
Rena tidak tahu harus menanggapi seperti apa ocehan dari Debora. masuk lagi ke dalam unitnya dengan perasaan yang gelisah. Apakah yang dikatakan oleh Deborah itu benar?
Rena memilih untuk mandi agar tubuhnya kembali segar,
"Yang dikatakan Debora itu hanyalah bohong itu hanya ada di dalam cerita cerita drama di televisi itu tidak akan terjadi di dunia nyata.. Ayolah Rena sadar Jangan percaya ocehan bodohnya, ingat kamu yang paling disayang Roy" pikir Rena di kamar mandi.
Sementara itu Roy kini berada di kantornya dan pastinya ditemani oleh asistennya yang setia yaitu Heri
"Heri Bagaimana rencana kita tentang perceraian ku dan Debora Apakah lancar?"
Heri pun mengalihkan perhatiannya kepada bosnya sekarang
"Tuan Roy semuanya berjalan dengan lancar untuk sementara ini sedang 70% dalam pengerjaannya dan saya yakin ini akan berhasil dan tentunya yang Tuhan juga akan mengerti, semua bukti-bukti juga sudah kami kumpulkan se detail mungkin dan selengkap mungkin, saya juga berharap Tuan akan segera bercerai dengan Nyonya Debora" ucapan dengan yakin dan dirinya juga sangat mendukung keputusan Roy untuk bercerai dengan Debora.
Roy tersenyum pada Heri "Terima kasih Terima kasih her kamu memang asisten terbaik dan teman terbaik dalam hidupku aku akan segera memberikanmu bonus lagi"
Kembali lagi kepada Rena di unitnya ini karena sedang menyisir rambutnya tiba-tiba terkejut dengan suara sesuatu yang menabrak jendela
"Apakah itu?" Rina bangkit dari duduknya dan berjalan kearah jendela. rupanya di jendela balkonnya tersebut ada seekor burung yang menabraknya burung tersebut pingsan, sontak Rena pun mengemut burung itu dan saat itu juga si burung terbang dari tangan Rena.
Rena menggeleng-gelengkan kepalanya merasa lucu dengan apa yang baru saja terjadi saat hendak kembali ke dalam kamarnya melihat kaca jendela tersebut retak dibuat oleh si burung saat menabraknya tadi.
"Apakah ini pertanda buruk? Ah tidak mungkin" Entah mengapa Rena sangat merasa gelisah setelah mendengar ucapan dari Debora tadi.
Sementara itu Debora dan John ini berada di rumah John
__ADS_1
"Kenapa kau menghalangiku untuk memarahi gadis tidak tahu diri itu tadi kamu tahu kan aku sudah sangat lama menantikan hal itu itu?" John menoleh kepada Debora
"Maaf sayang itu harus kulakukan kalau tidak habis pakai kita diserang oleh pemilik apartemen tersebut Kamu tahu kan itu apartemen elit kalau kita hanya datang untuk mengganggu sudah pasti kita akan diusir"
Debora mendecih kesal baru saja ia merasa puas dengan aksinya marah marah Rena karena merasa tidak terima Roy menyimpan Rena sebagai istrinya dan bahkan kini Rena mengandung anak dari Roy.
"John kita harus lakukan sesuatu lagi aku tidak ingin sampai anak itu lahir dan Roy lebih mengakui Anak itu daripada anakku ini aku ini istrinya Roy yang sah dan ini juga anaknya"
John menggeleng gelengkan kepalanya lagi
"Debora Apa yang harus kita lakukan selanjutnya kok ingin menyerang macam mana lagi? Bagaimana kalau kerja Serang secara halus? kamu Ingatkan Eyangnya Roy itu sangat mendukungmu dan selalu ada untukmu dan dia juga adalah salah satu kelemahan terbesar dari Roy Apa kau tidak ingin menggunakan jasanya lagi?"
Debora seakan dirasuki oleh rasa kesenangan seketika "Oh benar John kita memiliki Eyang yang siap membantu ku kapanpun apalagi jika aku memberitahu kalau aku sedang mengandung anak Roy yang pasti sangat senang, tapi seperti apa John Aku tidak tahu apa yang harus kita lakukan?"
John memindahkan penempatan duduknya yang kini jauh dari Debora dan duduk disamping Debora "Begini sayang kau beri tahu saja kalau Roy memiliki simpanan otomatis Yang pasti akan memarahi Roy dan disitulah saatnya kau beraksi"
Sementara itu waktu terus berlalu, Rena sepertinya masih terus kepikiran dengan ucapan yang Debora katakan padanya pagi tadi titik Entah kenapa ucapan itu terus mengiang yang di telinganya
"Apa aku harus memberitahu Roy kalau Nyonya Deborah ke sini? tapi...."
Kini Rena mulai mondar-mandir di ruang tengah nya sampai sampai Rena lupa untuk masak makan malam ini sementara itu kini Roy dalam perjalanan pulangnya dengan raut wajah yang lebih ceria dan juga bahagia karena sebentar lagi ia resmi akan berpisah dengan Debora dan tentu saja tidak melukai sang Eyang. kini Roy tiba di apartemen Rena dengan bersiul sedikit dan melewati koridor koridor apartemen titik unit Rena dan melihat sang istri Tengah duduk termenung di sofa.
"Sayang..." karena terkejut dengan sangat mendengar ada orang yang memanggilnya secara tiba tiba. Roy pun bingung apa yang terjadi dengan sang istri biasanya Rina akan menyambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Tumben kamu merenung Bukankah kamu orang yang anti merenung seperti itu ada apa?" Rena menormalkan ekspresinya
__ADS_1
"Ah tidak apa-apa Roy aku hanya sedang bersantai mungkin karena bawaan si baby kecil kita ini..."
Roy membuka sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu setelah itu ia berjalan kearah Rena dan mendudukkan dirinya tepat di samping Rina. "Baiklah kesayanganku ini sedang apa?"
Rena bingung harus mengatakan apa karena ia juga tidak tahu sebenarnya ia sedang apa. "Sebenarnya nya aku sedang ingin puding strawberry... "
Roy tertawa kecil mendengar permintaan Rena "Baiklah kalau begitu kita bikin di dapur ya Kalau tidak salah kita masih memiliki persediaan pudding walaupun nya masih bubuk." Roy dan Rena menuju ke dapur. Setibanya di dapur merasakan ada sesuatu yang tidak ada di dapur,
"Sayang kamu belum memasak apapun di dapur ini. Apa yang mengganggu pikiranmu Rena ku sayang?"
Rena Bingung lagi harus menjawab apa,
"Aku hanya sedang malas memasak Roy Maaf ya... "
Roy bingung dengan sikap istrinya malam ini "Iya sayang Bukankah Malam ini kita akan memeriksa kandunganmu Tunggu ya aku mandi dulu lalu kita berangkat ke rumah sakit."
Rena menganggukan kepalanya dan Roy segera bergegas menuju kamar mandi titik tempat tidurnya
"Aduh bagaimana ini apa ku kasih tahu aja Roy tapi nanti... "
Roy dan Rena sudah berada di rumah sakit dan melakukan USG kandungan Rena.
"Janin dan ibunya keduanya sehat dan saya juga akan menambahkan vitaminnya dan jangan lupa makan makanan bergizi dan juga minum susu kehamilannya." ucap Dokter tersebut.
Roy dan Rena tidak memeriksakan kandungan Rena dengan dokter Lina seperti kemarin karena takut jika mereka pergi ke tempat Lina, Rina akan mengetahui bahwa Rena bukanlah pacar Heri melainkan istri simpanan Roy sendiri. Roy dan Rena merasa tenang dengan hasil tes USG Renal bulan ini dan kandungannya dikatakan sehat dan hanya perlu rutin mengonsumsi vitamin dan makan makanan yang sehat.
__ADS_1
off dulu ya kawan jangan lupa like dan komen ya silakan kirim kritikan atau saran kalian di kolom komentar ya
maaf kalau ada typo ya readers...