
Debora membalik balik katalog yang sedang ia baca. Terkadang ia menoleh ke arag ponselnya, berharap ada pesan atau panggilan dari sang pujaan.
Tapi sampai detik ini tidak ada kabar satupun dari Dion. Sudah 5 jam sejak kepergian Dion. Dan hingga kini juga Dion belum mengabari Debora.
"Sesibuk itukah dia..?" Tanya Debora seorang diri.
"Nyonya.." Sapa Bibi Ani.
"Ya Bi..?" Debora melihat segelas susu dingin dengan es batu yang mengapung di atasnya.
"Ini susu Nyonya.. Tuan tadi minta saya buatkan Nyonya susu dingin untuk siang ini.." jelasnya.
"Dion kabari Bibi..?" Wajah Debora sumringah
"Tidak nyonya, ini pesan saat tuan hendak berangkat tadi.." Tambah penjelasan sang Bibi.
"Ooohhh gitu.. Kirain ada Dion kabar Bibi.." Debora kembali lesu.
"Saya permisi Nyonya.." Pamit Bi Ani.
"Iya Bi. Makasih.." Debora meneguk sedikit susu itu.
"Dion.. Di mana sih.. Buat khawatir aja.." Debora memegangi dadanya.
"Semoga dia baik baik aja.. Dan segera hubungi aku."
Ponsel Debora berdering setelahnya. Ia kira adalah Dion yang sudah sejak tadi ia tunggui.
Ternyata Rena yang menghubunginya. "Halo Ren..?" Debora menerima telponnya.
__ADS_1
"Debora gimana kabar kamu? Baik baik aja kan Bora..?" Terdengar suara khas Rena yang selalu mengkhawatirkannya.
"Aku baik baik aja Rena.. Kamu..?" Tanya balik Debora.
"Aku sehat. Emm tapi Debora ada kabar yang kurang baik nih.. Kayaknya kami akan langsung ke Jerman. Kami dapat kabar baru dari sana, kalau Mama Marry jatuh sakit. Bahkan di bawa ke rumah sakit. Jadi kami langsung ke sana.." Jelas Rena
"Ohhh begitu.. Gak apa apa Ren.. Lagian ada Dion kok sama aku.. Kalian pergi aja.. Jangan khawatirkan aku.. Kasian Mama Marry. Olin juga pasti mau ketemu sama Mamanya.." Debora mengerti keadaan keluarga itu.
"Makasih Debora.. Ia aku cuma mau kabari itu aja.. Ini Hery lagi sibuk siapin barang barang juga, aku harus cepat bantu dia.. Kamu sehat sehat ya Bumil...!"
"Iya Ren.. Aman aja.. Hati hati ya.. Kamu kan juga Bumil.." Ledek Debora.
"Iya sama sama Bumil.." Hery menoleh ke arah Rena yang sedang bertelponan dengan Debora. Senyum Hery merekah mendengar percakapan kedua wanita itu.
"Ya udah Bora.. Aku tutup telponnya ya.."
"Iya Ren.."
"Terlihat pukul 10.15." Baca Debora pada keterangan keaktifan Dion di aplikasi itu.
"Haaahh.. Dia benar benar sibuk.."
****
Entah Bisma atau pun Hery, kedua pria itu sibuk menyiapkan segalanya. Bukan pakain atau barang lainnya melainkan beberapa barang yang memperkuat rencana keduanya.
"Tapi Kak Bisma, apa boleh kita kasih tahu Mama tentang Olin saat dia sakit gini.. Gak makin drop kah Mama..?" Hery mengungkapkan kekhawatirkannya.
"Heemm kita liat dulu Mama sakit apa.. Kalau gak terlalu ngaruh sama sakitnya bisa aja kita lanjutkan rencana.." Ide Bisma, ia juga mengerti perasaan Hery yang selalu memikirikan Mama mereka itu.
__ADS_1
Olin pun sedang menyiapkan apa saja yang ia perlukan nanti di sana. Padahal Hery dan Bisma sudah melarangnya untuk membawa banyak barang karena bisa di beli di sana.
Tapi Olin tetap membawa semua barangnya. Saat itu juga Adel masuk ke dalam kamar Olin.
"Olin..?" panggilnya.
"Kak Adel..?" Olin tersadar dari lamunannya.
"Sudah siap..? Sebentar lagi kita berangkat.." Ucap Adel.
"Haaahh sudah kak.." Terlihat sekali wajah canggung Olin mungkin karena ini pertama kalinya ia menginjakkan kali kaki di Jerman bersama kedua kakaknya dan menemui Marry sang Mama.
"Olin.." Panggil Adel lagi.
"Kakak percaya kamu pasti bisa.. Dan boleh kakak melakukan sesuatu dengan rambut kamu..?" Tanya Adel.
"Ah.. Boleh.."
Adel mulai menyisiri dan merapikan rambut Olin. Hingga mengepangnya rambut panjang itu dengan rapi.
"Sudah.." Adel bangkit dan mencari cemin agar Olin bisa melihat hasilnya.
"Tada.." Olin melihat dirinya di dalam cemin.
"Waahhh aku jarang banget kepang rambut aku gini.. Rupanya cantik juga.." Ucap Olin juga senang melihat bayangan dirinya di cermin.
"Mama sering kepang rambut di begitu... Coba nanti kamu keluar dengan penampilan seperti ini. Bisma dan Hery pasti terkejut.." Saran Adel.
"Benarkah..? Apa aku mirip sama Mama..?" Olin sudah tidak sabar.
__ADS_1
"Iya.. Coba aja.."
***