
Suasana kamar Adel dan Bisma mencekam.
Adel menatap Bisma kejam.
"Katanya gak akan lagi..!?" Sepertinya Adel benar benar marah.
"Maaf Adel.. Aku.. Aku khilaf.. Aku minta maaf..." Bisma merasa bersalah membuat Adel menunggu sampai tertidur.
"Maaf maaf.. 4 jam aku tunggu Ma.." Adel menekan nekan kening Bisma.
"Ya maaf.. Itu terakhir kalinya.. Aku janji.. Setelah ini juga kan kita pulanh ke Indo. Di sana aku gak ngapa ngapain kok.. Aku janji.." Bisma meyakinkan Adel.
"Awas kamu.. Untung tadi ada cowok itu yang kasih kabar aku.. Kalau gak..?" Bisma mengangkat wajahnya menatap Adel.
"Ya.. Dia itu kakaknya Albert.." Sahut Bisma lagi.
"Ya kakaknya yang temani kamu tadi di dalam kamar dan berjam jam.." Adel melipat tangannya di dada.
"Ya.. Maaf.. Tapi apa dia baik sama kamu tadi..? Dia itu galak looo.." Ucap Bisma lagi malah ngibah Kakak Albert.
"Dia tu galak sama kamu aja, sama aku gak.. Kamu itu sama adiknya yang bikin dia galak.." Sarkas Adel lagi.
"Hehehehe.. Iya juga ya.." Bisma menggaruk pelipisnya.
"Oohh ya ampun..." Adel menepuk keningnya.
__ADS_1
"Dia punya mata yang baguskan.. Tubuhnya juga bagus.." Bisma berbicara sambil menatap ke luar jendela.
"Siapa..?" Adel jadinya tidak nyambung dengan pembicaraan Bisma.
"Stuart.. Kakaknya Albert. Mereka punya tubuh yang sama sama indah.." Bisma memimbulkan senyumnya.
"Kamu liat di mana..?" Adel menyipitkna matanya.
"Aku ada liat foto mereka berdua di sosmed Albert.. Kayaknya mereka lagi mandi di kolam renang gitu terus gak pake baju.. Dan ya tubuh mereka sama sama indahnya.." Bisma tersipu malu sendiri.
"Bisma..!" Bentak Adel.
"Hahh..?" Bisma sadar.
"Iiiiiiihhh.." Gemas sekali Adel ingin mencakar cakar Bisma saat itu juga.
"Oohh Tuhan.." Adel pasrah.
***
Hari hari berlalu. Adel dan Bisma sudah di Indonesia, mereka tinggal di rumah yang Bisma beli untuk mereka tinggali. Bisma tetap bekerja di perusahaan Hery tapi bukan lagi sebagai OB tapi sebagai seorang marketing.
Adel di rumah, beres beres rumah adalah tugasnya. Bisma pulang dan semuanya sudah di siapkan oleh Adel. Makanan, air untuk mandi rumah juga beres.
Kehidupan yang baik berjalan satu bulan ini. Adel juga tenang karna Bisma tidak melakukan hal hal aneh. Adel sering menghubungi Marry menanyai kabar Marry. Marry juga sangat senang mengetahui semuanya baik baik saja.
__ADS_1
Roy dan Debora. Rumah tangga mereka baik baik saja meski harus membagi waktu juga untuk istri kedua Roy. Kehamilan Debora juga sehat, Nur juga menepati janjinya, ia tidak melakukan hal hal aneh lainnya.
Debora selalu ikut Roy ke kantor seperti biasanya. Roy sedikit khawatir karna kandungan Debora semakin besar. Sering kali juga Roy minta agar Debora tinggal saja di rumah, tapi Debora yang menolak dan tetap memaksa untuk ikut.
Seperti hari ini. Debora ikut Roy ke kantor tapi sepertinya ia mulai merasa bosan tidak ada pekerjaan lain, selain memainkan ponsel, duduk, tiduran, menunggu Roy pulang.
"Haaaahh.. Aku bosan.. Eeemm Rena lagi apa ya..?" Debora menghubungi Rena.
"Halo Ren.."
"Halo.. Debora.. Tumben telpon siang siang..?" Terdengar suara manis Rena dari seberang telpon.
"Aku lagi bosan di kamar ini.. Kamu lagi apa Ren..?" Debora bangun dari baringnya dan duduk tenang saja.
"Aku lagi sama Adel. Kami lagi catat bahan bahan masakan.. Besok rencananya aku sama Adel masak masak bareng.." Sahut Rena
"Wahh kayaknya seru tuh besok.. Aku boleh ikut gak..?" Debora juga langsung tertarik dengan yang di lakukan Rena dan Adel.
"Ya bolehlah.. Malah tadi aku mau hubungi kamu.. Tapi tunggu semua bahannya terkumpul.. Eeem kamu mau di masakin apa bumil..?" goda Rena
"Eeem aku sih makan apa aja mau Ren.. Aku hamil ini senang benget makan..." Sahut Debora juga.
"Oke deh kalau gitu ikut menu kami dua Adel aja ya.." Saran Rena.
"Oke aja tuhhh boleh.. Eemm apa aja menunya..?" Tanya Debora penasaran
__ADS_1
"Eeemm rahasia donk.. Tapi menunya ada 5 jenis looo.." Bukannya menjawab Rena malah membuat Debora semakin penasaran.
Off dulu..