AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 126


__ADS_3

Roy tidak mengerti. Padahal Debora sangat bersemangat kemarin.


"Kenapa.. Kamu tiba tiba berubah pikiran..?" Roy tentu ingin tahu.


"Aku gak bisa Roy.. Aku gak bisa minta lebih dari kamu, kamu belum terima aku sepenuhnya, dan aku gak ada hak untuk itu.." Itu yang Debora pikirkan.


Roy masih tidak bisa menerima Debora maka bagaimana Roy bisa bercinta dengannya.


Yang Debora katakan ada benarnya dan Roy tak bisa menolaknya. Ia belum bisa menerima Debora.


Drtt Drtt..


Ponsel Roy bergetar. Sebuah pesan singkat dari dokter itu lagi.


[Sekedar pemberitahuan saja tuan, Nyonya Debora akan merasakan hasrat yang tinggi beberapa hari ini, karna obat obat yang ia konsumsi dari beberapa minggu lalu. Selamat malam Tuan..]


Kiranya seperti itu isi pesan dari sang Dokter.


"Debora.. Kamu.." Roy ragu menanyakannya.


"Apa..?" Debora menoleh menunggu Roy mengatakan ucapan selanjutnya.


"Gak apa apa.. Ayo tidur ini sudah malam.." Roy berlalu terlebih dahulu.


"Haaaahh bagaimana ini.. Debora...?" Roy bergumam sendiri saat menaiki tangga.


Roy berbalik ke belakang dan Debora juga berjalan tak jauh darinya. Tangannya meremas tangan yang satunya. Matanya hanya menatap lantai. Roy berhenti dan menunggu Debora.


Duugghh..


"Aduh..." Debora menabrak Roy.


Roy hanya bergerak sedikit saja karna di tabrak Debora.


"Debora..." Roy menatap Debora yang mengelus kepalanya.


"Eeemm?" Debora juga manatap Roy.


Mata Debora dan Roy bertemu, Rpy melihat dengan jelas hasrat yang tersirat di mata Debora yang sedang memandangnya.


"Duluan.." Pintu Roy. Debora hanya mengikuti ucapan Roy. Ia mendahului Rpy menuju kamar Roy mengikutinya dari belakang.


"Dia benar benar ingin tapi..." Rpy juga bingung dengan kondisi ini.


Debora masuk kamar dan langsung berbaring di tempat tidur, tak seperti biasanya, melakukan ritual perawatan sebelum tidurnya. Roy sangat hafal akan itu, biasanya ia akan meminta Debora memijit kepalanya dengan vitamin rambut.


"Aaahh panasnya.. Aku mau basuh muka dulu." Alasan Roy. Ia mendapat ide bagus.

__ADS_1


"Sabar Debora sabar.. Tahan..." Debora menarik nafasnya dalam dalam.


Beberapa menit Kemudian Roy keluar dari kamar mandi, mata Debora membulat. Roy tak mengenakan baju, celananya juga ikut basah, Roy pun menuju ke lemari dan melepas celananya dengan santai. Kini Roy hanya mengenakan dalaman saja. Roy rasa sudah biasa dengan Debora yang melihat tubuhnya, jika di ingat ingat Debora dan dirinya lebih dari pada melihat.


Tapi malam ini berbeda, Debora tal berani melihatnya, seperti tak biasa melihat laki laki tak berpakaian. Debora pura pura sibuk dengan ponsel.


"Debora tadi aku mau suruh kamu pijit kepala aku lagi, tapi kamu gak ada..." Roy tak mengenakan baju, hanya mengenakan celana pendek sepaha.


"Aahh apa.?" Mau tak mau Debora melihat ke arah Roy.


"Aaahh Roy ganteng banget malam ini.. Oohh ya ampun..." Semakin tinggi hasrat Debora.


"Cepat pijit aku.." Roy duduk di depan Debora tanpa di minta.


Debora memijit kepala Roy perlahan. Tapi matanya pasti tergoda melihat tubuh Roy. Punggung Roy yang terlihat kekar dari belakang, Debora bahkan membayang kan yang tidak tidak dengan punggung itu.


"Kenapa pijitannya pelan banget.. Gak ada tenagakah kamu..?" Protes Roy.


"Hahhh..?" Debora tersadar.


"Ya maaf Roy.." Debora mencoba fokus lagi.


"Rasakan kamu.. Kamu kemarin buat aku begini juga, kali ini aku gak ngapa ngapain tapi kamu sudah tergoda kan.." Roy membalaskan apa yang ia pernah rasakan beberapa waktu lalu.


"Debora.. Punggung aku juga pegal pegal gitu.. Pijitin..!" pinta Roy lagi.


"Hah..?" Debora sangat terkejut.


Debora menyentuh punggung Roy. Rasanya seperti ada aliran Listrik yang mengalir dari punggung Roy ke tangan Debora.


Tangan Debora bergetar, kulit tangan dan kukit punggung mulus Roy bertemu.


"Eeemm enak.." Ucap Roy, Debora sudah travelling kemana mana mendengar kata enak yang Roy lanturkan.


"Debora.." Roy tahu Debora pasti sangat tergoda.


"Yahh...?" Debora seperti sedikit mendesah.


"Kamu itu kenapa..?" Rpy terus mencobai Debora.


"Gak apa apa Roy.." Roy menahan rasa tawanya.


Roy berbalik melihat kondisi Debora. "Kamu rasa ap?" Pertanyaan yang sangat aneh.


"Hah..?" Seperti tidak konek.


"Apa yang kamu rasakan, ada yang sakitkah..?" Roy memperbakiki ucapanya.

__ADS_1


"Gak ada kok.." Debora tak berani menatap Roy.


"Tapi aku liat kayak ada yang sakit." Roy meneliti lagi dan membuat Debora terganggu.


"Gak ada kok Roy aku baik baik aja.. A...


Ayo kita tidur, besok aku harus bangun pagi untuk bantu Bibi di dapur.." Debora langsung berbaring di tempatnya dan diam.


Roy terawa tapi tak bersuara. Ia juga memilih untuk menyudahi dulu aksinya ini, Roy pindah ke tempatnya dan ikut tidur.


**


Rena dan Hery melakukan makan malam yang romantia malam ini, memang bukan Hery lagi yang memasak, tapi tetap terasa romantis apalagi dengan penampilan Hery malam ini yang sangat berbeda.


Canda dan tawa terus terjadi di antara keduanya.


"Kamu suka komik karna tokoh laki lakinya saja ya.. Lalu ceritanya gimana..?" Hery mulai membahasnya berharap ada informasi tambahan tentang hal hal yang di sukai Rena.


"Ya aku cuma suka tokohnya aja, keren gitu.. Tapi aku lebih suka kamu kok sayang..." Rena tahu kalau suaminya ini adalah laki laki cemburuan.


"Ya aku tahu..." Hery bangga diri.


"Kita putar lagu dulu ya biar makin romantis." Hery bangkit dan memutar lagu di sebuah radio cantik tak jauh dari mereka. Hery sengaja memilih Radio agar terkesan klasik.


Lagu yang terputar adalah Lagu milik Troye Sivan "Angel Baby".


"Oohh lagu ini..?" Gumam Hery.


"Kenapa sama lagunya, kedengaranya bagus aja kok.." Sahut Rena.


"Ya kalau aku ingat lagu ini Aku imgat Bisma kakakku di Jerman."


Rena tak mengerti maksud Hery. Hanya bisa memiringkan kepalanya dan menunggu penjelasan lanjut dari Hery.


"Memangnya apa salahnya sama lagu itu..? Romantis aja kok.." Rena pasti merasakan seperti Apa jika kita yang mendengar lagu itu.


"Ada maknanya sayang, dan itu seperti cerita kak Bisma." Hery duduk lagi di hadapan Rena.


"Ayo sayang ceritakan..." Rena sangat ingin tahu lebih banyak lagi tentang Hery dan Keluarganya.


Hery menarik nafasnya dalam dalam bersiap untuk menceritakan cerita baru untuk Rena.


"Jadi Kak Bisma itu.. GAY." ucap Hery dengan santai.


"Hah..?" Rena tak salah dengar kan.. Itulah yang di pikirkan Rena.


"Ya kak Bisma GAY. Dan sangkutannya dengan lagu itu kan sangat jelas... Pas pertama kali aku dengar lagu ini di radio mobil yang aku ingat langsung Kak Bisma. Tapi sayangnya kak Bisma gak punya Angel Babynya."

__ADS_1


Rena...


off dulu kawan, jangan lupa like ya dan komen juga donk.. selamat datang di novel Aku yang di simpan untuk para pembaca baru dan pembaca setia. semoga kalian suka dengan alur cerita ini ya..


__ADS_2