AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 228


__ADS_3

Eyang menggelengkan kepalanya. "Roy Roy... Makanya Eyang bilang.. Cukup Nur aja.. Nur sudah lebih dari cukup.. Cari apa lagi kamu sama cewek cewek itu.." Cicit Eyang lagi.


"Terserah Eyang.. Dah Roy capek.. Mau istirahat.." Roy berlalu tanpa kata lagi pada Eyang atau pun Nur yang ada di sana.


"Ck.. Liat itu suami kamu.."


"Eeemm Eyang.. Nur temani Roy dulu ya.. Siapa tahu Roy butuh Nur.." Pamit Nur.


Tanpa menunggu jawaban dari Eyang Nur langsung saja pergi menyusul Roy.


"Roy.." Nur masuk kamar Roy, di lihatnya Roy sedang membuka jasnya.


"Apa lagi..?" Roy sepertinya sedang tak bersahabat.


"Roy.. Aku di sini.. Bagi rasa sakit kamu sama aku.." Nur mendekati Roy dan mengelus lengan Roy.


"Aku gak sakit.. Gak ada rasa sakit kok.." Roy tak peduli dengan elusan Nur.


"Roy.. Aku tahu kamu pasti lelah.. Aku pijitin ya.." Tawar Nur lagi.


Roy tak menjawab tapi hanya menutupi matanya dengan lengan kirinya. Melihat itu Nur langsung saja memijit kaki dan paha Roy.

__ADS_1


***


"Eemm lumayan enak.." Bisma ikut Adel mencoba es potong ala ala bang di pinggir jalan.


"Enakkan..?" Adel sudah lama sekali tak mencicipi jajanan ini.


Bisma malah gagal fokus melihat Adel yang memakan esnya. Bisma semyum senyum sendiri. Entah apa yang di pikirkan pria bermata biru itu.


"Udah ayo..." Ajak Adel lagi.


"Udah yakin.. Gak mau tambah.. Aku loo sudah 3 potong.." Pamer Bisma.


"Yuk udah nih.." Adel memperlihatkan es potongnya yang panjang dan sudah di lumuri coklat cair.


"Ya ayok.."


Perjalanan pulang pun berlanjut. Bisma mengedari mobil dengan tenang pada awalnya, tapi tak lama kemudian fokus Bisma terganggu dengan decapan Adel di sampingnya.


Bisma melirik Adel sebentar. Adel sedang menikmati es potong panjangnya tadi. Otak Bisma mulai travelling ke mana mana mendengar decapan dari bibir tipis itu.


Bisma menggigit bibirnya menahan apa yang ia rasakan ini. Akhirnya perjalanan pun sampai pada tujuannya. Adel segera turun dari mobil dengan suasana hati yang bagus. Sedangkan Bisma beberapa kali menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan otaknya.

__ADS_1


Adel masuk ke dalam kamar hendak menganti bajunya dengan kaos. Ia berencana untuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.


Saat itu juga di susul Bisma masuk ke dalam kamar itu.


"Astaga Adel..?" Bisma terkejut melihat penampakan Adel tanpa busana luaranya, hanya menggonakan b*a kemben dan celana pendek sepahanya.


"Apa sih..?" Adel tidak terlalu terkejut dengan yang Bisma lakukan.


"Kamu kok gak ganti di clooset aja.. Kenapa di situ..?" Bisma berkali kali mengedipkan matanya.


"Apanya.. Kan biasanya aku ganti di sini Bisma.. Kamu sering liat juga kok.. Kemarin di Jerman.. Yang dua ini kamu liat biasa aja.." Cicit Adel.


Bisma menganga, mengingat ingat lagi benar saja yang di katakan Adel, dia pernah melihat kembaran indah itu saat masih di Jerman, tepat saat mereka baru saja sah menjadi suami istri.


Saat itu Adel kesulitan melepas gaunnya datanglah Bisma dan Adel meminta bantuannya. Bukannya membantu, Bisma malah merusak gaun itu karna tak sabaran membukanya.


Gaun itu robek dan ternyata berserta b*a yang di gunakan Adel juga ikut Robek dengan tenaga Bisma itu.


Bisma mencoba membuka pelan pelan dan malah langsung melepas b*a yang di gunakan Adel. Setelah b*a itu lepas, barulah gaun itu juga lepas. Dan malah memperlihatkan bagian kembar itu.


Bisma..

__ADS_1


__ADS_2