
Hery tersenyum penuh arti. Sepertinya ia yang tahu seperti apa cerita yang sebenarnya.
"Hery... Kamu tahu...?" Rena mendekatkan wajahnya pada Hery.
"Ya... Dan mungkin dia papa Alf dan Elf yang sesungguhnya.".Tambah Hery lagi.
"Tapi.. Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu sudah tahu siapa papanya yang asli? Apa kamu akan minta pertanggung jawabannya atau kamu biarkan saja dia..?" Hery menatap Rena sungguh sungguh.
"Hery..? Aku gak harapkan apa apa dari dia, entah siapa pun dia.. Aku cuma mau tahu.. Siapa dia.. Kalau untuk minta pertanggung jawaban aku gak perlu.. Aku cuma mau sama kamu Hery.. Tapi..." Rena sedih lagi.
"Tapi apa sayang..?" Hery mengangkat wajah Rena yang kembali tertunduk.
"Aku takut..." Jawab Rena singkat.
"Takut apa..?"
"Aku takut kamu tinggalin kami.." Rena memejamkan matanya berharap air matnaya tak tumpah tapi ia tidak bisa menghentikan air mata yang ingin mengalir.
"Oowww sayang ku.. Kok pikir gitu lagi" Hery merasa bersalah menganggu istrinya.
"Ya mau gimana lagi.. Kamu ganteng.. Kamu bukan papanya mereka, suka hati kamu lah.. Mau punya yang lebih cantik di luar sana bisa, mau punya anak sendiri juga bisa.." Rena makin menangis.
"Kayak apa aku bisa punya anak sendiri sayang? Belum ada teknologinya.." Hery menghapus air mata Rena.
"Ya kan kamu bisa aja hamili wanita di luar sana.. Kan banyak wanita yang mau jadi istri kamu.. Kamu kan di puja puja wanita dulu.." Rena mengingat cerita Hery yang menngatakan kalau dia banyak di incar wanita. Tapi ia terlalu dingin dan tak peduli dengan wanita.
"Ya kan dulu.. Tapi kalau aku kasih hamil kamu gimana..?" Semakin berbelit belit yang menjadi pembicaraan Rena dan Hery.
"Ya kan kita dua lagi coba.."
"Hahahahahahaaa..." Hery tertawa sekana ada yang sangat lucu.
"Issshhh" Rena sangat kesal. Ia menangis dan Hery yang tertawa.
"Jadi kita dua coba coba gitu ya... Coba siapa tahu jadi..?" Hery menciumi Rena.
"Gak tahu aaah..." Rena semakin kesal.
"Buka yang lebar.." Bisik Hery di telinga Rena.
Rena langsung menoleh pada Hery, Hery sedang menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
"Buka yang lebar sayang.." Ucap Hery lagi.
Rena terdiam menatap Hery. "Apa maksdunya Hery..?" Rena kira Hery hanya sedang menggodanya.
"Aku bilang.. Buka yang lebar.." Ulang Hery lagi dengan berbisik di telinga Rena.
"Hery...?" Rena tak suka terus di ledek.
"Aku mau.." Tangan Hery mulai nakal.
"Hery nahhh.." Rena sangat terganggu.
"Sayang kamu gak mau tahu siapa yang bilang itu... Buka yang lebar...?" Hery terus menggoda Rena.
"Siapa..?" Rena tak peduli lagi apa jawaban Hery ia akan mendengarnya.
"Aku..." Jawabnya singkat.
Rena terdiam sejenak mencerna apa yang di katakan Hery.
"Aku.." Hery mengganggukkan kepalanya lagi.
"Kan kamu tadi yang bilang.. Kita berdua hanya coba coba aja.." Rena masih diam.
"Tunggu..." Hery bangkit, berjalan ke lemari membukanya dan mengambil sesuatu.
Hery mengambil botol parfumnya yang terbuat dari kaca. Sepertinya parfum mahal. Ia menyemprotkan ke seluruh tubuhnya. Rena hanya melihat dari jauh apa yang sedang di lakukan Hery.
Selesai dengan parfumnya Hery berjalan lagi menuju Rena. Sebelum itu ia menyalakan keranjang baby Alf Dan Baby Elf agar bergerak dan makin menyenyakkan mereka tak lupa Hery juga menghidupkan lagu untuk keduanya, lagu yang akan membuat keduanya semakin nyenyak.
Hery berjalan ke arah Rena dengan tatapan tajam, liar, dan menggoda. Hery juga membuka jam tangannya sambil berjalan. Sungguh sangat tampan. Ia juga membuka sedikit kancing kemejanya di bagian dada. Hery tak menuju tempatnya tadi. Ia langsung naik ke tempat tidur dari arah kaki Rena. Naik dan naik kini ia tepat di atas Rena.
"Ciumi tubuh aku sayang.. Apa kamu mengenalnya..?" titahnya.
Rena menurut saja, ia mendekatkan wajahnya dengan dada Hery. Tiba tiba Rena membulatkan matanya.
"Hery..?" Ia sepertinya tahu parfum itu.
Hery mengambil kedali kaki Rena. Ia medekatkan tubuhnya dengan kaki Rena yang sengaja ia buat terbuka.
"Buka yang lebar...!" Bisiknya lagi di telinga Rena.
__ADS_1
"He.. Hery..?" Rena semakin tidak dapat mengatakan apa apa lagi.
"Buka yang lebar sayang..." Bisik Hery lagi.
"Hery..." Rena memeluk Hery dengan sangat kencang.
"Aku sudah bilang.. Aku.." Hery menganggukan kepalanya.
Hery mengecup bibir Rena. Meraup rasa yang ia mau. Rena menerimanya, ia bahkan membalasnya. Tapi tak bisa di hindari tangis di matanya.
"Aku mencintai kamu sayang.." Ucap Hery setelah pengutannya lepas.
"Hery... Alf dan Elf..?" nafas Rena memburu ingin tahu.
"Ya.. Mereka hasilnya.." Jawab Hery lagi.
"Aaaaaaaaa.... Heryyyyyyyyyyy.. Hery kamu... Ki.. Kita... Apa..?" Rena terus menangis dalam peluk Hery.
"Ya sayang.. Kita melakukannya..Ya aku lebih tepatnya.." Hery mengakuinya.
"Hery... Kamu jahat... Kenapa gak bilang.. Kamu simpan ini sendiri.. Kamu bikin aku gila Hery..." Hery di guncang guncang Rena sangkin Rena gemasnya.
"Hery aku berpikir keras dan kamu.." Rena tetap menangis walaupun ia kini sudah tahu jawabannya.
"Sayang.. Aku ada alasan sembunyikan semua ini.." Hery menghapus airmata Rena yang terus keluar padahal ini adalah pengakuan yang membahagiakan seharusnya.
"Kenapa aku.. Gak tahu itu kamu.. Kenapa kamu tinggalin aku.. Aku... Kita... Alf Elf..?" Hery malah tertawa.
"Sayang mau aku ceritakan kah...? Mau tahu kah..? Mau dengar.. Sudah dulu nangisnya.. Aku gak suka kamu nangis.." Hery tetap menghapus air mata Rena.
Rena mengambil tangan Hery yang mengapus air matanya, ia menciumnya lalu ia menaruhnya di tengah dadanya.
"Aku cinta kamu Hery..." Hery merasa tenang melihat senyum cantik timbul di bibir Rena.
"Aku lebih cinta kamu.." Hery meciumi setiap inci wajah Rena.
"Hery.. Apa kamu gak bohong..? Kamu gak lagi bohongi aku kan..?" Rena ingin memastikan.
"Ya sayang aku gak bohong. Malam itu aku.. Bukan laki laki lain. Makanya kemarin pas kamu bawa tas DNA aku beberap Kali nolak. Aku takut ketahuan, apalagi mau ngancam mau bawa Roy juga. Aku gak mau Roy tahu kalau kita berdua.. Pernah bercinta meski semalam. Aku juga gak peduli Alf dan Elf itu anak aku atau Roy. Yang penting mereka sehat mereka anakmu.. Mereka lahir dari rahim kamu.. Aku juga pernah ragu sebenarnya sayang. Aku yakin Alf dan Elf adalah anak Roy.. Darah daging Roy. Karna kalau aku pikir gak mungkin kan hanya karna semalam penuh, kamu bisa mengandung anakku. Apalagi aku liat Alf dan Elf kembar.. Roy juga kembar dulu. Dia punya kembaran, tapi sayangnya kembarannya itu meninggal. Aku putus harapan kalau Alf dan Elf anakku, meski aku rasa sangat dekat sama mereka, mulai dari percakapan kami, gerak kecil mereka sejak di dalam kandungan kamu, dan yang paling parah lagi, pas kamu mau lahiran. Beberapa hari sebelum kamu lahiran aku sudah gak tenang mikirin kamu.. Seolah ikatan aku sama anak anak ini kuat.. Tapi pas tahu mereka lahir kembar.. Aku pasrah.. Mungkin bukan rejeki aku.. Tapi kamu lagi, bawa tes DNA aku gak mau.. Karna pikirku ya mereka pasti cocok dengan DNA Roy.. Tapi mereka gak cocok, entah itu Roy atau kamu.. Maka cuma satu jawabannya untuk aku. Alf dan Elf.. Anak kandungku.. Hasil semalam itu. Percintaan panas itu, percintaan pertama aku sama seorang wanita. Itu hasilnya." Hery menatap keranjang bayi Alf dan Elf.
"Hery..." Rena tetap menangis mendengar pengakuan Hery.
__ADS_1
Hery...
Off lagi.. Nanti ada Flashbacknya kok.. Aman.. Auhtor bikin yang panas ya.. Hehe kalau lulus sama NT. Sabar ya guys..