AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 300


__ADS_3

Stuart memegangi pipinya yang terkena bogeman Bisma.


"Lawan aku..!" Bisma menegakkan tubuhnya.


"He.. Laki laki lemah seperti kamu.. Bukan lawan ku.." Stuart bangkit.


Bisma mengumpulkan tenaga rasa amarah juga mendorongnya untuk berhadapan dengan Stuart.


Bisma menoleh pada Adel yang terbaring lemah. Rasa ingin menangnya membara.


"Adel.. Aku akan menang untuk kamu menang.." Bisma mengelus kening Adel.


"Mari sini kau..!" Stuart langsung menerjang dan menyerang Bisma.


Terjadi adu gelut keduanya, Adel yang awalnya menutup mata kini membuka matanya lebar lebar. Stuart sangat mengintimidasi Bisma. Bagaimana tidak Stuart adalah salah satu petarung MMA. Tentu ia tahu cara cara mengunci gerakkam lawannya.


Bisma meski demikian ia tetap berjuang.


"Akan aku patahkan lehermu..!" Stuart mencekram leher Bisma.


"Coba saja.." Bisma menahan dengan menutup sebelah matanya.


Seeettt..


Buggh


"Aaahhkkk" Stuart meremang. Bisma menentang tepat di bagian panggkal pahanya.


"Hosss hosssss..." Nafas Bisma beradu.


"Adel ayo pergi.." Bisma menggendong Adel.


"Kamu pikir bisa lari dari aku.." Meski masih kesakitan Stuart berusaha bangkit.


"Aku akan tetap bawa Adel ku.." Bisma menggdong Adel.


"Kau... Kau.. Sstttttttt..." Stuart memegangi bagian yang sakit.


Bisma membawa Adel pergi dari kamar itu.


"Maafkan aku Adel.. Aku.. Aku terlalu.. Terlalu lemah.." Ungkap Bisma.


"Eeehhh?" Albert melihat Bisma dan Adel keluar dari kamar Stuart.

__ADS_1


"Stuart gak membutuhkan Adel lagi.. Makanya aku ambil Adel lagi.." Cicit Bisma.


"Iya kah..?" Albert menggaruk keningnya.


"Iya.. Tanya aja sama Stuart di dalam itu.. Oh ya.. Apa kamar kamu tadi kosong..?"


"Iya.. Kosong.." Mungkin Albert terlalu polos dan bodoh.


"Aku pinjam.." Bisma berlalu dengan Adel di gendongannya yang tak mengenakan satu helai benang pun.


.


.


.


.


.


"Aku... Aku.. Aku rasa anggapan Rena dan Hery bilang aku cocok sama Dion itu gak betul.. Mereka gak liat apa.. Dion itu laki laki baik, tampan, muda, mapan, mana ada cocok sama wanita seperti aku.. Coba kamu liat aku.. Aku wanita yang bercerai dengan suaminya, aku wanita yang tengah mengandung anak dari mantan suaminya, aku aku.. Aku..??!" Debora emosi sendiri menjelaskan semua itu.


"Siapa yang bilang kamu gak cocok sama aku.." Tatapan tajam dari Dion.


"Ck.." Dion berdecak kesal.


"Lalu, kalau misalnya Dion punya rasa sama kamu apa kamu..?" Goda Dion.


"Halu.." Cicit Debora.


"Eeehhh kok halu..? Gak misalnya.. Kalau Dion punya rasa untuk kamu.. Apa kamu mau sama laki laki sedarhana seperti dia..?"


"Mana ada sederhananya..! Dia itu sempurna.. Laki laki yang sempurna gak akan cocok sama wanita yang penuh noda ..." Ungkap Debora lagi.


"Noda..? Noda apa..?" Dion tak terima.


"Noda kehidupan.." Debora menyengir.


"Ck.." Dion menarik Debora dalam peluknya.


"Tidurlah.." Dion membelai rambut Debora lagi.


"Cukup sampai di sini dulu ungkapan hatinya.. Aku udah tahu yang kamu rasa Debora.. Secepatnya aku lunturkan rasa kamu itu.." batin Dion.

__ADS_1


Seketika itu juga Debora terlelap, mungkin kerena ia memang mengantuk. Di tambah lagi kehangatan tubuh Dion membuatnya nyaman.


.


.


.


.


.


.


Sedari tadi Bisma membujuk Adel. Adel sama sekali tak ingin mengatakan satu patah kata pun pada Bisma.


Sedangkan laki laki terus menangis dan meminta maaf pada Adel.


"Del.. Tatap aku.. Maafkan aku.. Aku gila.." Bisma bersujud di kaki Adel.


"Adel.. Aku.. Aku yang salah.. Maaf.. Aku.. Aku.." Bisma tak mampu berbicara lagi. Suaranya tenggelam oleh tangisnya.


"Adel.... Aku cinta kamu.." Bisma memeluk Adel.


Adel memang tak melarang ataupun membalas, ia hanya tetap diam dan debgan tatapan kosongnya.


Bisma membawa Adel berbaring bersamanya. Berharap keesokkan harinya mereka akan menjalani hidup barunya lagi.


"Aku mohon.. Aku mohon.. Aku mohon.. Maafkan aku.. Maafkan aku.." Bisma membelai rambut Adel, dan terus mengulang ulang kalimat itu.


.


.


.


.


.


.


Debora..

__ADS_1


Maaf ya slow aja.. Jangan terlalu dan berlebih lebihan.. Othor gak kuat... Hihihi kasian sama Bisma dan Adelnya.. Nanti abis ini.. Penjelasan semuanya, apa yang menimpa Bisma di masa kanak kanaknya dulu.


__ADS_2