AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 119


__ADS_3

"Jadi karna kamu ubah nama kamu, jadi orang orang di perusahaan kamu gak tahu kalau kamu anak pemilik sebelumnya.." Kesimpulan Rena.


"Iya gitu.. Selain itu juga, pekerja pekerja yang lainnya juga sudah keluar, jadi kebanyakkan itu orang orang baru, jadi mereka juga kurang tahu masalah itu.


Jangan kan mereka Roy ajs gak tahu masalah ini. Aku juga gak pernha cerita sama dia, karna yang di hadapi aja sudah susah, jadi selama ini paling aku cuma pernah cerita sama Olin, tapi itu tentang bagaimana adanya dia, dan apa yang terjadi pada Mama Marry. Yang lainnya dia gak tahu.. Cuma kamu yang tahu.. Karna kamu adalah hidup aku.." Hery mencolek hidung Rena.


"Eeemm suami aku ini..." Rena juga gemas Pada Hery. Laki laki yang hebat untuk hidupnya.


"Ya karna aku sudah menceritakan semuanya maka aku patut mendapatkan yang aku mau..." Hery beralih ke jari Rena dan mengigitnya dengan pelan tapi menggoda.


"Iya sayang.. Pasti.." Hery sudah bersorak bahagia.


***


"Roy..?" Debora mengetuk pintu ruang kerja Roy.


"Ya..?" Roy membuka pintu dan melihat Debora yang datang membawa Teh hangat untuk Roy.


"Tumben.." gumam Roy.


"Ini Teh hangat Roy.. Aku buatkan sesuai intruksi Bi Mila.


"Oooohh sini." Roy mengambil teh hangat itu.


"Eeemm Roy... Ada yang mau aku tanyakan.." Sebelum Roy menutup pintu dengan cepat Debora mengatakan apa maksudnya yang sebenarnya.


"Apa lagi...?" Roy menaruk Teh hangatnya di salah satu meja.


"Besok kamu mau makan siang apa? Mau aku masakkan apa..? Aku siap masakkan untuk kamu Roy.." Debora sangat bersemangat untuk hari esok.


"Eeemm Apa ya...?" Roy berpikir sejenak.


"Eemmm entah kenapa aku mau peyek untuk besok, kalau enak kan buat cemilan aku di kantor, dan untuk teman makan siang juga kan.." Memasak peyek tak semudah keliatannya, oleh karna itu Roy ingin melihat apa Debora bisa memasaknya.


"Ooohh peyek ya.. Peyek itu yang mana ya..?" Debora mengaruk garuk pelipisnya.


"Astaga, cari sendirilah. Oohh ya untuk makanan utamanya nanti lagi aku kasih tahu. Aku belum tahu aku mau apa besok.." Roy masuk ke dalam ruangannya dan menutup pintu.


"Peyek..?" Masih bertanya tanya.


"Ah Bi Mila pasti tahu..." Debora segera berlalu menuju dapur mencari Bi Mila.


***


Hery baru selesai bertelpon dengan anak buahnya. Ia masuk dalam kamar dan mendapat hadiah istimewa.


"Aaaahhhh..." Hery mendesah sendiri.

__ADS_1


Rena sudah menunggunya dengan seksi dan yang lebih panas adalah kostumnya, sangat panas.


"Sa.. Sayang kamu dapat bajunya?" Hery sangat terkejut.


"Ya aku kan istri kamu yang dapatlah... Kan ini untuk aku pake buat kamu juga.." Hery sudah membasahi bibir dan lidahnya sendiri.


"Ya sayang.. Tapi kok kamu tahu kalau aku bawa baju itu.." Hery diam diam membawakan Rena baju seksi agar suatu waktu Hery bisa memintanya mengenakannya.


Tanpa di duga Rena malah terlebih dahulu mengenakannya, dan sangat cocok di tubuh Rena. Apalagi dengan bentuk tubuh Bumilnya yang terlihat. Dadanya, punggungnya. Sangat menggoda.


"Ooohhh sayang ini.." senyum gembira di wajah Hery sambil mengunci pintu.


"Ayo kita main.. Sayang Papa jenguk ya.." Hery mengelus perut Rena terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas malam bersama Rena.


"Mari sayang..." Rena langsung menarik Hery untuk naik ke atas tubuhnya.


***


Debora bersiap untuk tidur tapi melakukan tradisi perawatannya.


Ceklek..


Roy membuka pintu, dia juga sepertinya akann tidur.


Roy melihat Debora yang sedang melakukan perawatan. Tiba tiba Roy menginginkan sesuatu.


"Ya..?" Debora bangkit dan menuju Roy.


"Mana minyak rambutnya, aku mau di pijit lagi." Pinta Roy.


"Oohh.." Debora sedikit berlari ke meja rianya dan mengambil vitamin rambut.


"Sini aku pijiti..." Debora langsung naik ke tempat tidur tempat Roy menunggu.


"Eeeemm" Roy menerima saja apa yang Debora lakukan dengan kepalanya.


"Sudah dapatkah besok mau apa.. Selain peyek..?" sambil memijit kepala Roy.


"Belum, kamu sudah tahukah yang namanya peyek itu yang mana?" Roy membuka matanya yang tadinya terpejam.


"Eeeemm iya udah aku tanya sama Bi Mila terus aku juga cari di google." Debora terdengarnya sangat bahagia.


"Eeeemm baguslah... Nanti sisanya aku pikir dulu.. Apa yang enak ya..?" Roy malah bertanya balik.


"Eeemm apa mau aku buatkan pudding coklat lagi kah..?" Debora sedikit mengintip wajah Roy.


"Eeemm pudding..? Eeeemmm apa ya.. Aku mau, es krim deh, tapi rasa coklat.." Sahut Roy.

__ADS_1


"Ooohh oke.. Nanti aku cari es krimnya."


"Aku gak mau di beli, aku mau yang di bikin kamu, malam ini kamu bikinkan nah besok itu udah beku.." Saran Roy.


"Ooohh oke nanti aku bikinkan ya.. Kamu tidurlah duluan. Aku mau ke dapur dulu..." Pamit Debora dan segera keluar dari kamar menuju dapur.


"Yang Hery bilang memang betul, Debora mencoba untuk berubah.. Semoga Kali ini aku gak di hianati lagi.." Doa Roy. Ia juga menginginkan kisah cinta baru untuknya, bukan hanya di hianati dan di hianati.


***


Seperti cinta Hery dan Rena yang makin bersemi. Apalagi setelah seperti ini. Rasa lelah dan nikmat bersatu. Hery mengelus elus perut Rena dan Rena dalam peluknya.


"Sayang.. Kenapa kamu gak tinggal di Amerika atau ikut Mama Marry kamu ke Jerman..? Padahalkan seru tuh tinggal di luar negeri, banyak cewek cewek cantik, di sana juga bebas gitu kan... Kamu gak tertarik gitu..?" Rena mengangkat kepalanya dan menatap rahang tegas Hery.


"Kamu tahu sayang, dulu jangankan dekat cewe bule, liat Cewe bule aja aku takut, entahlah aku kenapa tapi intinya aku gak mau dekat dekat sama Cewe dulu, ada sih Cewe yang berani aku dekati. Kamu ingat Missus.. Atau yang lebih tepatnya Miguel?" Hery tersenyum lucu pada Rena.


"Eeehh dia itu cowok..." Bantah Rena yang mengatakan Missus adalah wanita.


"Ya kan dia kayak cewe, aku ya beraninya dekat sama dia aja sih..." Hery mengangguk anggukan kepalanya.


"Isss sayang ini.." Rena memeluk Erat Hery.


"Kita tidur ya besok kan mau ke pantai.." Ajak Hery.


"Oke.." Manja manja malamnya sudah selesai. Setelah saling cium dan peluk Rena dan Hery istirahat dulu untuk hari ini. Terlelap dalam pelukkan satu sama lain. Dan yang lebih nikmatnya lagi keduanya tidak mengenakan sehelai benang pun. Kulit mereka saling bertemu dan menempel.


***


Di kediaman Roy berbeda. Roy sudah di kamar, tapi Debora masih sibuk di dapur membuat Es Krim bersama Bi Mila.


"Heeeemm gak mudah ya bikin Es krim. Aku kira es krim itu sudah tinggal ambil aja kalau sudah beku eh ternyata harus di adon gini..." Ucap Debora sambil mengaduk menggunakan mixer adonan es krimnya.


"Iya nyonya, bikin Es krim itu harus sabar, dan akan menghasilkan es krim yang lembut dan Enak pula..." Ucap Bi Mila yang selalu menemani Debora.


"Heeemmm.. Ya lah bi.."


"Eeehh Debora... Lagi apa nak. Kok jam segini belum tidur...?" Eyang datang juga ke dapur untuk mengambil air minumnya.


"Iya Eyang Debora lagi bikin Es krim untuk Roy. Roy Minta Debora bikinkan dia Es krim untuk besok, Debora janji mau bikinkan makan siang buat Roy, tapi Debora tanya Roy mau apa dia gak jawab, katan tunggu besok juga Roy cari apa yang dia suka." Eyang menggangguk paham.


"Roy itu memang begitu, gak apa apa, kalau besok Roy masih gak kasih tahu kita masak gado gado aja, dulu Roy itu suka Gado gado buatan Eyang, nanti Eyang ajarkan kamu cara bikinnya ya.." Ajak Eyang.


"Wah Eyang mau banget... Janji ya..!" Debora sangat bersemangat.


"Iya sayang janji, ya udah cepat selesaikan es krim kamu itu, cepat tidur juga ya.." setelah mengambil botol air minimnya Eyang pun kembali ke kamarnya.


Debora...

__ADS_1


Off dulu kawan.. Kali ini Slow dulu ya.. Jangan terlalu tegang, di bawa santai aja say... Like dan Komen ya.. Rate bintang dan favoritkan... Mau kasih hadiah juga boleh... Masuk ke beranda novel terus kasih deh hadiahnya.. Sip...!


__ADS_2