AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 345


__ADS_3

Rena memutar matanya malas. "Jadi..?!" Rena ingin mendengar yang lebih baik dari yang di katakan Hery barusan.


"Jadi... Aku cuma sayang sama kamu dan taman benih sama kamu, jadikan kamu ratu di hidupku, punya banyak anak sama kamu.. Sampa nanti tua tetap romantas biarpun ketampanan aku ini harus keriput.. Dan.. pinggang udah encok.." Cicit Hery.


Cicitan itu membuat Rena menggulum senyumnya.


"Aku sangat mencintai kamu sayang.. Gak ada yang bisa gantiin kamu di hati aku.. Cuma kamu.." Hery sangat gemas pada ibu hamil satu ini.


"Eeemmmm" Rena bergelayut manja di lengan Hery.


"Awas pikir macam macam lagi..!" Ancam Hery.


"Abisnya, aku penasaran.. Katanya cewek itu cantik ya..?" Rena malah mengajukan pertanyaan lagi.


"Haaahhh... Gak ada cantiknya.. Aku tahunya kamu yang paling cantik, apalagi kalau di ranjang.." Bisik Hery sangat sensual di akhir katanya.


"Aaahhh" Rena malu.


"Boleh ya.." Hery mengajak Rena melakukan tugas suami dan istri bersama seperti biasanya.


Rena tak pernah menolak, ia mengiyakan keinginan suaminya dan melakukan yang terbaik hingga suaminya itu puas. Meski Hery memang tidak ada puasnya.


***


Adel memperhatikan Bisma yang tengah menyisiri rambutnya di depan cermin.


"Kenapa sayang.. Aku anehkah..?" Bisma menyadari pandangan Adel padanya.

__ADS_1


"Gak juga.." Jawab songkat Adel.


"Lalu kenapa natap aku gitu..?" Bisma meletakkan sisirnya di meja.


"Gak aneh.. Tapi menggoda.." Ucap Adel dengan lantang berani.


"Oohh ya..?" Bisma tersenyum smirk.


"Ini pasti akibat obat dari Stuart kemarin.. Aku sangat beruntung.. Makasih Stuart.. Ternyata gak sia sia kamu kasih minum Adel obat itu.. Lihat Adelku sekarang.. Sangat bergejolak.." Bisma merasa tertolong dengan kecerobohan yang di buat Stuart kemarin pada Adel.


Kini Adel malah sangat mudah tergoda dan bahkan ingin di sentuh lebih


oleh Bisma.


Tentu itu akan sangat membantu cita cita Bisma tercapai dengan memiliki anak secepatnya dengan Adel. Terlihat sekali kalau Adel sangat menginginkan Bisma, yang tandanya Adel sedang dalam masa masa yang pas untuk di tanami benih Bisma.


***


Debora sudah tertidur pulas di tempat tidurnya dengan lengan seorang laki laki di bawah kepalanya.


Dion tak bisa terlelap dalam tidurnya karena asik menatap Debora yang sudah nyenyak tertidur.


"Entah kenapa aku gak bisa lepaskan pandangan aku dari kamu Bora.. Kamu sangat spesial malam ini.." Lirih Dion sambil menyelipkan anak rambut Debora ke balik telinganya.


"Aku mencintaimu.." Bisik Dion.


Pagi tiba, Debora membuka matanya tapi sudah tak menemukan Dion di sampingnya, kemana gerangan laki laki itu pergi.

__ADS_1


Debora membuka pintu kamarnya, barulah aroma sedap menyerbak masuk.


"Eeehhh?" Debora langsung merasa tenang, ia kira ia di tinggalkan Dion seorang diri. Ternyata laki laki itu tengah di dapur.


"Dion..?" Debora tiba di dapur dengan masih mengenakan daster rumahannya yang terlihat cantik di tubuhnya yang tengah buncit.


"Sayang.. Sudah bangun..? Sini.. Minum susu dulu ya.." Dion langsung menarik Debora agar duduk di kursi yang ia siapkan.


"Eeemmm" Debora langsung memeluk Dion dengan nyaman.


"Aku kira kamu sudah pergi.." Debora langsung mengatakan isi pikirannya saat baru bangun tidur tadi.


"Mana berani aku tinggalkan kamu sendiri sayang.. Nanti di embat orang.." Cicit Dion lagi.


"Eemmm.. Aku kan punya kamu.." Debora semakin manja pada Dion.


Cup cup cup.. Dion mengecup seluruh inci wajah Debora.


"Aku cinta kamu.." Ucap Dion berkali kali.


"Eehh iya mana Bibi Bibi.. Nanti mereka liat kita berdua bermesraan loo." Debora tiba tiba teringat kalau di rumah ini ada para Bibi pekerja Rena.


"Mereka aku minta istirahat.. Aku sudah bilang juga sama Hery dan Rena.. Mereka setuju kok.


Para Bibi juga dapat libur deh beberapa hari ini.


"Kamu yang minta..?" Debora tak habis pikir.

__ADS_1


Dion..


__ADS_2