AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 66


__ADS_3

Debora mendekati Roy yang sedang mengenakan baju di depan lemari. Debora tak henti hentinya mandangi Roy yang sangat seksi di matanya.


Debora langsung memeluk daru belakang tubuh Roy dan melingkarkan tangannya di perut Roy. Roy tentu saja terkejut dengan apa yang di perbuat Debora padanya. Tak biasanya Debora bisa seperti itu, biasanya Debora tidak pernah melakukan itu. Dulu, Roy lah yang peling sering melakukan itu pada Debora saat menginginkan kemesraan di antara mereka.


Roy acuh tak acuh pada tindakan Debora yang ia rqsa aneh itu. Dengan perlahan Roy membuka pelukan Debora dan beralih ke tempat lain, Roy mengambil sisir dan merapikan rambutnya di depan Cermin tak jauh dari lemari tersebur.


Debora kembali memandangi Roy rasanya Roy yang ini bukanlah Roynya yang dulu. Tentu saja, karna semua yang Debora lakukan sendiri yang membuat Roynya berubah dan memilih untuk mencintai wanita lain yang bisa mengerti dirinya dan juga bisa memberikan yang terbaik padanya. Bukannya terus berbohong bahkan berani mengkhianatinya.


"Bagaimana wanita simpananmu itu? Baik baik saja...?" Debora tak ingin lagi menyembunyikan apa yang ia pikirkan tentang Roy.


"Gak ada sangkutannya sama kamu.." Ucap Roy tak peduki dan beranjak dari depan cermin ke tempat tidurnya. Roy mengambil ponselnya dan mencari aktifitas lain yang bisa ia lakukan selain mendengarkan Debora.


Roy ingin menghubungi Rena tapi ia urungkan niatnya karna mengingat tadi Rena sangat takut padanya, Roy pastinya tak ingin Rena samakin tak ingin menemuinya.


"Roy... Aku kasih saran aja ya... Mendingan kamu tinggalin itu wanita murahan kamu itu, aku sudah hamil juga kok... Inilah anak kamu Roy. Dan anak yang di kandung dia itu bisa aja kan anak cowo yang juga pernah boking dia.. Kamu mana tahu.." Debora mendudukkan dirinya di sofa tdi hadapan Tempat tidur Roy.


"Kenapa kamu yang atur aku.. Aku bisa atur hidup aku sendiri kok.." Ucap Roy tanpa menoleh pada Debora di depannya ia memilih untuk memainkan game saja di ponselnya.


"Iya kan aku masih istrimu.. Aku takut saja nanti jika Eyang yang turun tangan maka kasian wanitamu itu dan juga anaknya pasti akan jadi gelandangan.." Ucap Debora seperti sedang mengancam Roy dengan sang Eyang yang menjadi umpannya.


"Terserah kamu aja, Mau Eyang tahu juga aku gak masalah... Toh aku bakal sama Rena kok.. Mau kamu nolak, Eyang Nolak, aku sudah gak peduli. Aku tinggal tunggu Eyang lebih baik aja, setelah Eyang balik sehat baru aku bawa istri tercinta aku itu dan kamu mungkin yang akan jadi gelandangan. Tapi aku yakin John pasti bantuin kamu kok dengan usaha kecilnya itu ya setidaknya rumah kontrakanlah.. Buat kamu sama anak kamu itu nanti. Yang gak tahu siapa ayahnya." Singgung Roy juga masih asik main gamenya.


"Cihhh... Anakku ini ya kamulah ayahnya, wanita simanan kamu itu yang hamil gak ada ayahnya. Aku kan istri sah kamu.. Jadi anak ini juga anak kamu donk..." Debora tetap kekeh dengan pendiriannya yang ia bangun dalam satu detik.

__ADS_1


"Rena juga istri sah aku kok... Dimata agama Rena istri sah aku... Walaupun cuma istri kedua. Tapi tetap di benarkan oleh agama kan..." Ucap Roy kali ini meledek Debora dengan senyum jijik pada Debora.


"Ya tapi kamu gak minta persetujuan dari aku dulu untuk nikah dan kawin sama Rena Rena kamu itu..." Bentak Debora kali ini tak suka di ledek Roy seperti itu.


"Kamu juga begitu kok, aku gak merasa kamu pernah minta izin untuk kawin sama John, entah di hotel, tempat kerja, bahkan ranjang ini pun kalian dua pakai, tanpa meminta izin dari aku pemiliknya, dan kalau kamu memang istriku maka kamu juga milikku... Tapi kenapa John gak minta izin duku sama aku... Kalian langsung aja masukan..." Debora membulatkan matanya mendengar ucapan ucapan Dari Roy yang tentu saja telak padanya.


"Aku... Aku hanya..." Debora mulai bingung menjelaskan dan melawan seperti apa.


" Tuh kan gagap tiba tiba... Kasian..." Roy hendak keluar saja dari kamar itu menuju ruang kerjanya saja.


"Kamu mau kemana?" Debora menahan tangan Roy.


"Suka hati aku mau kemana... Kamu dan aku kan gak satu kaki...." Roy menghempas Debora dan menuju pintu.


"Ya aku sudah tahu kamu pasti bilang gitu, makanya kamu kekeh bawa Eyang ke sini biar kamu bisa dapat semua yang kamu mau, dengan menjual nama Eyang. Tapi maaf Debora aku gak sebodoh yang kamu dan John kira." Roy sudah memegang knop pintu dan hendak memutarnya.


"Rena punya laki laki lain..." Ucap Debota tiba tiba. Dan itu sukses membuat Roy menghentikan geraknya.


"Apa kamu bilang...?" Royv berbalik dan menatap Debora dengan Heran.


"Iya... Aku dan John perna melihatnya di Mall. Debora pegang kartu gold milik laki laki itu..." Ucap Debora lagi. Ia mengingat saat ia dan John di mall dan tak sengaja bertemu dengan Dion dan nuga Rena.


" Memangnya Siapa kalau kamu tahu sekali tentang Rena..?" Roy sepertinya sangat sensitif jika itu berhubungan dengan laki laki di sekitar Rena karna pengaruh dari apa yang di lakukan Roy sehingga Roy selalu over jika tentang laki laki lain di dekat Rena.

__ADS_1


"Dion Wigara..." Ucap Debora dengan yakin karna itu yang Debora dan John ketahui.


"Dion Wigara..? Hahahaa... Yang kejadian di mall? Oohh jadi kamu juga sama John hari itu? Aku sudah tahu itu Debora, aku juga melihatnya kok.. Dion hanya meneraktir Rena dengan Kartu Goldnya dan John kira itu adalah kartu milik Rena. Padahal Rena juga memiliki kartu Gold kok... Untuk apa dia harus mengambil kartu milik Orang lain?" Ucap Roy tenang mengatahui siapa yang Debora maksud.


"Apa Wanita itu punya kartu gold juga?" Tanya Debora tiba tiba penasaran.


"Iya lah... Kartu goldku aku berikan pada Rena. Ya untuk dia jajan bakso si pinggir jalanlah.." Ucap Roy memanas manasi Debora lebih dari ini, barharap ada pengaruhnya pada kandungan Debora.


Sungguh kali ini Roy menginginkan hal yang lain pada Debora. Mungkin itu sangat mengerikan, tapi Roy sangat menginginkan itu terjadi. Roy ingin Debora keguguran dan tidak mengandung sama sekali, agar tak ada lagi alasannya untuk berlindung di belakang Eyangnya.


"Apa... Kartu Goldmu? Kamu punya kartu Gold...?" Tanya Debora dengan suara yang melemah.


"Iya... Ya, eeemmm sebenarnya kartu itu untukmu, tapi aku tidak jadi memberikannya padamu..." Ucap Roy setengah setengah Agar Debora semakin banyak pikiran.


"Apa..? Lalu Kenap kamu berikan sama wanita itu...?" Debora terlihat sangat marah.


"Karna aku tahu tentang kebenaran kamu dan John. Aku sangat sakit dan aku memilih untuk tetap menyimpan saja kartu itu dan pada saat ku menemukan orang yang tepat maka aku berikan padanya, yaitu wanita yang bisa memuaskan aku dan tak selingkuh dengan laki laki lain dan bahkan menanam benih sembarangan." Ucap Roy lagi dan Debora dengan mulut mengaga mendengarnya.


Roy sangatlah puas dengan yang ia katkan pada Debora dan berhasil membuat Debota tak bisa berkata kata lagi. Semoga dengan mendengar itu hal buruk terjadi pada Debora dan juga kandungannya itu, itulah yang paling Roy harapkan.


**


Rena...

__ADS_1


__ADS_2