AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 231


__ADS_3

Hal itu yang membuat Rena serasa di jadikan ratu yang sebenarnya oleh Hery.


"Aku mau kamu jangan dengar dengar lagi omongan orang ya.." Tiba tiba Hery membahas masalah yang lain.


"Maksudnya..?" Rena menatap Hery penuh tanda tanya.


"Kamu pikir aku gak tahu kenapa tadi kamu tiba tiba minta di cium di depan umum..?" Hery mendekatkan hidungnya dan hidung Rena.


"Hah..?"


"Sayang.. Apa kamu gak percaya sama cinta aku ini..? Makanya kamu sampai dengar omongan orang dan gak percaya sama aku..?" Hery mencium ujung hidung Rena.


"Maksud kamu.. Pekerja kamu itu tadi..?" Rena membulatkan matanya.


"Iya.."


"Kamu dengar juga..?" Rena mengendurkan peluknya.


"Aku dengar.. Kan aku punya kuping juga. Lagian aku tu tahu banget kamu sayang.. Kamu itu gak akan mau pamer kemesraan sembarangan. Tapi tadi.. Aku yakin, kamu mau nunjukkin kalau aku cuma cinta sama kamu aja di depan banyak orang kan..?" Jika Rena mengendurkan pelukkan maka Hery yang mengencangkannya lagi.


"Sayang aku..." Rena malu dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Sayang.. Kenapa..? Kok malu.. Coba jelasin sama aku." Hery mengangkat dagu Rena lagi.


"Aku dengar.. Dulu kamu suka seorang wanita, namanya Lita.. Apa betul..?" itu menjadi buah pikiran Rena sejak ia mendengarnya tadi.


"Lita..? Eemmm..?" Hery berpikir.


Rena menatap dengan lemah. Laki laki yang ia cintai ini mungkin masih memiliki rasa pada wanita itu. Apalagi penuturan pekerja tadi mengatakan dulu Hery sempat suka pada wanita itu.


"Aku gak tahu pandangan orang orang tapi kalau aku.. Maaf, gak ada.." Hery menjawab dengan lugas dan jelas.


"Betul..?" Rena masih tak percaya.


"Aku kan pernah bilang.. Sebelum sama kamu, aku gak pernah dekat sama wanita lain, mungkin orang orang yang berspekulasi lain dari yang aku lakukan.. Aku sama Lita.. Gak ada apa apa dulu.. Suka dia..? No.." Hery menaril Rena dalam pelukknya lagi.


"Iya sayang.. Aku sama Lita dulu cuma sekedar kerja sama. Aku cuma pernah bayarkan dia makanan di kantin.. Mungkin karna itu orang orang kira aku suka dia.." Jelas Hery lagi.


"Coba cerita yang lebih detail lagi..!" Pinta Rena.


"Oke sayang.. Karna aku sayang banget sama kamu.. Aku ceritakan.. Dulu.. Kami makan siang di kantin.. Aku, Roy, Roby. Dan si Lita itu sama teman temannya juga. Aku gak tahu dari mana dia, tapi tiba tiba dia sudah ada aja di samping aku dan bayar makanan dia dan teman temannya katanya waktu itu dia lagi ulang tahun jadi dia traktir teman temannya. Eeh ternyata uangnya kurang tuh.. Jadi dia bingung.. Aku bayarin aja, karna cuma kurang beberapa ribu aja kok.. Kalau gak salah itu 90 ribu atau 100 ribu gitu.. Ya dia senanglah di bayarin.. Ya teman temannya langsung heboh lah... Karna aku bayarkan makanan mereka itu... Ya udah gitu aja abis itu paling ketemu pas dia antar berkas keuntungan bulanan.. Dan kayaknya sejak itu teman temannya sering jodoh jodokan dia sama aku.. Padahal ck.. Gak ada apa apanya.. Baru di traktir aja kok senengnya selangit.." Cicit Hery di ujung ceritanya.


"Betulan ya sayang.. Aduh.. Aku kok jadi takut.." Rena meremas tangannya.

__ADS_1


"Takut apa lagi..?" Hery menatap Rena serius.


"Aku takut.. Takut nanti banyak cewek yang dekati kamu karna tahu yang sebenarnya.." Rena membuat jantung Hery bersenam saja.


"Ck.. Kirain takut apa.. Terus..? Kalau ada cewek yang dekatin aku gimana..?" Hery gantian membuat Rena yang senang jantung.


"Gak boleh lah.." Rena memukul dada Hery.


"Oohhh.. Tapi kamu kan cewek sayang..? Boleh aja.." Hery mengecup tangan yang memukuli dadanya tadi.


"Ya kan aku istri kamu.. Ya boleh lah.. Kalau cewek di luar sana yang gak boleh.." Rena mencibir Hery.


"Sayang sayang.. Kurang kah tiga ini..?" Hery mengelus perut Rena.


"Hah..?" Rena mengerutkan kening.


"Kurang kah tiga ini jadi bukti cinta aku..?" Ulang Hery.


"Ck.. Apaan sih..?" Rena mengusap perutnya juga.


"Kayaknya kurang buat buktikan cinta aku ini.." Hery memainkan kembar yang di miliki Rena.

__ADS_1


"Issshh apa sih..?" Rena tersenyum mendengar godaan Hery.


Hery..


__ADS_2