
Debora mencibir ledekkan Hery, lalu ia menghembuskan nafasnya.
"Ini karena sumpahan Dion.. Makanya aku jadi gak bisa tidur.." Gumam Debora.
.
.
.
.
.
"Halo..?" Dion menerima telpon tiba tiba malam ini.
"Iya kah..? Hmmmm... Aku kesitu ya.." Suara Dion sangat manja.
"Aaaaiisss janganlah gitu.. Kasiani aku.." Dion memohon pada penelpon.
"Boleh ya.. Aku masuk lewat jendela deh.. Janji gak ketahuan sama yang lain.." Pintanya lagi.
"Oke.. 5 menit dari sekarang. Bye.." Dion mematikan telpon itu. Ia sangat bersemangat, mengganti celana dan bahkan tidak mengenakan baju, tapi ia mengenakan jekat kulit saja.
"Aku datang.." Gumamnya, Dion menggigit bibirnya dan bahkan mengisapnya. Matanya sangat berbinar mungkin lebih cerah dari bulan purnama malam ini.
.
.
.
.
.
.
"Ayo kita berdansa sayang.." ajak Bisma pada Adel.
__ADS_1
"Aku gak pintar dansa Sayang.." Adel manja di lengan Bisma.
"Ayo.. Aku ajari" Bisma tetap menarik Adel bersamanya. Berdiri di tengah orang orang yang juga tenga berdansa dengam pasangan masing masing.
Awalnya semuanya baik baik saja, tapi tiba tiba pertukaran pasangan Adel dan Bisma terpisah.
Saat Adel sedang mencari Bisma, ia sudah di peluk dan di rangkuk seseorang dari belakang.
"Aahh..?" Pekiknya.
"Hai sayang.. Kamu sangat cantik malam ini.. Aku sangat terpesona.." Stuart melingkarkan tangannya di pinggang Adel.
"Kamu siapa.. Mana istriku..?" Bisma juga mendapat pasangan baru.
"Hei tuan.. Ayolah.. Ini hanya 5 menit.." Ucap wanita itu tak ingin melepas Bisma. Wanita itu mengalungkan tangannya di leher Bisma.
"Adel..? Mana kamu..?" Bisma khawatir Adel dengan seorang pria lain. Sama seperti keadaanya saat ini.
"Maaf tapi aku harus mencari istriku.." Bisma melepaskan tangan wanita itu dari lehernya.
"Mau kemana, kita baru aja dansa.."wanita itu menarik pinggang Bisma.
"Adel..!" Seru Bisma. Ia segera mengejarnya, tapi tak semudah itu karena tiba tiba Albert menghalangi.
"Mau kemana baby angel..?" Ucapnya.
"Oo'hooo.. Gitu ya..?" Bisma akhirnya mengerti.
"Maaf Bisma.. Lebih baik kamu lepaskan Adel. Biarkan dia bahagia dengan Stuart.. Dan kamu bisa berbahagia dengan aku, Stuart gak akan larang kita bersama lagi Bisma.. Dan seperti yang pernah aku bilang.. Kita akan minta seorang wanita untuk hamil anak kita dan kita punya anak.." Albert mendekati Bisma perlahan.
"Gak.. Aku gak kayak kamu Al.. Aku Bisma.. Bisma suami dari Adel.. Wanita yang kakakmu culik tadi.." Bisma yakin laki laki yang menggendong Adel tadi adalah Stuart.
"Ck.. Bisma.." Belum selesai Albert berucap Bisma sudah menerobos.
"Ck.. Gak akan semudah itu.." gumam Albert.
"Adel..?" Adel..?" Bisma mencari Adel di lorong lorong kamar di hotel ini.
"Dia gak ada di sini Bisma.." Albert berjalan santai di belakang Bisma.
__ADS_1
"Adel.. Adel.. Del..." Bisma sudah sangat panik.
.
.
.
.
.
.
"Eeemmmm...? Eeemmmm!!" Adel mencoba berteriak dengan jas di mulutnya.
"Tenang sayang.. Aku cuma mau bawa kamu bersenang senang.. Aku jamin kamu juga suka nanti.. Kamu gak akan kecewa.." Stuart mengelus pipi Adel.
Kali ini ia sangat nekad untuk melakukan yang ia inginkan saja. Hasratnya untuk memiliki Adel tidak bisa di tahan lagi.
.
.
.
.
.
Dion sedang memanjat dinding bak Spiderman. Menjangkau jendela seseorang di atasnya.
"Sedikit lagi.. Aku jamin kamu senang malam ini." Gumam Dion.
Dengan gerakan cepat Dion menjangkau dan membuka jendela itu dengan perlahan.
"Semua orang akan terkejut besok pagi sayang.." Dion masuk dan menutup lagi jendela itu pelan.
"Pyuuuhhhh susah ya kalau sudah cinta.." Cicitnya.
__ADS_1