AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 131


__ADS_3

"I.. Iya Eyang.. Roy dan Debora usahakan..?" Sambung Roy dan Debora segera pergi dari situ dengan alasan mau ke toilet.


Kini Roylah yang mendapat nasihat nasihat Eyangnya, mau tak mau ia mendengarkan semuanya. Debora masuk ke kamar dan perlahan dudut di tepi ranjang.


"Ho'oo Eyang masih aja, padahal aku dan Roy.." Debora sedih dengan kenyataan yang menerpanya.


Bayangan Rena sangat di cintai Hery muncul di pikiran Debora. "Betapa beruntungnya kamu Rena, kamu selalu punya laki laki yang ada untuk kamu, selalu cintai kamu dan terima kamu apa adanya." Debora mengingat dengan jelas, Hery pulang dam langsung memeluk Rena dan mencium Rena bertubi tubi. Debora tersenyum mengingatnya.


Debora juga mengingat dulu saat baru pertama kali bertemu dengan Hery dan Roy. Sebenarnya Hery juga punya daya tarik tersendiri, tapi Debora lebih memilih Roy untuk jadi targetnya.


"Debora Debora.. Liat deh dua cowok itu, ya ampun ganteng banget..." Teman Debora menunjuk dua laki laki yang ada di belakangnya.


"Hah..?" Debora menoleh dan melihat Hery dan Roy yang juga sedang makan siang di resotoran ini.


Hery dengan Stay coolnya dan Roy terkesan lebih welcom pada siapa pun. Hery hanya fokus pada makanannya dan Roy memainkan Ponselnya sambil makan, kadang Roy juga menoleh ke penuru Restoran dan akhirnya mata Roy dan Debora bertemu.


Debora melempar senyumnya Roy pun tentu membalas senyum itu. "Ooohh ya ampun makin ganteng kalau senyum.. Eh tapi yang satunya pasti lebih ganteng lagi kalau senyum..." Ucap Teman Debora itu lagi.


"Ssstt sudah diam.." Debora malu malu.


Entah karna memang jodoh untuk bertemu atau memang keduanya bertemu lagi di supermarket. Dari situ Roy mendekatkan diri dengan Debora, dan Debora pun sebaliknya.


Hubungan itu berjalan baik hingga kejadian Penculikan Debora. Para penculik itu Mengira Debora adalah pacar dari Roy sang CEO terkenal itu, oleh karna itu mereka memilih menculik Debora.


Roy berhasil mendapatkan Debora dan dengan segera menikahi Debora, sang Eyang setuju dan pernkahan pun terjadi. Dan baru saat itu Debora melihat senyum Hery saat melihat sang kawan menikah dengan bahagia.


Senyum yang manis dengan tahi lalat di atas bibir menambah sesuatu di Hery yang sangat menarik perhatian siapa pun.


Itulah sekilas kisah pertemuan Debora dan Roy.


Debora tak menyangka Rena dengan mudah mendapatkan hati seorang Hery. Yang Debora kenal sangat pendiam dan tidak ada banyak tingkah terkesan lebih misterius.


"Debora...!?" Bentak Rpy tiba tiba, rupanya Roy sudah ada di kamar juga saat ini.


"Kok kamu senyum senyum sendiri, gila kah..?" Roy berpikir Debora pasti sedang memikirkan laki laki barunya makanya ia senyum senyum sendiri begini.

__ADS_1


"Aku gak mikir apa apa kok.." Bohong Debora.


"Kamu mikir apa tadi..?" Roy tetap kekeh ingin tahu.


"Aku cuma ingat kayak apa kita ketemu.." Jawab Debora.


"Tapi kok senyum senyum...?" Masih tak percaya.


"Ya kan itu romantis Roy.. Aku cuma mau ingat kenangan itu aja kok.." Debora menundukan kepalanya.


"Awas aja kamu mikir cowok lain.. Aku gak peduli cowo itu sudah beristri atau masih bujang, awas kamu, aku tahu kamu pasti kepikiran tadi betapa Romantisnya Hery sama Rena. Jangan harap kamu bisa begitu juga. Hery itu punya Rena dan gitu sebaliknya." Tutur Roy.


"Iisss aku juga tahu tapi kan aku pikir tadi kita dua Roy makanya aku senyum senyum.." Debora tak suka jika ia di salah kan yang bukan salahnya.


"Awas aja kamu.." Roy berlalu masuk kamar mandi.


"Lalu aku harus mikir apa, mikir kamu? Kamu aja gak bisa aku dapatkan. Mikir anak, aku gak bisa punya anak.. Mikir diri sendiri?" Debora berguman saat Roy sudah masuk kamar mandi.


Roy mendengarnya dengan jelas karna ia tak mengunci kamar mandi rapat, ia masih  bisa mendengar ucapan lirih Debora. Roy juga hanya bisa menghela nafasnya.


Hery sudah berapa kali meminta Roy untuk menerima Debora lagi, Hery menilai kalau Debora yang sekarang sudah berubah dN Hery lebih yakin Debora tidak akan mengecewakan Roy lagi.


***


"Aku cinta kamu.." Bisik Hery di telinga Rena. Sang istri tertidur di dalam pelukkanya.


Ponsel Hery berdering pesan singkar masuk ke ponselnya.


Hery membuka pesan itu, matanya membulat. "Bisma..?" Hatinya sangat kacau melihat pesan dari sang kakak.


"Sayang... Kenapa..?" Rena sadar dari tidurnya karna mendengar Hery bergumam.


"Gak apa apa kok sayang.. Tidur lagi aja sayang... Aku di sini kok.." Hery mengelus Rena.


"Tadi aku dengar kamu bilang Bisma.. Kalau gak salah dengar.." Rena memperbaiki posisi duduknya.

__ADS_1


"Ya sayang.. Kak Bisma kirimkan aku pesan. Besok di dia tiba di Indonesia. Mungkin dia akan tinggal sama kita di sini..." Hery sangat ragu dengan rencana ini


"Apa salahnya sayang.. Biar aja kakakmu sama kita di sini.." Rena sama sekali tidak keberatan.


"Ya sayang tapi kan..?!" Hery tak habis pikir.


"Tapi apa sayang.. Dia kan kakak kamu, dua mau berapa lama di sini..?" Rena terus bertanya.


"Eeemm entah.." Hery mengangkat bahunya.


Ting..


Ponsel Hery berbunyi lagi. Mata Hery membulat melihat pesan yang di kirimkan Bisma lagi.


"Selama Mama gak marah...?????" Hery menatap Rena dan Rena hanya berwajah polos dan tetap tersenyum pada Hery lalu Rena mennganggukan kepalanya.


"Sayang kamu gak tahu kak Bisma itu kayak apa. Dia itu..????!!" Rena menutup mulut Hery dengan Jari telunjuknya.


"Sayang.. Masa kamu gitu sama kakak kamu sendiri. Dia kan lagi butuh kamu.." Bujuk Rena.


"Ya Tapi dia.." Rena mengerti yang di maksud Hery.


"Gak apa apa kok sayang..." Hery juga bingung jadinya, di sisi lain sang istri, tapi sisi lainnya kakanya yang membutuhkannya. Tapi sisi yang Hery rasa ia tidak bisa membiarkan sang istri tercinta dan sang kakak satu Rumah.


Hery bisa bisa cemburu buta nanti. Apalagi dengan Bisma yang Hery kenal. "Aaaaaaahhh" Hery mengacak rambutnya.


"Oke.. Kak Bisma akan ke sini tapi kamu jangan dekat dekat sama dia. Dia itu...." Hery tidak bisa menjelaskan dengan rincinya.


"Iya sayang.. Kamu juga harus ingat ini.. Aku cuma cinta kamu..." Rena mengecup Hery dengan sangat lembut agar Hery sedikit tenang.


"Oohhh ya sayang kapan Kak Bisma datangnya..?" Rena mengelus elus rambut Hery.


"Sore ini..." Rena sedikit terkejut.


"Oohh oke deh..." Rena bisa menerimanya dan mencoba dekat dengan anggota keluarga Hery yang lainnya. Bagaimanapun ia sekarang adalah nyonya Hery Krisnata.

__ADS_1


Off dulu kawan..


__ADS_2