
Buuugghhhh..
Olin tertegun. Apa ini yang ia harapkan selama ini? Rasa ini.. Begitu berbeda.
Hery dan yang lainnya terpaku dengan apa ya g mereka lihat. Benarkah itu ang baru saja terjadi?
Meski heran dari mereka tak ada yang berani menegus Merry dan Olin. Di biarkannya saja.
"Mama?" Gumam Olin.
"Kenapa kamu datang sekarang? Aku sudah lupa kamu dan ... Semua masa masa buruk itu .. Apa kamu tahu? Rasanya sakit sekali ..." Ucap Merry.
"Aku ... Aku selama ini berusaha cari Mama, tapi gak .. Gak bisa ketemu langsung" Olin memeluk Merry erat.
"Ck ... Aku tahu, pasti anakku yang paling nakal yang udah besarkan kamu ya 'kan? Makanya kamu juga gsk kalah nakalnya" Uca Merry sambil berdecak.
"Mama ...?" panggil Olin lagi.
"Eeemmm?"
__ADS_1
"Mama yakin mau peluk Olin?" Merry malah terkekeh.
"Apa salahnya aku peluk anakku?"
Ya ... Ternyata di luar dugaan Olin dan yang lainnya, Merry memeluk Olin erat. Rupanya Merry juga menyimpan rasa rindu pada anak perempuannya.
Ia tahu selama ini Hery yang membesarkan Olin, Merry juga tahu Hery yang membawa bayi Olin saat baru lahir.
Tanpa sengaja, Merry melihat Hery membawa pergi bayi Olin yang baru sahari lahir ke dunia. Merry tersenyum kecut melihatnya, tapi ia yakin Hery sangat bertanggung jawab dan mungkin di bawj bimbingan Hery bayi kecil itu akan tumbuh lebih baik. Pikir Merry saat itu.
Rupanya kini Hery dan yang lainnya membawa bayi kecil itu yang sudah menjelma menjadi gadis cantik.
"Mama senang?" Gumam Bisma yang di dengar yang lainnya.
"Sepertinya begitu.. Wow!" Puji Hery pula.
"Jadi ...? Mana anak yang culik adiknya sendiri?" Merry melepas peluknya dan menoleh ke arah Hery dan yang lainnya.
"Dia..!" Tunjuk Bisma dengan yakin.
__ADS_1
"Aaaa... Hehehehe"
Tak di sangka ketakutan Olin bertemu ibu kandungnya sendiri ternyata sehangat ini. Merry malah merentangkan tangannya dan memeluk erat Olin.
"Maafin Mama, Mama memang ibu yang payah, Mama dulu memang sempat berniat gugurkan kamu sewaktu masih di kandung, Hery lagi lagi dan lagi gagalkan rencana Mama ... Dia anak yang nakal. Saat kamu sudah lahir, Mama liat wajah lain di wajah kamu, Mama malu ... Mama kesal, Mama gak suka, itu kenanga yang sangat buruk. Entah kenapa perasaan Mama kamu malah mirip laki laki itu .. Laki laki yang mungkin titipkan kamu di rahim Mama ... Mama sedih .. Sedih sekali. Bertahun kemudian, banyak teman teman Mama yang memiliki anak perempuan, Mama teringat sama kamu ... Tapi, Mama gak mau jadi egois. Mama tetap biarkan kamu di tempat kamu ... Mama tahu dan yakin, Hery bisa jaga kamu dengan baik. Dan sekarang .. Ini dia .. Gadis kecil itu ..." Merry menangis meratapi wajah cantik anak yang sempat tak di inginkannya.
"Mama" Olin sudah menangis sesegukkan di pelukkan Merry.
"Senang bisa melihatmu lagi" ucap Merry lembut sambil mengecup kening Olin.
Entah Rena atau pun Adel, kedua wanita itu juga ikut terharu di pelukkan suami masing masing.
Ini adalah hari terbaik dalam hidup keluarga ini. Apalagi untuk seorang Olin yang sudah sangat mendambakan ini bertahun tahun.
****
Hari bahagia yang di tunggu Debora dan Dion telah tiba. Meski sederhana, pernikahan berjalan dengan lancar. Mengingat perut Debora yang sudah cukup besar, Dion tak ingin membuat istri dan calon anaknya kelelahan satu hari ini. Maka ia menyiapkan pernikahan yang singkat dan sederhana. Yang penting sah di mata agama dan negara.
Debora...
__ADS_1