AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 69


__ADS_3

Permintaan apakah yang sebenarnya Hery ingin katakan. Rena mungkin tidak menyadari sebenarnya maksud pertanyaan Hery dan menganggapnya biasa saja.


"Hery.. Kamu mau bilang apa..?" Tanya Rena lagi.


"Rena bisa kita masuk dulu...?" Tawar Hery.


Mereka berdua pun kini sudah di dalam unit Rena. Hery dan Rena kini sedang duduk di salah satu sofa di ruangan tengah.


"Rena..." Panggil Hery tiba tiba pada Rena.


"Iya...?" Tanya balik Rena


"Boleh kah aku.." Hery sangat takut mengatakannya, takut Rena tidak meperbolehkannya.


"Apa Her...?" Desak Rena lagi dia sudah sangat ingib tahu apa yang sebenarnya Hery inginkan darinya.


"Apa aku boleh..."


"Hery katakan saja... Kenapa susah sekali...?" Semakin mendesak Hery.


"Bolehkah aku mengelus perutmu... Aku sangat khawatir padanya tadi..." Ucap Hery akhirnya terucap juga.


"Astaga Hery kamu minta itu saja seperti meminta anak raja menjadi istrimu..." Omel Rena setelah mendengar permintaan Kecil Hery.


"Iya aku takut kamu tidak memperbolehkan aku menyentuhnya.." Ucap Hery malu malu.


"Hery... Dia juga pasti senang kalau kamu mengelusnya, kamu juga sangat berjasa padanya." Ucap Rena sambil mengelus perutnya.


"Boleh...?" Hery sudah hendak mengulurkan tanganya ingin mengelus perut Rena dan masih meminta izin.


"Boleh..." Ucap Rena mengiyakan.


Hery mulai menelpelkan tangannya di perut Rena dengan lembut. Rena merasa hanganya tangan Hery yang menyentuh perutnya.


"Kamu baik baik aja kan nak..." Tanya Hery polos, seperti sang kandungan bisa menjawab pertanyaannya saja.


"Baik baik ya di dalam Sana... Aku akan menjaga kamu dengan baik... Aku janji.." Ucap Hery pada kandungan Rena.


Rena tersenyum mendengar ucapan Hery pada kandungannya. Rena juga senang ada Hery yang selalu menemaninya seperti ini. Sekarang kandungannya itu tidak dapat perhatian dari sang ayah tapi ia tetap mendapat hangatnya sentuhan sang ayah. Walaupun itu di lakukan Hery.


Sementara itu Roy ayah dari anak yang sedang di sayang sayang Hery kini sedang di hadapkan dengan nalurinya sebagai lelaki.


Di depannya kini sudah ada Debora dengan cantiknya yang sengaja ia perlihatkan untuk mengambil lagi perhatian dari Roy. Debora mengenakan pakaian seksi malam ini bisa di bilang ya Baju Dinasnya. Baju Dinas Debora malam ini berwarna merah menyala.


Warna yang sangat cocok untuk Debora. Nafas Roy tersenggal melihatnya. Tidak hanya baju yang di kenakan Debora yang menggoda wangi parfum Debora juga sangat menggoda Roy. Ini adalah wangi yang sangat Roy sukai dari dulu.

__ADS_1


Untungnya Debora masih mengingatnya dan mencoba mengenakannya malam ini, berharap malam ini akan menjadi malam yang panas untuk keduanya.


Debora berjalan ke arah Roy dengan sangat menggoda, menggigit bibirnya, mendesak sendiri, memainkan rambutnya, menyentuh nyentuh bagian bagian tubuhnya seperti pingggang dan lainnya dengan seksi.


Roy juga laki laki, ia juga baru saja mengkhayalkan Rena dalam mode panas tapi malam du suguhkan dengan Debora panas di depan mata. Detak jangung Roy semakin kencang saat Debora sudah di depannya dan menyentuh pahanya.


"Debora apa yang kamu inginkan...?"Tanya Roy menyingkirkan tangan Debora.


"Sama dengan yang kamu inginkan Roy." Debora semakin memanjakan dirinya pada Roy.


Debora mulai mengelus dada Roy dengan Seksinya dan terus meluncurkan godaan godaannya.


Roy ingin menolak tapi naluri laki lakinya sebaliknya. Ia malah menikmatinya. Sentuhan sentuhan Debora membuat Roy malayang.


Walaupun Debora yang di depannya dan menncubuinya Roy malah teringat dengan Rena. Maka semakin tinggilah hasrat laki laki Roy. Roy membuka matanya dan malah melihat Debora adalah Rena yang sedang menggodanya.


"Rena..." Lirih Roy dan langsung menc*um Debora dengan ganasnya.


Debora terkejut rupanya Roy mau menerima cumbuannya dan membalasnya walaupun Roy malah mengatakan nama wanita lain tapi kali ini Debora biarkan agar ia bisa mendapatkan Roynya lagi. Meski harus menjadi wanita lain di hadapan Roy.


"Roy.... Mau kan..." Debora mulai membuka semua Baju dinasnya dan mereka pun melewati semuanya bersama.


Maka Rencana Debora ini berjalan dengan lancar dan mendapat apa yang ia inginkan. Mungkin karna hormon kahamilan Debora maka ia belakangan ini sangat ingin sensasi hangat di atas ranjang bersama Roy.


Dan Debora mencobanya malam ini dan benar saja ia mendapatkannya. Bahkan sekarang Debora lebih menguasai ranjangnya dan Roy hanya bisa pasrah di buatnya dan hanya menikmati apa yang Debora berikan padanya malam ini.


Tapi Debora sama sekali tidak mempermasalahkannya ia tetap melanjutkan permainannya dengan semangat karna meskipun Roy terus menyebut Rena tapi yang menikmati ini adalah dirinya.


"Ah Roy... Kamu bisa menyebut namanya. Tapi aku yang menikamati kamu. Oohh indahnya tubuhmu Roy.. Ya... Aku menyukainya.. Ya..." Gumam hati Debora di sela sela kenikmatannya.


"Debora kamu..." Roy mulai sadar siapa yang tengah memuaskannya.


Roy melihat dengan jelas kini kalau Debora sedang menikmatinya dengan baik. Setelah mendengar beberapa kali des*han Debora barulah Roy ingat kalau kini ia masih bersama dengan Debora dan Deboralah yang memuaskannya.


"Debora kamu... Ahh.." Roy tidak dapat menahannya lagi dan terserahlah apa yang ingin mereka lakukan. Author gak peduli..


Tinggalkan saja suami istri itu dan lebih baik mencari tahu keadaan Rena dan Hery.


Hery masih di unit Rena dengan antengnya. Bahkan beberapa kali ia mengelus lagi perut Rena. Bahkan kini tidak ada lagi rasa malu atau takut yang Hery rasakan saat ingin Menyentuh perut Rena.


Rena juga terbiasa dengan sentuhan sentuhan yang Hery berikan. Rena juga gemas melihat tingkah Hery.


"Eeemm Rena ini sudah hampir larut malam, apa kamu tidak mengantuk? " Hery menatap Rena setelah melihat jam di dinding.


"Ooohhh iya ya.. Sudah mau larut malam... Eeemm ... Kamu belum pulang kah Her...?" Hery masih mengelus elus perut Rena.

__ADS_1


"Eeemm okelah besok aku balik lagi ke sini..." Ucapnya dan mendekatkan wajahnya pada Perut Rena.


"Baby... Aku pulang dulu ya... Besok.. Pagi pagi aku ke sini lagi ngecek kamu... Baik baik ya.. Jangan nakal sama mama ya.." Ucap Hery sangat manis.


Rena menatap mata Hery sangat terlihat kasih sayang yang ia berikan sangatlah tulus.


"Terima kasih Her..." Ucap Rena terharu. Entah mengapa tapi ia sangat terharu dengan yang di katakan Hery.


"Kenapa kamu yang nangis...?" Hery langsung saja menghapus air mata Rena dan menarik Rena ke dalam pelukannya.


"Aku gak tahu kenapa Her... Tapi kenapa rasanya aku sedih banget.. Rasanya aku sakit hati banget sama Roy..." Ucap Rena dari balik peluk Hery.


"Roy...?"


"Iya Her... Aku jengkel sekali sama dia.. Mau rasanya aku marah marahin dia sekarang.." Ucap Rena lagi.


"Apa yang sedang Roy lakukan ya.. Kenapa Rena juga merasakannya..." Hery hanya bisa bertanya dalam hatinya.


"Rena tenang... Mungkin kamu marah sama Roy karna Roy gak bisa temani kamu beberapa hari ini. Dan baby juga pasti rindu papanya makanya kamu rasa seperti ini..." Hery berusaha menenangkan.


"Eeem mungkinlah..." Rena keluar dari pelukan Hery dan sangat merasa bersalah pada Hery.


"Maaf aku memperlambat kamu pulang saja." Rena merapikan rambutnya dan menyelipkan rambutnya di telingannya.


"Ehehehe.. Gak papa.. Apa kamu perlu teman malam ini.. Ya biar tenang aja...!?" Hery sebenarnya ada maunya tapi ia tak langsung mengucapkannya.


"Eeemm tidak Her... Aku bisa sediri kok.. Kamu pulang aja ini sudah malam... Aku gak mau terus merepotkan.." Rena berusaha tegar walaupun rasa itu masih sangat mengganggunya.


"Yakin...?" Herylah yang tak yakin.


"Iya aku yakin Her.. Pulanglah.."


Hery mau tak mau meninggalkan Unit Rena malam ini, padahal ia ingin tidur dengan Rena dan masih ingi terus mengelus perut Rena.


Hery kini berjalan di lorong unit di apartemen itu. Karna jenuh ia menatap langit langit apartemen yang hanya ada lampu lampu yang terpasang bagaikan berbaris rapi.


Tiba tiba Hery menghentikan langkahnya karna ia mendapatkan ide.


"Maaf aku akan sedikit nakal malam ini.. Ampuni aku" Ucap Hery dan bergegas kesuatu tempat.


***


Debora...


"Aaahhkkk..."

__ADS_1


...


Off... Takut nih gak lulus... lulus ya... gk parah parah amat kok itu... Amin... like looo.. Deg degan ni tunggu Review nya..


__ADS_2