
"Sampai suatu saat aku.. Lelah menunggu.. Mungkin aku yang terlalu bodoh.. Aku dan Papa di Singapura menyewa sebuah rumah yang sederhana. Yang penting aku dan Papa aman dan bisa tenang melakukan pengobatanku.. Sedangkan Mama tinggal karena saat itu, kakeku di Jerman sedang sakit. Jadi Mama harus mengurus kakek dan tidak bisa ikut aku dan papa ke Singapura.
"Hari hari.. Aku di temui oleh dokter yang menangani aku.. Mereka melakukan segala cara agar aku bisa berbicara.."
Flashback on Bisma Kecil.
"Bisma sayang.. Ini dokter Lou.. Dia akan berusaha bantu kamu bicara sayang.." Ucap Rafa dengan lembut pada Bisma. Bisma hanya bisa mengangguk.
"Hallo.." Sapanya.
Pengobatan Bisma berjalan lancar. Kadang Rafa juga menghubungi Marry untuk mengatakan kemajuan pengobatan Bisma. Marry sangat senang mendengar adanya kemajuan untuk Bisma. Dan dengan alasan itu Rafa dan Bisma lebih lama di Singapura.
Belum lagi Bisma memang menyukai negara itu. Negara kota dengan kesibukkan dan dengan teknologi yang hebat hebat pula yang menarik perhatian Bisma.
Bisma sering tersenyum dan bahkan memperlihatkan deretan gigi putihnya. Itu semakin membuat Marry senang di Jerman.
Biasanya Jangankan bicara, Bisma tersenyum saja jarang tapi setelah melihat kemajuan ini Marry yakin anak tampanya itu akan segera menjadi dirinya sendiri.
Bila tak ada jabwal temu dengan Dokter maka Rafa mau tak mau membawa Bisma ke perusahaannya yang ada di Singapura ini. Memang hanya cabangnya, dan masih sangat kecil tapi justru perusahaan yang kecil ini membutuhkan banyak kerja keras agar menjadi perusahaan besar kelak.
Bisma dengan polosnya ikut sang Papa ke tempat kerjanya. Di tinggalkan di ruangan pribadi. Bosan dengan mainan di tasnya, Bisma membuka lemari yang ada di sana. Berharap ada mainan atau gawai yang dapat di mainkannya.
__ADS_1
Tapi nyatanya bukanlah gawai maupun mainan. Melainkan baju baju Papan yang ada di sana. Otak Bisma berputar.
"Pasti untuk pakaian ganti jika papa kebahasan karena hujan seperti aku yang sering kebasahan, baju aku di mana mana.." pikir seorang bocah umur 12 tahun.
Bisma menutup pintu lemari itu. Dan ia beralih ke pintu di sebelahnya lagi. Di sana hal yang lebih mengejutkan Bisma. Dan ada barang barang yang ia tidak ketahui fungsinya apa.
"Mungkin punya Mama.."
Sangat tipis dan terbuka, baju baju yang merusak mata Bisma. Untung saat itu ia tak mengetahui kegunaannya.
Bisma melihat sesuatu yang lain juga ada di sana.
"Apa ini balon..?"
"Eehh kok gini bentuknya..?" Bisma bertanya dalam hatinya.
Bentuk lonjong panjang. Bisma mulai menggigit bibirnya takut.
Cepat cepat Bisma kecil membuang balon yang ia tiup itu ke dalam tempat sampah.
Ingin ia langsung bertanya pada sang Papa tapi ia tidak mempunyai keberanian untuk sejauh itu.
__ADS_1
Satu bulan berlalu, Bisma dan Rafa masih menetap di Singapura dan berjauhan dengan Marry.
Hari ini hujan deras melanda, Rafa membawa seseorang ke rumahnya. Bisma di temani maidnya hanya diam dan tak ingin banyak bertanya. Padahal Maid itu pasti mengerti siapa gadis cantik yang di bawa Rafa.
"Bisma.. Ini Aiko.. Rekan kerja papa.. Dia sekretaris Papa di perusahaan kamu pasti pernah liat dia.." sergah Rafa.
"Dia akan menginap di sini malam ini.. Di luar hujan dan badai.. Jadi Papa bawa Aiko ke rumah kita aja.."
"Hai.." Sapa gadis berkulit putih, rambut hitam panjang dan luruh, mata sipit dan hidung mancung, bertubuh mungil tapi memiliki bagian bagian menonjol.
Bisma menelan salivanya susah payah. Lalu ia mengangguk paham.
"Papa akan antar Aiko ke kamarnya dulu ya.. Makan yang banyak.." Ucap Rafa.
Bisma hanya mengangguk sekali lagi untuk menandakan ia setuju.
Rafa dan gadis itu menaiki tangga, mata Bisma tak bisa lepas dari keduanya. Seolah ia sudah menaruh curiga pada gadis itu.
"Tuan.. Makananya.." Panggil Maid Bisma.
Sampai malam pun tiba. Bisma tak bisa tidur, Rafa datang untuk mengatakan selamat malam padanya seperti biasanya.
__ADS_1
"Sayangku.. Istirahatlah ya.. Tidur yang nyenyak.. Di luar hujan deras sekali ya.. Untung saja tadi papa bawa pulang Aiko, kalau gak.. Mungkin papa gak pulang ke rumah karena tersangkut hujan.." Oceh Rafa.
Bisma..