
Rena tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa diam menatap Roy, mata Rena berkaca-kaca mendengar pengakuan dari Roy. Roy yang melihat Rena terharu mendengar ucapannya pun berjalan menuju Rena.
Saat Roy sudah sampai di depan Rena, Rena langsung memeluk erat dan menangis dalam pelukan Roy. Begitu pula dengan Roy yang memeluk Rena dan mengusap-usap punggung Rina.
Setelah puas Rina menumpahkan tangisnya barulah pena melepaskan pelukannya. "Sayang Bukannya aku tidak mau menemanimu malam ini tapi ada sesuatu yang harus aku lakukan" Rena menyerngitkan satu alisnya
"Melakukan apa Roy? " Roy memperbaiki rambut Rena yang berantakan
"Aku akan memberikan Debora sedikit pelajaran berani sekali dia memarahi kamu seperti tadi. Lagipula, sebentar lagi aku dan Debora akan bercerai dan ditambah lagi Debora yang sudah tahu Keberadaanmu." Rena menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat
"Tidak Roy tidak... Nanti Debora pasti menyalahkan aku pasti dia bilang aku yang yang menyuruhmu melakukan itu padanya..." Roy mengelus-elus tangan Rina dengan halus.
"Biarkanlah dia. Aku sudah tidak peduli dengan dia Terserah dia mau memikirkan aku seperti apa, yang penting aku dan kamu selalu bersama." Mau tak mau Rena mengijinkan Roy untuk pulang ke rumah kediamannya dan Debora.
Kini Debora sedang di rumah mungkin karena bawaan kehamilannya nya Debora sedang mual-mual di kamar mandi.
"Sial hamil macam apa ini aku sampai mual-mual dari tadi habis semua makanan yang aku makan..." Tepat saat itu juga Roy masuk kedalam kamar mereka, tentu saja Debora senang dengan kepulangan Roy dengan segera menyambut Roy dengan bahagia.
"Akhirnya kamu pulang juga... " Debora menggandeng tangan Roy tapi dengan cepat Roy menepis tangan Debora. Debora tercengang dengan yang baru saja kau lakukan padanya.
__ADS_1
"Roy kamu kenapa? apa salahku?" Roy tersenyum miris melihat tingkah Debora.
"Kenapa kamu datang ke apartemenku? " Barulah Debora mengeluarkan Wajah aslinya, Mungkin ia lelah sudah berpura-pura.
"Oh jadi kamu mendukung wanita simpanan mu itu? Apa kamu yakin anak yang dikandungnya itu adalah anakmu atau anak laki-laki lain"
Oh sungguh Debora Aku sungguh malu melihat tingkahmu yang sok benar dan sok suci itu. Padahal disini Siapa yang mengandung anak siapa
Lagi lagi Roy tersenyum miris "Dengar Debora Harusnya itu pertanyaan yang aku lontarkan kepadamu Bukan kamu yang melontarkan pertanyaan semacam itu kepada aku. Sekarang aku tanya yang kamu hamil ini anak siapa? Anakku atau anak John? " Debora menganga tak percaya mendengar apa yang bagus saja Roy katakan.
"Maksudmu apa Roy? " Ingin sekali rasanya Roy langsung melakban mulut Debora yang sok manis sok benar selalu mengatakan kebohongan.
"Aku mohon diberhentikan permainan bodohmu itu aku sudah tahu semuanya kok dan Rena, Rena tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah kita justru dialah yang selalu mendukung aku disaat aku perlu teman, dukungan, tempat untuk menggadu tentang kebusukan kamu. "
Roy malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Debora "anak? anak kita?" Debora masih tersenyum dengan yakin sungguh kepercayaan dirinya tiada bandingannya di dunia ini.
"Iya Roy ini anak kita untuk apa aku mengandung anak John kan aku punya kamu"
Debora mengelus pipi Roy tapi dengan lagi-lagi Roy menepis tangan tersebut dan membuat Debora terkejut
__ADS_1
"Aku mohon... aku mohon hentikan aku sudah lelah... " Deborah kembali berubah air mukanya
"Aku tahu ini pasti karena wanita simpanan mu itu kan..." Tangan Roy mengepal kuat rasanya ingin dia menghajar Debora saat itu juga
"Jangan sekali-kali kamu menyebut nama Rena dengan mulut kotor itu bahkan menyebutkan namanya kamu tidak pantas. Rena lebih baik daripada kamu, aku sudah tahu... Dulu kamu pernah mengaku kamu diculik dan diperkosa oleh penculiknya itu dan aku menerima kamu apa adanya karena aku mengerti itu adalah sebuah kecelakaan yang tak disengajai, tapi beberapa tahun yang lalu aku menemukan kenyataan kalau kamu sama sekali tidak diapa-apakan oleh para penculik itu mereka hanya memungut uang. Dan setelah itu aku semakin menelusurinya rupanya John adalah mantan pacarmu dan dialah yang merenggut keperawananmu untuk yang pertama kalinya"
Debora mundur beberapa langkah ke belakang, tak pernah terpikirkan oleh Debora jika Roy melakukan penelusuran tentang dirinya yang diculik bertahun-tahun yang lalu dan juga kenyataan tentang dirinya dan John juga sudah diketahui oleh Roy. apa Deborah berpikir Roy sebodoh itu?
"kenapa? Apa yang aku katakan salah? Ya dan selama ini permainan mu Dan John. Aku sungguh tidak mengerti Debora apa yang kurang dari diriku harta Aku punya, sebagai laki-laki aku normal, Coba kau katakan apa kekuranganku sehingga Kau menghianati aku dan berpaling pada John dan bahkan anak yang kau kandung itu adalah anak cowok brengsek itu.. Bagaimana mungkin Debora bagaimana?" mulut Debora bungkam tidak bisa berkata apa-apa lagi
"Dengar Debora Apa mungkin selama ini aku terlalu membebaskanmu dan membuatmu menjadi liar seperti ini, kamu itu sama saja seperti wanita-wanita di klub malam, kamu menjajakan tubuhmu kepada pria-pria lain. Aku kecewa Aku sangat kecewa padahal dulu aku sangat mencintaimu menyayangimu tapi apa balasan mau padaku... Ranjang itu kamu lihat ranjang? Dulu aku sangat mencintaimu dan Oke kita bercinta disana, kita saling manja-manja disana, tapi aku mendapat kenyataan lain di ranjang itu... Ranjang itu mungkin bisu, ranjang itu bukan sekedar bisu, tapi dia adalah saksi bisu Bagaimana panasnya percintaan Kau Dan John diatasnya nya" Tangan dan kaki Debora bergetar hebat tak percaya hal semacam itu pun Roy tahu.
"Kenapa Debora? Kau terkejut aku tahu?" Kini Debora tidak bisa menjawab apapun pertanyaan dari Roy. Mencari Alasan pun tidak akan percaya padanya. Mungkin inilah final dari hubungan Roy dan Deborah semuanya terungkap, semuanya Roy sampaikan, tidak ada lagi yang Roy tutup-tutupi dari Debora.
Merasa lega dirinya baru saja mengatakan semua yang ingin Ia katakan, kekecewaannya, sakit hatinya hingga pelariannya kepada Rena dan disanalah Roy mendapatkan ketenangan dan kebahagiaannya.
Tak salahkan jika Roy mengambil langkah ini karena ia juga ingin bahagia bukan hanya Debora yang ingin memiliki yang namanya kebahagiaan.
Saat suasana di dalam kamar itu begitu canggung dan begitu panas tiba-tiba ponsel Roy berbunyi. Roy ingat nada dering yang kini berdering ini adalah khusus panggilan dari Eyang.
__ADS_1
"Halo Eyang ada apa?" seseorang dari seberang telepon mengatakan sesuatu, sontak Roy pun berlari keluar dari kamar Debora dan meninggalkan Debora sendiri di dalam kamar tersebut dengan masih mematung dan juga bingung.
off dulu kawan Ayo bantuin Roy menghujat dan menghina hina Debora silakan autor persilahkan... Jangan lupa like comment dan favoritkan novel ini ya ya...