AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 148


__ADS_3

Roy yang sudah lupa dengan sosok yang bernama Nur ini seperti orang bodoh datang dan menyalami semua orang di situ.


"Roy.. Ini Nur dan Omanya. Kamu ingatkan masih sama gadis yang gak mau jauh dari kamu pas kamu baru masuk SMP..?" Eyang mencoba mengingatkan Roy.


"SMP..? Maaf Roy lupa ya.." Roy mengaku saja.


"Haaiiiss anak ini.." Eyang memukul bahu Roy.


"Ya kalau gitu Eyang yang ingatkan, ini Nur, dia gadis yang sama kamu di SMP, dia suka banget sama kamu. Bahkan kamu ingat... Pas kamu tenggelam di kolam renang.. Nur juga yang selamatkan. Apa kamu lupa itu.. Kamu takut banget berenang sejak kejadian bertahun tahun itu, dan pas pertama kali berenang kaki kamu kram dan tenggelam, Nur dengan sigap selamatkan kamu bahkan kasih nafas buatan lagi." Jelas Eyang sangat bersemangat.


"Oooohhh.." Roy baru ingat dan ia mengangguk pelan.


"Dan yang paling Eyang ingat tentang Nur ini dia pulang di hari dia selamatkan kamu itu langsung tanya sama Omanya. Oma apa boleh aku nikah sama Roy. Aku tadi cium Roy loooo.. Ahahaha.. Imut sekali kan.." Eyang sepertinya sangat menyukai pembahasan ini.


"Eeemm" Roy mulai jenuh.


"Nak Roy.. Oma dengar kamu seorang CEO ya...?" Oma Sila bertanya pada Roy.


"Bukan aku cuma seorang asisten CEO..." Eyang, Oma Sila dan Nur saling bertatap muka.


"Rita kamu bilang cucu kamu seorang CEO.. Tapi kata dia, dia cuma seorang asisten CEO...?" Eyang mengelengkan kepalanya.


"Roy.. Kamu itu kalau bercanda suka berlebihan. Jangan ya, Eyang dan Oma Sila sudah tua looo.." Roy tersenyum miris.


"Mau gimana lagi Eyang, memang itu pekerjaan Roy. Roy cuma asisten CEO, CEO yang asli itu Hery. Aku cuma pinjam nama CEOnya.." Roy melipat kakinya.


"Roy..!!" Bentak Eyang.


"Apa Eyang.. Roy cuma mau jujur sebelum kebohongan Roy semakin banyak.. Dosakan kalau kita banyak bohongi orang tua.." Dari jauh tepatnya di atas, Debora bisa mendengar semuanya dengan jelas. Ia tak masalah jika Roy mengatakan yang sebenarnya pada Eyang dan tamu tamunya. Dan jika setelah ini jabatan Roy juga akan turun karna berita ini maka Debora juga juga siap menanggungnya dengan Roy. Yang terpenting bukan di pisahkan dari Roy.


"Roy.. Jadi selama ini kamu bohong sama Eyang..?" Eyang Rita tak percaya yang ia dengar ini benar.


"Ya Eyang.. Selama ini Roy bohong.. Roy cuma pinjam posisinya Hery untuk bahagiakan Eyang.. Hery gak keberatan bahkan dia suka. Dia gak akan ketemu sama wartawan atau pun wawancara. Karna Eyang tahu sendiri kalau Hery takut sama wartawan. Roy yang gantiin Hery. Dan hari ini Roy mau jujur sama Eyang, sama, Oma dan kamu.. Aku bukan siapa siapa.." jelas Roy panjang lebar.


"Roy.." Panggil Oma terkejut.

__ADS_1


"Rita ini cucumu..??!" Oma Sila marah pada Eyang Rita.


"Maaf tapi aku juga baru tahu..." Bela Eyang Rita untuk dirinya sendiri.


"Nur ayo kita pergi.." Oma Sila menarik tangan Nur cucunya.


"Berhasil..." Roy bahagia dalam hatinya.


"Tunggu Oma.." Akhirnya gadis itu buka suara.


"Aku tetap mau jadi istri Roy.. Aku masih cinta Roy Oma.." Pengakuan yang sangat mengejutkan.


Debora sampai berdiri dari duduknya.


"Apa yanf wanita itu katakan..??!" Debora juga terkejut.


"Nur.." Panggil Omanya.


"Gak Oma.. Nur sudah dari dulu cinta sama Roy.. Maka sampai kapan pun Nur akan tetap cinta Roy..." lebih jelas dan tegas Nur.


"Aku tahu.. Aku hanya akan jadi istri kedua... Karna istri pertama kamu masih sah. Yaitu Debora.. Nyonya Debora... Aku ada liat dia beberapa kali gak aku sangka wanita secantik itu gak bisa puaskan kamu.. Dan buat kamu cari istri lagi..." Nur sepertinya bukan wanita biasa yang memiliki mulut berlidahkan silet.


"Kamu.." Roy ingin menunjuk Nur dengan Jari telunjuknya.


Tiba tiba saat itu juga datang para penghulu dan orang orangnya.


"Kenapa ada mereka di sini..?" Roy tak merasa memanggil penghulu.


"Maaf pak Roy. Kamu hanya menjalankan tugas kami, kami mendapat keluhan dari nona Nur Alisa. Bahwa nona ini sudah di nodoi andan dan ia meminta pertanggung jawaban dari anda." Salah satu imam maju dan menjelaskan.


"Hah...? Apa apaan ini.. Hei kamu..??!" Roy sepertinya di jebak.


"Maaf aku punya buktinya.." Nur mengeluarkan ponselnya dan menunjukan bukti yang ia maksud.


Itu adalah video panas, yang di dalamnya ada Roy dan karna Nur ahli dalam pengeditan maka ia sengaja mengedit video yang pernah Debora tunjukan pada Rena. Itu sebenarnya adalah Debora tapi dengan pintar Nur merubah kalau itu adalah dia.

__ADS_1


"Aku gak pernah melakukan itu sama kamu ya.." Roy tetap menolak.


"Maaf tuan anda tidak bisa menolak. Anda bisa di tangkap polisi karna tindak pemer**saan.. Pada seorang gadis." Jawab seorang pria lagi yang adalah paman Nur.


"Apa..?" Roy mengeleng cepat. " Gak gak.. Aku gak mau nikah sama dia.. Kenapa aku harus nikah sama dia, itu bukan aku pak.." protes Roy tak ada habisnya.


"Mana ada maling yang mau ngaku.. Tuan Roy kalau berani buat harus berani tanggung jawab.." Sambung paman Nur tadi lagi.


"Tapi gak bisa, aku sudah punya Istri.. Itu Debora.. Debora sayang.." Roy manangkap sosok Deborau yang masih di atas.


"Debora turun.. Larang mereka Debora.." Pinta Roy sambil menyusul Debora.


"Debora.. Apa kamu suami kamu di penjara karna per***sa aku..?" Nur sudah tahu kelemahan Debora.


"Enggak.." Debora mengeleng "Aku gak mau pisah sama kamu Roy.." Debor Mulai menangis.


"Nak.. Kalau kamu gak mau pisah sama suami kamu maka restui Suami kamu untuk nikah lagi.. Kan nanti Roy bisa bagi waktu untuk kamu dan untuk Nur seadil adilnya.." Paman Nur terus mencuci pikiran Debora.


"Ya.. Roy sayang kamu nikah aja sama dia, yang penting jangan tinggalin aku.. Kalau kamu nikah sama dia.. Kamu masih di sini dan aku bisa sama kamu juga.. Kalau aku pisah sama kamu aku gak bisa Roy.." Debora berbicara dengan tangisnya yang luruh.


"Ya ampun Debora masa kamu langsung berpikir begitu.. Sayang aku mending di penjara looo dari pada harus nikah lagi.. Aku siap tunggu sampai aku bebas dan aku masih suami kamu juga.." Roy mencoba memberi Debora pemahaman juga.


"Roy.. Aku gak akan sanggup.." Debora menarik tangan Roy dan membawanya turun.


"Pak penghulu nikahkan suami saya pak.." Nur tersenyum puas. Sedangkan Roy merasa hancur dengan seperti ini.


Ijab kabul pun di lakukan. Meski dalam keadaan terguncang mau tak mau Roy mengucapkan ijab kabul. Hampir gagal karna sudah dua kali Roy salah menyebutkan nama mempelai wanitanya.


Tapi karna desakan Debora yang di desak Eyang dan Paman Nur maka Roy mau melakukannya dengan benar.


"Sekarang kalian berdua sah menjadi suami dan istri. Nak Roy.. Istrimu kini dua. Bagilah  rezeki yang kamu dapat dengan seadil adilnya. Berilah nafkah batin yang adil juga pada kedua istrimu." Sara sang penghulu.


Roy..


maaf ya Guys.. tapi tenang ini cuma sementara aja kok, itu cuma angin lalu nanti juga hilang.. dan masih banyak rahasia lainnya looo.. tunggu aja ya..

__ADS_1


__ADS_2