
Pagi sudah menyabut lagi. Rena membuka matanya tapi tak ada suami tercintanya.
"Issshhh Hery mana sih... Aku kan mau manja manja..." Gerutu Rena dan duduk di tepi ranjangnya.
"Selamat pagi sayang..." Hery masuk dan membawa susu hangat dan juga sarapan untuk Rena.
"Eeehhh kok tahu aku sudah bangun?" Entah kebetulan atau semacamnya tapi Rena benar benar ingin tahu.
"Itu sayang..." Hery menunjuk kamera yang ia pasang di dekat Rena.
"Kamera..?" Rena masih tak mengerti.
"Ya ini kamera yang langsung terhubung sama ponsel aku, ini videonya." Hery mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkannya.
"Ooohhh jadi biarpun kamu di dapur kamu bisa liat aku sudah bangun atau belum ya..?" Dugaan yang paling tepat.
"Yaps sayang. Aku gak mau buat sayang aku ini sedih kalau aku gak ada di samping dia kalau baru bangun tidur..." Hery duduk di samping Rena dan menarik Rena dalam peluknya.
"Eeemmm.." Rena mulai manja manja.
"Nanti dulu ya lanjut manja manjanya, kita makan dulu abis itu siap siap baru deh kita berangkat... Setuju..?" Hery mengambil susu untuk Rena.
"Eeemm okelah.." Rena meneguk susu itu.
Menikmati paginya bersama sang suami tercinta. Rena sangat bahagia rasanya. Tiada hari yang sepi sekarang, selalu ada kecerewetan Hery yang menemaninya. Tapi itu tak masalah untuk Rena, karna itu adalah bukti cinta Hery padanya.
"Oke... Habis makan kita mandi, terus abis itu siap siap dan kita berangkat." Hery menyodorkan sarapan Rena sambil mengintruksikan selanjutnya untuk melakukan apa.
"Iya sayang.. Tunggu kita mandi?" Ulang Rena.
"Iya aku dengar, bukan cuma minyak goreng yang mahal, tapi Air PDAM juga akan naik harga, jadi kita hemat dari sekarang ya sayang.. Mau kan.." Rena menyipitkan matanya mendengarkan Ucapan Hery.
"Iyakah..?" Sepertinya Rena di bodohi Hery saja.
"Ya sayang, makanya aku bawa kamu mandi sama sama. Hemat..." Hery menahan tawanya.
"Hery...!!" Rena sudah menyiapkan jarinya yang siap mencubit pinggang Hery.
"Sayang, mandi berdua itu seru loo.. Aku bantu sayanng pakai sabun, jadi sayang gak susah susah bungkuk atau duduk di lantai kalau mau pake sabun di kakinya.. Kan ada aku yang tinggal gosok. Kan sayangku di dalam ini makin besar.. Jadi gak boleh terlalu banyak nunduk atau bungkuk kan.." Alasannya bertambah.
__ADS_1
"Heeeemm ya lah itu.. Bilang aja ada mau yang lain.." Ucap Rena sambil menyendokkan sarapannya dalam mulut.
"Ya kalau sayang sudah tahu baguslah.." senyum nakal Hery mengembang.
"Ooohhh suamiku ini.." Rena sangat gemas punya suami seperti ini.
***
Jika Rena dan Hery sarapan pagi bersama, Roy dan Debora kini di tempat yang berbeda, satu di meja makan dan satunya lagi masih tidur pulas.
Roy pagi ini bangun dan langsung bersiap siap untuk turun ke kantor seperti biasanya. Roy yang tahu dari Hery bahwa keduanya yang akan melakukan Babymoon, maka Roy berpikir untuk turun kerja hari ini, berhubungan Hery tidak akan turun kerja maka setidaknya Roy bisa mengantikannya. Roy juga sudah mengatakannya pada Hery dari pesan singkat. Hery setuju dan percaya pada Roy.
Oleh karna itu Roy sarapan lebih awal hari ini. Ia juga belum memberitahu Debora karna menurutnya itu tidaklah penting. Sarapan Roy selesai kini ia tinggal menyiapkan apa saja yang harus ia bawa ke kantor.
"Eeemmm..." Debora terbangun karna mencium ada wangi Parfum Roy pagi pagi seperti ini.
"Roy..?" Debora membuka matanya dan melihat Roy sedang mengenakan Jaketnya.
"Apa aku mengganggu..?" Tanya Roy yang mendengar ada suara Debora, berarti Debora sudah bangun tidur.
"Kamu mau kemana pagi pagi gini...?" Debora ingin langsung turun dari tempat tidurnya.
Debora Sedih Roy akan ke kantor, padahal Ia ingin terus berada di dekat Roy dengan harapan bisa Roy mau menabur bibit padanya.
"Eeemm nanti siang aku antarkan makan siang ya...?" Tawar Debora.
"Untuk apa..? Aku biasanya makan di kantin, kamu gak usah repot repot..." Sudah siap dengan segala keperluannya.
"Sekali kalilah Roy aku antarkan makan siang... Mau ya hari ini aja.." Pinta Debora lagi berharap Roy mau.
"Oke kamu boleh, tapi dengan satu syarat.." Ucap Roy sambil manatap Debora yang baru bangun tidur itu.
"Aku mau kamu yang masak, kalau yang masak itu bibi di dapur, aku gak akan mau makan apa pun yang kamu bawa..." Roy tahu Debora tidak bisa memasak, tapi Roy harap sesuatu yang lebih besar lagi dari Debora.
"Ya Roy apa pun untuk kamu Roy.." Debora mengangguk dengan yakin.
"Aku pergi dulu.." Roy berlalu dan Debora segera membersihkan tubuhnya.
"Ooohhh ya ampun apa yang aku masak untuk Roy..?" Debora menepuk keningnya.
__ADS_1
"Aku kan gak bisa masak... Cuma bisa masak pudding aja lagi.."
"Aku harus bisa pokonya. Ini masih pagi aku bisa cari masakan yang simpel tapi enak di internet. Oke oke.." Debora lekas mandi dan langsung berkutat dengan ponselnya.
****
"Ini... Mudah tapi susah juga.. Eeemmm apa ya.." Debora sedang melihat lihat masakan di ponselnya, tapi sepertinya semua masakan yang Debora lihat ada mudah dan ada susahnya.
"Ayam goreng dan sambal ijo.." Baca Debora.
"Ini kayaknya gampang sih.. Ayamnya tinggal di goreng, terus bikin sambalnya deg pake ulekkan. Boleh deh boleh.." Debora hari ini akan mencetak sejarah baru dalam hidupnya yaitu memasak pertama kalinya untuk Roy.
"Bi.. Aku mau masak ayam goreng sama sambal ijo.." Debora sampai di dapur dan melihat sang bibi sedang mencuci piring.
"Eeem ya nyonya nanti saya buatkan.. Saya ambil dulu bahannya ya.." Sang bibi hendak berlalu tapi Debora menahannya.
"Gak usah bi biar aku aja..." Debora dengan ragu mendekati kulkas.
"Ayam mana ayam.... Cabee..." Debora melihat ponsel lalu memastikan semau bahan yang ia perlukan ada.
"Oke.. Sip deh ada semua..." Debora sudah selesai mencari bahan.
"Eeemm mau saya tolong nyonya...?" bibi sebenarnya khawatir pada sang Nyonya.
"Gak usah bi.. Aku tadi udah janji sama Roy mau buatkan dia makan siang.. Bibi lanjut aja kerjaan bibi.." Titah Debora.
Bibi itu ragu tapi karna itu perintah dari sang majikkan maka ia harus menurutinya.
Debora melihat semua bahan yang ada di depannya. Ia menghela nafas setelah itu ia mulai dengan mencuci ayam, mengupas bawang, menyiapkan bumbu marinasi untuk ayamnya. Semua Debora lakukan sendiri.
Bibi Mila melihat dari kejauhan saja dan merekam apa yang tengah di lakukan Debora. Ia di perintah Roy sebelum Roy berangkat kerja tadi.
Meski lambat dan belepotan tapi Debora berhasil, dan kini tinggal tahap menggoreng.
"Ya ampun bagaimana ini..?" Debora mulai takut.
Minyak sudah panas dan tinggal masukan ayam yang sudah ia marinasi. Melihat minyak yang semakin panas dan mengeluarkan asap, Debora makin takut maka ia mematikan lagi kompornya.
"Ooohhh.. Debora payahnya kamu.. Ini untuk Roy Debora.. Go Debora Go..!" Suara Debora dengan sedikit berteriak di dapur seorang diri.
__ADS_1
Roy...