AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 240


__ADS_3

Hari ini Debora seperti rencana awalnya akan pergi beberbelanja.


Walaupun harus mendengar beribu wajangan dari Rena terlebih dahulu. Debora tak masalah, ia malah bersyukur memiliki Rena yang sangat peduli padanya. Tak seperti pikirannya dulu.


Debora sampai di mall dengan hati yang ria. Matanya menyapu pemandangan ramai di mall. Banyak mata yang memandangnya juga.


Karna viralnya berita Roy dan wanita di kamar pribadinya hingga perceraian dan Debora memang membuat banyak kontroversi. Banyak yang memandang kasian pada Debora yang tengah mengandung besar.


"Itu Debora mantan istrinya Roy yang kemarin di video itukan.. Ya ampun betulan hamil.."


"Haduh kasianya.."


"Ck ck ck.. Masih muda dan cantik.. Sayang sekali.."


Dan masih banyak lagi keprihatinan orang orang pada Debora. Debora tak peduli dan melanjutkan berbelanjanya. Ia juga tetap memamerkan senyum manisnya pada siapa saja yang tersenyum padanya juga.


"Dia..?" Seseorang melirik Debora.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Debora celingak celinguk mencari toko yang cocok untuk ia kunjungi.


"Hah.. Yang mana dulu ya..?" Gumamnya seorang diri.


"Ingat Debora.. Kamu harus hemat hemat juga dalam berbelanja, demi anakmu." Debora duduk di kursi yang di siapkan di sana.


"Dia pasti sedih.." Gumam orang yang terus mengikuti Debora.


"Apa aku hibur dia.. Tapi dulu dia jahat banget.." ucapnya lagi sambil terus mengintai.


"Eehh siapa ini..?" Debora mengeluarkan ponselnya yang berdering.


"Oohh.. Halo Rena.. Ya aku sudah sampai.. Kamu tenang aja.. Maaf ya tadi lupa kasih kabar.. Iya, aman aja kok.. Duit..? Ada sayang ada.. Kamu kayak lepasin anak domba aja.. Takut di makan serigala..?" Debora sedikit terkekeh sambil bertelponan dengan Rena.


"Tenang ya Rena ku sayang.. Nanti aku pulang dengan selamat sama Baby ini juga." Debora mengelus perutnya.


Orang itu tersenyum melihatnya. Rupanya salah dari perkiraannya.


Debora selesai bertelpon dengan Rena dan mulai melanjutkan lagi pencariannya.


"Apa di sini ya..?" Debora melirik satu toko.


"Semoga harganya murah murah ya.." Gumam Debora.

__ADS_1


"Apa dia gak punya uang..?" orang itu terus mengikuti dan mendengar apa yang Debora gumamkan tadi.


Debora mulai memilih milih pakaian bayi yang ia rasa cocok untuk calon anaknya dan cocok juga di dompetnya. Debora sedsng melakukan penghematan di uangnya, sebelum ia mendapat pekerjaan ia tidak akan berpoya poya seperti dulu dengan uangnya.


Beberapa kali Debora tertarik membeli baju yang harganya melebihi ekspetasinya, mungkin karna gaya pilihnya yang terbiasa dengan kualitas super.


"Ck.. Ayolah Debora.." Debora menggelengkan kepalanya.


"Hai..?" Sapa seseorang dari sampingnya tiba tiba.


"Ya ampun.." Debora memegangi dadanya.


"Hehehe maaf.. Apa aku buat kamu kaget..?" tanya orang itu.


"Ya iyalah.. Tanya lagi.. Ehh kamu siapa..? Apa kenal aku..?" Debora merasa tao mengenali orang ini.


"Aku.. Aahh sudahlah.. Aku lagi cari baju bayi juga.." Elaknya menjawab pertanyaan Debora.


"Oohhh.. Gitu.." Bibir Debora membulat membentuk huruf o.


"Kamu pasti sudah handalkan pilih yang begini. Bisa bantu aku..?"


"Aku..?" Debora merasa orang ini benar benar aneh.


"Ya.. Kamu kan seorang ibu, aku gak ada bakat dalam belanja gini.. Ini untuk.. Eemm itu saudari aku yang sebentar lagi lahiran jadi aku cari hadiah gitu untuk anaknya nanti kalau sudah lahir..." Alasannya.

__ADS_1


"Oohhh.. Eemm boleh.." Debora berbaik sangka saja pada orang ini.


Debora...


__ADS_2