelinci..?" Adel membulatkan matanya.
"Ya.. Dia karnivora.. Jadi ya makanannya harus daging, daging sapi, antelop, kancil, kelinci juga iya.." Jelas Stuart lagi.
"Kenapa gak di kasih ayam aja kalau gitu..?" Stuart malah terkekeh mendengarnya.
"Anehnya Foppa gak suka daging ayam. Unggas gitu dia gak suka, padahal itu makanannya juga, tapi dia tetap suka kelinci. Aku pikir mungkin karna kalau kelinci bisa dia kejar kejar gitu makanya kalau kelincinya sudah di dapat makannya enak.." Adel membuka mulutnya lebar.
Adel berkedip beberapa kali mencerna ucapan Stuart barusan
__ADS_1
"Dia makan kelinci hidup..?" Stuart hanya mengangguk.
Off dulu kita buat pasangan baru ya..