
"Iya kah..?" Hery juga ikut melihat wajah baby Elf dan dirinya.
"Kemarin aku kira yang di ujung mata Baby Elf itu cuma tanda lahir atau bawaannya tapi aku perhatikan baik baik itu kayak tahu lalat gitu.. Makanya aku bilang mirip banget sama kamu Hel.." Rena dan Hery saling melempar tatapan.
"Iyakah..?" Hery masih tak percaya.
"Eeehh iya ya.. Baby Elf mirip aku.." Rena tiba tiba merasa tak enak hati jika membicarakan kemiripan Hery dan anak anaknya karna, seharusnya tak mirip sama sekali dengan Hery.
"Waaahhh mirip sekali.. Ya kan sayang.." Hery dengan telaten mengendong baby Elf.
"Eeemm iya kalian berdua mirip.." Rena pura pura baik baik saja meski sedikit canggung.
Hery menyadarinya. "Pasti ada sesuatu yang ia pikirkan..."
"Dan Baby Alf sangat mirip Rena.. Eeeemm imut sekali.."
"Seandainya aku bisa punya yang begini juga.. Pasti imut juga." Gumam Bisma dalam hatinya.
***
"Selamat tidur sayangku.. Selamat tidur..." Hery mencium kedua anaknya sebelum ia juga tidur bersama Rena.
Hery tak ingin jauh jauh dari kedua anaknya, maka ia membawa tempat tidur anaknya ke dalam kamarnya dan Rena. Jadi jika anak anaknya memerlukan mereka, mereka bisa cepat bangun dari tidur dan menemani anak anaknya.
"Ooooww... Sekarang aku sayang sayang sama istri aku ini.." Hery memeluk Rena dengan erat.
Rena sudah menunggu di tempat tidur karna Hery tak cukup hanya jika hanya lima menit mengucapkan selamat malam pada anak anaknya.
"Sayang aku mau tanya sesuatu..." Hery memulai pembicaraan.
"Eeeemm apa..?" Rena memainkan rambut Hery.
"Apa yang kamu pikirkan..? Apa yang ganggu pikiran kamu..? Aku liat kayaknya ada yang kamu pikirkan dan kayaknya berat banget." Tambah Hery lagi.
__ADS_1
"Gak ada kok sayang.. Apa sih..?" Rena mencoba membohongi Hery.
"Kamu gak boleh bohong sama suami Sayang.." Hery memperbaiki posisinya. Kini ia duduk sempurna di hadapan Rena.
"Aku bisa liat semuanya.. Aku bisa rasa juga apa yang kami rasa. Apa kamu pikir aku nikah sama kamu cuma bisa bahagiain kamu, kasih semua yang kamu mau, lindingi kamu? Gak sayang.. Bukan sekedar itu, bahkan itu semua tanggung jawab aku. Aku nikahi kamu karna aku mau pahami kamu, aku mau belajar sama kamu, belajar jadi seorang suami yang baik, Papa yang baik untuk anak anak kita. Dan salah satu caranya aku pahami kamu, aku cari tahu apa yang buat kamu terganggu. Apa yang pikirkan, dan kalau itu berat, aku bakal usahakan untuk ringankan.. Jadi tolong. Bantu aku pahami kamu dari segi mana pun.." Hery suami idaman sekali.
"Hery... Aku..." Rena ragu mengatakannya.
Hery meneliti wajah dan ekspresi Rena.
"Apa kamu ada masalah tentang Alf dan Elf..?" Satu satunya yang, pasti menganggu Pikiran Rena.
"Hery..." Rena semakin di sudutkan Hery dengan menduga apa yang Ia pikirkan.
"Jangan panggil aku Hery. Aku ini suami kamu, patut kamu panggil sayang.. Bahkan yang paling benar adalah Papa.." Protes Hery.
"Iya.. Sa.. Sayang.." bingung harus mulai dari mana.
"Apa.. Bilang sekarang.. Aku mau dengar dan aku siap jawab kalau itu sebuah pertanyaan." Hery mengangguk anggukan kepalanya berkali kali.
"Sayang... Liat aku.." Hery tetap tersenyum manis pada Rena.
"Aku Papa mereka. Dan gak ada yang bisa ngelak tentang itu. Aku paham yang kamu bicarakan dan kamu resahkan ini. Tapi aku mohon sayang.. Percaya sama aku, yang kamu pikirkan memang gak salah, tapi gak salah juga kalau kamu pikir aku sayang mereka, aku Papa mereka, mereka sayang aku. Masalah mirip atau gak itu, aku gak peduli yang aku tahu mereka anak aku, cukup itu..." Rena masih tak enak hati.
"Sayang. Aku mohon. Kasih aku kesempatan sekali aja buat buktiin sama kamu kalau aku ini Papa mereka. Kamu bakal liat nanti, bahkan mereka lebih sayang sama aku di banding kamu sayang.." Hery sangat yakin.
"Aku gak masalah itu Her.. Aku percaya sama kamu tapi.." Masih ada yang mengganjal.
"Kamu takut orang lain. Siapa yang berani bicarakan anak anakku, aku jahit mulutnya nanti.." Wajah Hery berubah total. Sangat tegas dan seperti tak mengenal ampun.
"Hery.." Rena melemah dan memeluk Hery.
"Aku sudah bilang, kamu cukup percaya sama aku. Aku gak peduli mau anak anak aku mirip aku atau gak.. Tapi yang pasti mereka bukan anak orang lain tapi cuma anak aku..." Hery sangat tegas dan terdengar sangat serakah bila menyangkut anak anaknya.
__ADS_1
"Ya sayang... Aku percaya.." Rena takut melihat Hery yang seperti ini.
"Ya sayang.. Itu yang harus kamu tahu..." Hery merubah wajahnya lagi. Menjadi seorang yang lebih hangat dan penuh cinta.
"Sa.. Sayang..." Rena masih terkejut dengan perubahan Hery yang tiba tiba tadi.
"Maaf sayang aku terlalu posissif kalau masalah Alf dan Elf." Hery juga merasa bersalah.
"Sayang..." Rena mengerti.
Rena terharu dengan Hery yang sangat keras akan cintanya. Hanya pada Rena dan anak anaknya Hery seperti ini.
"Aku sangat sayang kalian... Makanya aku gak mau kalian kekurangan apa pun sama aku. Aku mau jaga kalian dan berharap kamu bergantung sama aku aja gak boleh sama yang lain..." Hery kembali bermanja manja pada Rena.
Sama seperti laki laki lainnya yang ingin melindungi orang orang tercintanya. Selama ini Hery yang kita kenal bukanlah seorang yang arogan, apalagi pemaksaan. Ia hanya sedikit usil pada Rena dan bucin. Tapi di balik itu semua, rupanya Ada Hery yang sangat tegas dan keras.
"Makasih Sayang sudah mau terima aku dan anak anak..." Rena menangis kali ini.
"Haaaissss sayang... Jangan nangis ooowww mama muda ini.." Hery menarik Rena dalam pelukannya.
"Aku rasa buruk sama kamu, Alf dan Elf..." Rena masih sedih hati.
"Sayang.. Sudah.. Aku gak perlu kemiripan anak anak sama aku.. Aku cuma perlu mereka sayang sama aku.. Itu aja.. Cuma itu. Aku juga harap kamu bisa cintai aku seperti biasanya. Aku juga mau di cintai kamu..." Permintaan yang paling kecil yang pernah di minta Hery pada Rena.
"Ya aku cinta kamu, aku cinta banget sama kamu.. Kamu punya aku... Aku punya kamu.." Rena berbalik bermanja manja pada Hery.
"Mari kita bangun cinta yang lebih besar lagi sayang... Dan ingat janji kamu..." Hery mencium bibir Rena dengan sangat lembut.
"Oke... Aku ingat.. Dan aku janji sayang.. Taoi untuk sekarang sabar dulu ya..." Rena mengelus elus rambut Hery.
Sementara itu Debora dan Roy juga memadu cinta mereka.
"Aaaahh Debora.. Aku mencintai kamu.. Kamu selalu mengambil hati aku.."
__ADS_1
Roy...
Off dulu kawan.. Salam hangat dari Rena dan keluarganya. Eeemm guys mau tanya nihhh.. Mau kisahnya Bisma gak nih.. Kalau mau kan abis Cerita kita ini tamat, nah author bikinkan deh ceritanya Bisma.. Gimana.. Mau?