
Hari ini Roy berangkat dari apartemen Rena kini Rena sedang membantu Roy mengenakan dasi.
Hanya hal seperti ini sudah cukup membuat Roy bahagia, merasa di perhatikan dan di sayang sudah cukup.
"Sudah sayang.." Rena menepuk nepuk dada Roy.
" Terima kasih sayang.." Roy mengecup sekilas bibir Rena dan Rena tersipu.
"malam ini aku jemput ya.. Kita akan pergi memeriksa kandunganmu. Tunggu papa pulang ya..." Roy mengelus elus perut Rena dan megecup tangan Rena dengan penuh kasih sayang.
"Kami berdua akan selalu menunggumu Roy.. Aku janji aku akan cepat pulang..."
Rena mengantar Roy hingga parkiran. Setelah Rena menyalami Roy, Roy masuk dalam mobilnya dan berlalu beriringan dengan deru mobilnya.
Rena berjalan ke arah Lift dan saat lift hendak tertutup tiba tiba ada kaki seorang wanita yang menghadang pintu lift yang ingin tertutup.
"Hai..." Debora datang tepat saat kedua pintu lift itu terbuka kembali. Sontak Rena membulatkan matanya tak percaya, istri pertama suaminya ada di depannya. Ingin Rena lari dari lift itu tapi tidak bisa karna Debora sudah berada di depan lift dan menghalang jalan keluarnya.
"Maaf numpang ya... Debora masuk juga ke dalam lift itu dan satu Lift dengan Rena. Rena sangat ketakutan tapi menaturalkan ekspresinya.
Debora tiba tiba tak yakin dengan yang ia lihat, mengapa Rena tidak takut padanya dan malah biasa bersikap biasa saja.
"Apa aku tidak ia kenali? Apa aku tidak populer di matanya, apa ia gak tahu aku ini istrinya Roy Filip, gimana sih ini Cewek...!!" Debora malah sibuk memikirkan popularitasnya tanpa memikirkan apa tujuan awalnya kemari tadi.
"Apa yang Debora lakukan kenapa tidak memarahi wanita itu?" John hanya mengamati dari mobilnya saja.
Karna Lift Rena dan Debora kini sudah mulai tertutup dan Naik ke lantai atas John dengan cepat keluar dari mobilnya dan segera menyusul Debora karna ingin memastikan rencananya ini berjalan dengan lancar.
__ADS_1
Pintu lift terbuka dan Rena keluar dari dalam lift itu. "Hei..." Suara Debora terdengar tak seakrab tadi.
"Kenapa ya. Apa saya mengenal anda?" Tanya Rena pura pura tak tahu.
"Aku Debora. Istri sah dan pertama Roy Filip..." Ucap Debora sudah tidak tahan apa lagi baru saja wanita di depanya ini tidak mengenalinya.
"Ooohh Roy Filip pengusaha itu?" Tanya Rena lagi dengan tangan di punggungnya yang sudah bergetar.
"Ya bodoh.. Kenapa kamu mengambil Roy dariku?" Tanya Debora kini langsung ke intinya.
"Roymu?" Rena mengangkat satu alisnya.
"Ya laki laki yang tadi kamu antar ke parkiran. Itu suamiku." Rena kini tak tahu harus menjawab apa dan hanya bisa diam saja.
John tiba juga di depan lift dimana Rena dan Debora tengah berselisih. John memperhatikan wanita di depan Debora sepertinya ia mengenalinya. John maju dan memperjelas pandangannya.
"Ooohhh jadi kamu simpanannya Roy... Gak puas kamu sama tuan Dion ya?" Rena kini tersedutkan dan di tambah lagi John mengatakan orang hang ia tak kenali. Tuan Dion? Siapa itu?
"Sayang ini wanita yang di Mall yang aku lihat menggunakan kartu Roy yang ternyata kartunya Dion Wigara. Ternyata benar benar simpanannya Roy, dan kenapa kamu sering bersama tuan dion juga. Jangan jangan kamu hanya memanfaatkan mereka berdua ya.. Pasti itu mah..." John melipat tangan di dadanya seola paling benar.
"Tuan Dion Wigara?" Rena bergumam. "Apa maksudnya Dion?"
"Hah.. Cewek kayak kamu itu gak layak jadi istri seorang Roy Filip atau pun simpanannya. Asal kamu tahu ya aku lagi mengandung anaknya Roy. Dan ini adalah anak kesayangannya Roy." John mengangguk anggukan kepalanya setuju.
"Maaf saya gak kenal kalian. Permisi." Rena hendak pergi tapi tangannya di cekal Debora dengan keras.
"Iisshh nyonya kenapa sih..?" Rena seolah tak tahu apa apa.
__ADS_1
"Eeehhh.. Aku tu sudah mata matai kalian dua Roy beberapa haro yang lalu. Dan aku dengar dengar juga dari mulut Roy kalau kamu lagi hamil anaknya Roy ya? Hah... Paling anakmu nanti akan lahir tanpa ayahnya karna Roy pasti akan pulang ke dalam pelukan aku dan anakku ini nanti, lihat saja dan kamu juga anakmu akan menjadi gembel jalanan, namanya juga p*l*k*r.. Suami orang yang sudah bahagia aja di comot, apalagi pria kaya seperti Dion yang masih lajang.. Jelas pasti di embat juga.." Hinaan Debora di depan wajah Renal langsung. Rena melihat laki laki yang ada di samping Debora dan Rena tersenyum
"Paling paling anakmu itu bukan anaknya Roy.. Pasti hanya anak laki laki ini.." Rena memberanikan diri menunjuk John dengan tatapan jijik begitu pula dengan Debora.
Sejenak Debora terdiam. Yang di ucapkan Rena sangat benar dan begitu pula dengan John ia tak bisa berkata apa apa lagi. Keduanya saling melempar pandangan.
"Aahh tahu apa kamu yang hanya seorang perebut suami orang." Ucap Debora lagi tak terima dan tetap membela dirinya yang merasa sangat benar tanpa dosa.
"Maaf suami anda yang datang ke saya dan meminta saya untuk menjadi istri sirinya. Bukan niat saya untuk menjadi istrinya." Rena semakin percaya diri menghadapi kedua pasangan itu.
"Apa..? Suami aku gak akan tergoda kalau kamu yang gak godain dia, dia itu sangat setia sama aku." Debora setengah berteriak pada Rena.
"Ya dan setianya itu nyonya buang sia sia hanya karna laki laki di samping nyonya itu, jika nyonya juga setia pada Roy maka saya gak akan hadir di dalam rumah tangga kalian. Tapi saya justru berterimakasih karna dengan ketidak setiaan nyonya maka saya dan Roy bisa bertemu dan bahkan memiliki anak." Rena mengelus perutnya yang juga masih rata di depan Debora dan John.
"Dan aku jamin Seratus persen ini adalah anak kandung Roy Filip yang aslinya." ujar Rena lagi.
"Kau..!" Debora menunjuk Rena dengan jari telunjuknya tapi tak meneruskan ucapannya.
"Dengarkan aku... Aku bisa berbuat apa saja padamu, dan ingat, menjadi perebut suami orang itu ada azabnya. Lihat saja kamu nanti, pasti ada yang menimpa dirimu. Kamu pasti seringkan nonton azab azab di tv, kuburannya berair, kebakaran, bau busuk, dan itu aku doakan semunya menimpa kamu.." John menoleh le kiri dan kanan dan menemukan ada CCTV yang mengawasi mereka.
"Jika kamu tidak pergi dari kehidupan Roy maka aku sumpah kamu agar semua itu menjadi nyata sama kamu, aku juga calon seorang ibu dan aku ini adalah korban dari perselingkuhan suami aku dan kamu yang tak tahu diri ini maka aku jamin doaku akan di kabulkan." John menarik narik Debora agar segera pergi dari tempat itu karna tak mau mendapat masalah nantinya dari pemilik apartemen itu karna menganggu para penghuni apartemennya.
Rena..
Hayooo... sadis bnget sih sumpah serapahnya Debora, kebanyakan nonton drama indo makanya gitu hahhahahaaaa... Biasa Author sering nonton sama emaknya author jadi sering melihat yg begitu... tinggalkan jejak kalian ya dengan like, koment dan juga favoritkan... itu sangat membantu author loooo... Di tunggu ya like dan komentnya
**Tips: Novel ini up tiap hari ya.. Begitu juga dengan novel Budak Cinta Sang Mafia.
__ADS_1
Dan silahkan mampir ke karya baru Author, Dendam 100 kilogram karya yang ikut lomba dan mohon dukungannya ya**...