
Debora terseyum, "Ya duduklah.." Debora sangat senang bersama baby Elf.
Dion melirik Debora yang sedang beroceh dengan Elf. Senyumnya juga ikut melebar melihat intraksi keduanya.
"Dia sangat imutkan..?" Debora bertanya pada Dion.
"Tentu.. Kamu juga imut.." Dion segera menggigit lidahnya.
"Hah..?" Debora rasa ia salah dengar.
"Ya dia imut.. Tapi aku suka kakaknya.. Hai Alf.." Sapa Dion pada Alf yang sedang duduk di karpet bulu.
"Eemm.. Eemm aamm." Alf memasukkan mainanny ke dalam mulutnya.
"Hei.. Bayi laki laki ini.. Suka sekali ya masukkan mainan ke dalam mulut..? Apa enak..?" Debora melirik Dion yang sedang berceloteh dengan Alf. Dion berbaring telungkup di karpet bulu bersama Alf.
Lekuk punggung dan pinggang Dion menjadi sangat nampak. Debora segera memalingkan wajahnya karena otaknya sudah berkelana ke mana mana.
"Aku kenapa sih..?" Debora menjerit di dalam hati.
"Kalau gitu uncle coba donk.." Celoteh Dion lagi.
"Aaaaaa.." Dion membuka mulutnya lebar lebar.
Dan tanpa di duga, Alf benar benar membagi mainannya itu dengan Dion. Alf memasukkan mainannya itu ke dalam mulut Dion yang terbuka lebar.
"Eemm?" Dion juga terkejut.
__ADS_1
"Hahahahahahahaha..." Debora tertawa terpingkal pingkal.
"Rena.. Rena.. Liat Alf..!" Seru Debora pada Rena yang sedang berkeliling.
"Astaga.. Alf.. Apa yang kamu lakukan sama Uncle..?" Rena terkejut juga.
"Kenapa sayang..?" Hery masih melakukan panggilan video dengan Rena.
"Ini.." Rena memperlihatkan apa yang tengah di lakukan anaknya pada Dion.
"Buaahhhhaahahahahaha.. Astaga Alf.. Papa tahu.. Kamu Uncle Dion memang suka anggur.. Tapi bukan yang terbuat dari karet sayang.." Hery juga tertawa lucu dengan ekspresi Dion yang tengah di suapi buah anggur mainan Alf.
"Eemmm.. ? Oke.. Uncle.. Sudah tahu rasanya sayang.. Cukup ya.. Sini..!" Dion meminta mainan itu lagi. Ia ingin membersikannya.
Tanpa aba aba lagi Alf langsung melempar mainannya itu kepada Dion.
"Gak anak gak papanya.. Sama aja." tambahnya lagi, Dion langsung menciumi Alf dengan gemas.
Suasana yang sangat ceria, sepertinya hanya rumah mereka yang paling bising karena kegembiraan yang ada di sini.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
"Yang ini ya..?" Bisma memperlihatkan cincin berkilau pada Adel.
"Sayang.. Aku kan punya di rumah.. Cincin pernikahan kita.. Aku pakai yang itu aja ya.." Rengek Adel.
"Gak.. Itu cincin pernikahan.. Yang ini cincin cinta.." Alasan Bisma yang tak bisa di hindar Adel.
"Cincin Cinta..?" Adel menempel pada Bisma.
"Ya.. Cincin Cinta.. Dulu kita nikah, hanya sekedar menikah.. Gak ada ikatan cinta diantara kita.. Cincin itu juga di pasang, asal terpasang di jari aja.. Aku juga gak pakai cincin pernikahan itu.. Tapi kamu tahu..? Hari itu.. Hery hampir kehilangan cincin pernikahannya sama Rena. Dia nangis.. Rengek rengek minta para pekerja untuk bongkar saluran air kotor. Bahkan parit. Heheh.. Nekad dia.. Savetitank juga mau di bongkarnya. Aku tanya sama dia.. Kenapa dia begitu sayang cincin itu.." Bisma melirik Adel.
"Dia jawab.. Rena.. Selipkan cincin itu dengan penuh kepercayaannya di jari manis Hery. Rena percaya sama Hery kalau Hery bisa jaga dia, anak anaknya, begitu pula dengan pasangn cincin itu, Hery selipkan di jari manis Rena karena rasa Cinta Hery untuk Rena sangat besar.
"Cincin bulat tanpa ujungnya, cinta yang terus meliputi mereka tanpa ujung.." Cerita Bisma.
Pemilik toko itu juga mengangguk setuju dengan yang di katakan Bisma.
"Aku mau kita juga gitu.. Cinta tanpa ujung.. Cincin yang kamu dan aku punya di rumah itu, gak ada cintanya diantaranya. Hanya sebagai tanda bukti aku milik kamu dan kamu milik aku.. Aku suami kamu dan kamu istri aku.."
"Aku mau ulang semuanya sayang, aku sudah jadi Bisma yang baru. Maka aku harus ulang semuanya dari awal. Hidup baru bersama kamu.. Aku mau selipkan cincin ini dengan penuh cinta di jari kamu bukan karena membuktikan pada dunia, kalau kamu punya aku, tapi sebagai lambang cinta aku untuk kamu..." Adel tak merasa kalau matanya meneteskan air mata sambil bibir menyungging senyum.
Bisma menarik Adel dalam peluknya. "Kamu mau kan.. Mulai dari awal sama aku.." Adel mengangguk.
Akhirnya mereka membeli sepasang cincin dan mereka juga meminta agar cincin itu di beri nama, Adel & Bisma. Kedua nama itu terukir indah di dalam cincinnya.
__ADS_1
Awww.. Off dulu ya guys.. Dua bab pagi dan dua bab siang nanti.. I love you..