AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 77


__ADS_3

Hery masih terus memeluk Rena, tangis Ran pecah dan Hery tak perduli itu. Ia mengangkat tubuh Mungil Rena dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.


Dengan perlahan Hery meletakan Rena di tempat tidur, memerbaiki posisi Rena, menyelimutinya dan ikut duduk di samping Rena. Mengelus rambut Rena dengan lembut, merapikannya, dan terakhir mengecup kening Rena penuh kasih sayang.


Dengar perlahan Hery masuk juga dalam selimut yang sama Dengan Rena. Tanpa ragu menarik pinggang Rena dan memeluknya.


"Tenanglah... Aku di sini.. Aku akan selalu untuk kalian berdua.." Suara magnetis dari Hery seakan menarik Rena untuk maju dan bersandar di dada Hery.


Dengan sisa sesegukan yang Rena alami ia memejamkan matanya dan terlelap. Berkali kali pula Hery mengucup Rena, setiap sesegukannya maka Hery akan mengecup kening Rena. Sampai akhirnya sesegukan itu tidak ada dan Rena terlelap barulah Hery berhenti dengan kegiatannya.


"Aku gak masalah dengan Rencana Roy... Bahkan aku sangat siap.." Ucap Hery dan setelah itu ia juga ikut terlelap bersama Rena.


Malam ini tidak ada pembatas di antara mereka. Mereka bersama di tempat tidur itu, satu selimut, dan satu pelukan. Mungkin jika keduanya adalah sepasang suami istri maka posisi ini sungguh nikmat. Tapi kembali lagi mengingat keduanya tidak ada hubungan apa pun hanya sekerdar istri bos dan asisten Suami.


Pagi menyambut mentari bersinar indah, Rena terganggu dengan sinar yang masuk dan mengusik matanya yang terpejam.


Perlahan ia membuka matanya dan langsung di suguhkan dengan bibir lembut di ujung hidungnya. Rena sedikit menjauhkan wajahnya dan melihat ada tahi lalat di sudut bibir itu. Menggoda tapi dengan cepat Rena menangkis rasa yang baru saja lewat di hatinya.


"Is apa sih Rena.. Masa kamu mau langsung cium.. Bisa mati berdiri .." Rena berusaha menjauh Dari Hery.


"Kamu sudah bangun kah...?"Hery membuka matanya sebelah saja karna masih sangat mengantuk tapi pergerakan dari Rena membuatnya tersadar dari tidurnya.


"Eeemm Iya Her.. Aku.. Aku lapar.." Kilah Rena agar bisa lepas dari Hery.


"Hah..? Lapar... Kenapa gak bangunin aja aku.." Hery meloncat dari tempat tidur dan langsung berlari ke dapur meski sempoyongan.


Rena menatap Hery dengan kebingungan, "Hery kenapa sih..?" Rena turun juga dari tempat tidur dan keluar dari kamarnya.


Rena melihat Hery sedang mencuci wajahnya di tempat cucian piring dengan menggunakan keran yang ada. Hanya mencuci wajahnya saja dan setelah itu Hery langsung membuka kulka dan mencari yang cocok untuk ia masak pagi ini.


Rena tersenyum melihat tingkah Hery yang terbilang lucu itu. Tiba tiba terlintas lagi di ingatan Rena bibir lembut di hidungnya tadi. Bibir yang menggoda, mungkin itu panggilan yang pas untuk Hery di pagi hari.


Rena mengeleng dengan cepat dan masuk lagi dalam kamarnya, ia memilih membersihkan tubuhnya agar lebih segar di pagi yang baru ini. Rena merasa mungkin hari ini akan lebih baik dari pada hari kemarin.


Hery sudah mulai memasak saat Rena baru keluar dari kamarnya. Hery tersenyum sekilas melihat Rena dan setelah itu fokus pada masakannya.


"Hery.. Aku aja yang lanjut. Kamu mandi dan beres beres dulu. Setelah sarapan kamu bisa turun kerja dengan nyaman dan gak buru buru.." Ucap Rena sangat memperhatikan jam kerja Hery.


Karna sudah beberapa hari Hery menemani Rena, Rena pun paham dengan jam yang selalu Hery terapkan di waktu paginya.


"Aku gak ke kantor hari ini Rena.. Aku mau temani kamu dan sayangku.." Rena sempat salah tingkah mendengar kata sayangku itu.

__ADS_1


Tanpa takut pun Hery mendekati Rena dan mengelus perut Rena. "sayangku pasti lapar.." Hery tersenyum dan melepas tangannya.


Tanpa Hery tahu kandungan Rena bergerak setelah Hery melepaskan tangannya. Hanya Rena yang bisa merasakannya tapi Rena hanya diam dan menikmati pergerakan anaknya.


"Kamu suka uncle Hery ya...?" Rena senyum senyum sendiri.


"Kamu kenapa..?" Hery bingung melihatnya.


"Ah gak kok..." Rena langsung salah tingkah


"Ck Bohong... Apa coba bilang..?" Hery melipat tanganya di dada menambah kesan tampannya meski belum mandi.


Rene kembali tersenyum lagi dengan lepasnya. Membuat Hery semakin penasaran. "Rena bilang donk.. Aku penasaran.." Kini Hery berkacak pinggang.


"Mandi sana.." Rena mengambil centongn dari tangan Hery dan mengaduk sup yang Hery masak.


"Abis aku mandi bilang ya..." Hery menunjuk Rena setelah itu mau tak mau ia berlalu dari dapur dan membersihkan dirinya di kamar mandi.


"Ren.. Eemm kamu ada kaos atau semacamnya.. Aku gak ada baju ganti. Kemarin aku lupa ambil di laudry.." Hery menggaruk garuk tengkuknya.


Rena masih mencicipi supnya dan hanya menjawab dengan berdehem juga menganggukkan kepalanya. Setelah rasa supnya pas barulah Rena menoleh. Hery masih berdiri di tempatnya tadi.


Wajah polos Hery menambah pesona imutnya. Hery menggaruk garuk pipinya, malu mungkin harus bertelanjang dada di depan Rena. Rena pun begitu terpesona dengan polosnya Hery.


"Aaa... Eeemm kalau gak salah masih ada kaos oblongnya Roy di lemari. Kamu bisa pakai." Rena malu malu mengatakannya.


"Iya gak apa apa kok yang penting ada baju..." Hery tersenyum manis seperti biasanya hanya saja ini tidak mengenakan baju.


Rena yang masih malu malu, hanya bisa menganggukkan kepalanya dan berlalu ke kamarnya. Ia membuka lemarinya dan mengambil kaos dan celana pendek selutut milik Roy yang pernah di beli tapi tidak pernah di pakai Roy saat di apartemen.


"Apa yang aku pikirkan sih...?" Rena mengeleng gelengkan kepalanya.


Mendapatkan apa yang ia cari, Rena kembali ke luar kamar dan memberikan baju dan celana itu.


" Ini Her... " Hery menerimanya.


"Makasih ya Ren.. Aku pinjam bentar. Nanti kalau aku sudah ke Mall beli yang baru, aku ganti deh..." Ucap Hery


"Kamu akan ke Mall..?" Tanya Rena.


"Iya.. Ada beberapa barang dan bahan makanan yang harus aku beli di Mall. Kamu juga boleh ikut kok.." Tawar Hery.

__ADS_1


"Iya boleh deh.. Aku bosan..."


"Dan mungkin aja ini bisa hilangkan sakit hatiku.."


"Iya.. Tapi kita sarapan dulu ya.. Lapar kan sayang.." Hery berjongkok dan mengelus perut Rena.


"Ya udah ayo kita sarapan..."


Sarapan yang hangat antara keduanya benar benar asik begitu pula sarapan pagi di kediaman Roy.


Sarapan bersama cucu cucunya sangat menyenangkan. Canda tawa juga menemani sarapan mereka. Debora dan Eyang sangat senang sedangkan Roy hanya pura pura senang.


Dilema yang ia rasakan ini sangat menganggu. Belum lagi Hery yang juga tertimpa masalahnya, semua itu sangat menganggu. Roy menatap Eyangnya.


"Wanita ini... Wanita yang menjagaku dari kecil... Saat aku di marahi ibu dan Ayah, aku lari padanya... Dia selalu melindungi aku dan memarahi balik Ibu dan Ayah. Aku gak tega.. Aku gak mau.. Aku gak ikhlas kalau harus pisah sama Eyang. Eyang sudah jadi semangat hidup aku dari dulu. Kalau sampai Eyang... Gak Boleh gak boleh.. Eyang akan sehat selalu... Dia begitu ingin cicit, maka ia bisa melihat cicitnya, walaupun di matanya bukan anakku. Melainkan cicit dari Hery..." Roy ingin menangis bila memikirnyanya.


***


"Rena kamu siap siap aja dulu biar aku yang beres beres.." Hery mencuci piring piring dan juga alat alat yang ia gunakan untuk memasak tadi.


Rena juga membantunya tapu karna Hery mengatakan demikian maka Rena pun pamit bersiap siap pada Hery.


"Ya udah aku tinggal dulu ya.." Rena berlalu dengan lebih ceria dan dengan perasaan yang lebih baik.


Setelah sarapan yang nikmat bersama Hery dan tak ada yang menganggu pagi pagi seperti kemarin membuat Rena sedikit lupa akan sakitnya.


Semuanya sudah rapi, Hery sudah terbiasa membereskan perabotan rumah tangga karna ia tinggal sendiri di rumahnya jadi hal yang seperti ini sangatlah mudah untuk Hery.


Ponsel Hery tiba tiba berdering, ia pun merogoh sakunya melihat siapa menghubunginya.


"Roy.." Lirihnya.


" Ya Halo.."


"Hery.. Kamu di tempat Rena..?" Duga Roy.


"Iya... Kami baru saja selesai Sarapan, aku memasakan Rena sup sayur sayuran itu baik untuknya..." Hery tak berbohong tentang itu.


"Ooohh ya.. Apa kamu sudah katakan pada Rena...?"


Off dulu... Siang nanti lagi lanjutannya guys.. Likenya donk..

__ADS_1


__ADS_2