AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 125


__ADS_3

Rena menutup mulutnya. Tatapan Matanya tertuju ke depan.


"Hery...? Apa aku gak salah liat.. Kamu...?" Dada Rena kembang kempis.


"Hery..?" Rena sungguh malu melihat ini.


"Kenapa sayang..?" Hery di hadapan Rena sangat menganggu malam ini.


Rena tersenyum tanpa henti. "Kamu.. Aaaaaahhh.." Rena sangat antusias memeluk Hery.


"Ya ini aku kenapa.. Suka?" Hery membalas pelukkan Rena.


Hery sengaja menyiapkan ini semua malam ini. Malam istimewa untuk Rena, untuk sang istri tercinta.


"Kamu ganteng banget..." Rena sangat gemas melihat Hery malam ini.


"Ya donk.. Baru tahu kah kalau suami kamu ini ganteng?" Hery semakin menjadi jadi.


"Sayang.. Jangan kasih liat kamu yang ini ke siapa pun ya... Cuma aku aja yang boleh liat.. Ini semua punya aku.." Rena melihat seluruh tubuh Hery.


Malam ini Hery sangat seksi dan menggoda iman wanita manapun yang akan melihatnya, pesonanya semakin di perlihatkan, siapa pun yang melihatnya akan berpikiran sama dengan Rena.


Hery sangat seksi, Hery mengenakan kameja yang tak di kancing habis, dada dan perutnya sedikit terlihat. Celana hitam panjang yang menutupi kaki jenjang Hery. Rambut yang di sisir rapi, terkesan seperti tokoh tokoh komik online.


"Kamu suka ini kan..?" Hery merentangkan tangannya.


"Hery kamu...?" rupanya ini masih termasuk dalam daftar keinginan Rena, Hery baru tahu kalau Rena sangat suka membaca komik online, dia bukan tertarik dengan ceritanya tapi ia hanya suka melihat tokoh laki lakinya saja.


Hery baru tahu saat ia mencari data Tentang Rena, ia mendapatkan beberapa komentar Rena di salah satu aplikasi, dan semua komentar Rena itu hanya tentang tokoh laki lakinya saja, oleh karna itu Hery membuat ini semua.


Dengan tokoh yang di sukai Rena dan Hery berusaha berdandan layaknya sang tokoh. Mirip seperti sang tokoh, apalagi di bagian tubuhnya.


"Sayang..." Rena terus bermanja pada Hery.


"Ya sayangku.. Kenapa.. Masih ingat ya..?" Rena tidak dapat menahan tawanya.


"Ya aku masih ingat kok, itu dah dulu banget sih, dulu aku gak bisa beli buku komik atau pun novel, jadi aku baca komik Online aja. Eeh di komik Online tokohnya itu ganteng banget.." Rena malu malu.


"Ooohh terus yang di depan kamu ini gak ganteng kah..?" Hery iri Rena mengatakan kalau tokoh itu sangat tampan.


"Yang ini lebih ganteng, bisa aku sentuh, aku cium, aku peluk.. Ini punya aku aja.." Rena memeluk Hery dengan erat.


"Ya sayang dan malam ini aku akan melayani kamu seorang.." Hery menunduk memberi hormat pada Rena.

__ADS_1


"Oowww.. Aku senang banget.." Rena sangat senang malam ini, ia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya ini.


"Oke ratuku, mau aku layani yang mana terlebih dahulu. Anggap aja aku ini pelayan kamu, kamu boleh perintahkan aku apa aja.." Hery berkacak pinggang.


"Aahh.. Gantengnya.." Rena sangat gemas.


"Aku mau.." Rena membisikan sisanya di telinga Hery.


Hery membulatkan matanya tak percaya. "Kamu yang betul sayang..?" Hery sangat terkejut permintaan Rena barusan.


"Ya sayang apa salahnya, malam ini cerah kok gak akan hujan..." Rena mengedipkan matanya.


"Oohhh sayangku.. Kamu yakin..?" Tanya ulang Hery.


"Ya sayang.. Aku sangat yakin.. Malam ini milik kita.." Tambah Rena lagi.


***


"Aaahh segarnya..." Roy baru saja selesi mandi, ia masih mengeringkan rambutnya.


Debora hanya memandangi Roy dari jauh saja, tak berani mendekat dan menggoda Roy. Ia berusaha menahan niatnya.


Malam ini Debora merasa sangat ingin melakukannya dengan Roy. Entah pengaruh karna program hamil yang di lakukan Debora atau semacamnya, tapi Debora di buat sangat ingin melakukannya.


Hormon ini juga berperan sangat penting dalam proses Reproduksi dan perkembangan seperti kehamilan dan menstruasi. Selain itu hormon ini juga berperan dalam masa pubertas dan menopause seorang wanita.


Apalagi dengan adanya program kehamilan yang Debora terapkan beberapa minggu lalu dan inilah saatnya memulai program itu.


"Bagaimana ini..?" Debora ingin mengatakanya pada Roy tapi ia malu.


"Debora, mana minyak rambut yang kamu pakaikan kemarin, aku mau pake.." Roy sedang menyisir rambutnya di depan cermin, ia melihat bayangan Debora dari cermin.


Roy melihat Debora seperti tidak tenang dari tadi, "Apa yang terjadi padanya, Kenapa dia sepertinya aneh..?" Roy juga melihat dengan jelas gerak gerik Debora.


"Ini Roy.." Debora menyerahkan vitamin rambut yang sering Roy sebut Minyak rambut.


"Eeemm.." Roy menganggukan kepalanya dan Debora dengan cepat berlalu dan keluar dari kamar.


Roy menatap punggung Debora. "Dia kenapa sih..?" Roy menggaruk kepalanya.


"Eeehh.. Ini tanggal berapa ya..?" Roy mencari ponselnya tapi tak menemukannya.


"Iss kalau di cari gak ada kalau gk dicari ketemu terus..." Kesalnya.

__ADS_1


Tiba tiba ponsel Roy berdering, "Oohhh di sini.." Roy menemukan ponselnya di dalam tasnya yang ia bawa ke kantor tadi.


"Halo..."


"Halo selamat malam Tuan Roy. Ini saya dokter yang menangani Nyonya Debora. Tuan program hamil yang Nyonya Debora sudah bisa di lakukan, saya sedari tadi berusaha menghubungi Nyonya Debora tapi tidak di jawab, oleh Karna itu saya hubungi tuan.." ucap Dokter itu dari sebrang telpon.


"Lalu dok apa yang harus kami lakukan...?"


Roy baru mengingat juga masalah ini.


"Ya tuan anda dan Nyonya Debora sudah boleh berhubungan Badan, ingatkan Nyonya Debora untuk selalu meminum obat dan vitamin yang saya berikan. Itu sangat membantu program inu berhasil. Saya sarankan berhubungan yang biasa saja, jangan terlalu kasar mengingat Nyonya Debora beberapa waktu lalu keguguran. Untuk durasi itu tuan dan Nyonya Debora saja yang atur." Terang sang dokter.


"Terimakasih dok untuk sarannya." Roy mamutuskan telponnya dan bergegas mencari Debora.


"Debora...?" Roy tak menemukan Debora di dapur.


"Bi.. Apa ada Debora ke sini..?" Hanya ada Bi Mila di dapur seorang diri.


"Gak ada tuan, saya sendiri dari tuan. Nyonya hanya minta saya untuk buatkan tuan bubur. Setelah itu nyonya tidak ada lagi ke sini tuan." Jelas Bi Mila.


"Oke.." Roy bergegas lagi mencari Debora.


"Debora..?" Ruang tengah pun tak ada.


"Dimana dia..?" Roy mulai panik.


"Teras.. Taman..?" Roy bebgegas  ke teras dan taman yang ia ingat itu.


Ternyata benar ada Debora di sana ia hanya menatap kolam ikan koi dan melempar beberapa makanannya.


"Debora.." panggil Roy.


"Hah..?" Debora sangat terkejut Roy datang menyusulnya.


"Kamu sudah di hubungi dokter, katanya.."


"Aku tahu Roy.." Debora memotong ucapan Roy.


"Aku..." Debora ragu mengatakanya. Ia takut Roy akan menolaknya, apalagi setelah mendengar ucapan Roy tadi.


Roy...


Off dulu ya..

__ADS_1


__ADS_2