
"Aaaaa..." Rena berteriak memegangi telinganya sendiri.
"Hei Rena ini aku.." Orang itu berbicara pada Rena yang histeris berteriak.
"Hah?" Rena mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang datang. Hery datang dan langsung menuju jendela mobil di sebelah Rena, dan ternyata Rena sangat terkejut, itu di luar dugaan Hery.
"Kamu..." Belum sempat Hery bertanya Rena sudah memeluk Hery dan Hery terkejut bukan main.
"Hery aku takut, aku takut gelap..." Ucap Rena dari balik peluk Hery.
Sedangkan Hery tidak tahu harus melakukan apa ataupun menjawab apa ia hanya bisa diam dan terus diam.
Setelah Rena sadar baik baik saja maka Ia melepaskan peluk daruratnya dan memperbaiki rambutnya sendiri.
"Maaf Hery..." Ucap Rena malu malu.
"Aahh.. Iya gak apa apa kok.. Eeem, apartemennya mengalami konsleting listrik, makanya terjadi pemadaman, kalau gak di padamkan listriknya nanti malah terjadi kebakaran." Ucap Hery memberi tahu apa yang terjadi pada Apartemen yang Rena.
"Apa sangat parah?" Tanya Rena masih memegsngi dadanya sendiri.
"Eeemm parah gaknya Kita gak tahu karna kita bukan ahlinya, tapi petugas yang biasanya memperbaikinnya belum datang datang juga karna ini apartemen elite maka listriknya juga harus yang bermutu, tapi petugasnya juga harus yang paham akan listrik yang di gunakan gedung apartemen ini. Kata sekuriti di situ tadi." Ucap Hery menjelaskan lagi.
"Ooo.. Terus aku bagaimana? Aku takut gelap Her..." Ucap Rena lagi dengan wajah yabg ketakutan.
"Eemm aku temani ya.. Ayo..." Rena terdiam walaupun Hery sudah mengajaknya.
"Rena.. Kenapa...?" Tanya Hery lagi melihat Rena yang tak bergeming.
"Aku tetap akan takut Hery. Aku takut gelapnya bukan takut sendiriannya." Ucap Rena lagi sambil meremas jari jemarinya.
"Eeemm kalau gitu kita tunggu di mobil saja ya. Kalau ada petugasnya datang, dan kalau sudab di perbaiki, baru kamu pulang kedalam apartemen.. Oke..." Saran Hery lagi dan mengitari mobil dan masuk lagi dan duduk di bangku supir dan menunggu bersama Rena.
"Kenapa Petugas Listriknya lambat datang?" Rena memecahkan keheningan di dalam mobil itu.
__ADS_1
"Katanya juga ada yabg terjadi konsleting jadi sudah duluan bertugas ke tempat lain." Ucap Hery lagi sambil menoleh pada Rena. Tampak Rena masih takut dan kadang seakan tak ingin menoleh ke arah kegelapan itu.
Rena hanya menatap sinar lampu dari mobil Hery dan menatap jari jemarinya sendiri.
"Kenapa kamu bisa takut gelap?" Tanya Hery lagi karna ia penasaran pada wanita di sampingnya ini.
"Dulu aku terlalu sering di takut takuti, dan aku jadinya mengkhayalkannya dan menjadi takut sendiri. Dan saat di sekolah, teman temanku juga sering menakut nakuti aku dengan kegelapan, makanya sampai sekarang aku takut gelap, mungkin memang aneh, tapi amu juga gak bisa jelaskan detailnya, intinya aku takut pada kegelapan.".Tutur Rena pada Hery dan mengalihkan pandangannya pada Hery saja dari pada menatap lampu dan jarinya.
"Oohh.." Hery mengo'oh mendengar penjelasan Rena.
Rena dan Hery menunggu cukup lama tapi tetap tak ada kemajuan bahkan petugas yang di janjikan tidak datang datang juga.
Hery menoleh pada Rena, Rena malah sudah terlelap dan dengan posisi yang sangat tidak nyaman. Rasa iba Hery melihatnya.
"Aku bangunkan tapi apartemennya masih gelap, gak bangunkan tapi posisinya sangat jelek, nanti ia terbangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya.. Bagaimana ini...?" Hery berbicara perlahan dan hanya dirinya yang mendengar ucapannya.
"Rena..." Hery memilih untum membangunkan saja Rena dari tidurnya.
"Eem itu dia, belum di perbaiki. Tapi aku kasihan melihat kamu yang tertidur dengan posisi yang jelek, nanti kamu sakit sakit bangunnya. Makanya aku kasih bangun kamu..." Ucap Hery dan Rena menoleh ke arah apartemennya yang masih gelap gulita.
"Lalu sekarang kita harus bagaimana Hery..?" Rena malah bertanya pada Hery.
"Aku juga tidak tahu Rena, ini sudah pukul 12.30 malam. Kamu mau kemana gitu ada tempat temanmu gitu?" Tanya Hery siapa tahu Rena memiliki tempat untuk pulang saja malam ini.
"Aku tidak punya Hery... Hery... Bagaimana kalau aku nginap di rumahmu saja malam ini?" Hery juga bari ingat kalau jika ia juga memiliki rumah dan sepertinya tidak ada salahnya jika Hery membawa Rena kerumahnya untuk malam ini saja, karna kondisinya juga tidak memungkinkan Rena untuk pulang ke apartemennya, jika berharap Roy untuk mengajak Rena pulang ke kediamannya juga tidak mungkin saat ini.
"Ooh iya ya.. Ayo kita ke rumahku saja..." Hery pun menghidupkan mensin mobilnya dan pergi dari apartemen itu dan menuju rumahnya.
***
"Selamat datang..." Ucap Hery pada Rena dan membukakan pintu rumahnya. Hery tinggal sendiri di kediamannya, tidak ada pembantu atau pun asisten rumah tangga, karna Hery melakukan semuanya sendiri.
Ren Tersenyum dan masuk ke dalam Rumah Hery yang sedehana tapi elegan itu, rumah yang di dominasi warna putih dan coklat itu benar benar indah malam ini di pandanv Rena yang berkunjung sebagai tamu Hery.
__ADS_1
"Ayo aku antar ke kamarmu... " Rena pun mengikuti langkah Hery dan menaiki anak tangga.
Ada beberapa foto Hery saat masih kecil, bersekolah dari sekolah dasar sampai mengengah ke atas. Dan peristiwa peristiwa penting lainnya juga terpajang di sana.
Rena menghentikan langkahnya dan memperhatikan foto foto tersebut. Hery menoleh kebelakang dan melihat Rena malah mengamati foto fotonya.
"Apa aku imut saat masih kecil..." Rena terkejut mendengar ucapan Hery yang berbalik lagi dan kini sudah di sampingnya yang sedang mengamati foto Hery.
"Maaf aku hanya ingin lihat lihat..." Ucap Rena tak enak main lihat saja foto foto Hery.
"Hahaha... Tidak apa apa, kan di pajang untuk di lihat." Ucap Hery lagi.
"Banyak sekali foto fotomu dan beberapa penghargaan yang kamu terima.." Ucap Renam mengamati tema tema yang ada di dalam foto Hery tersebut.
"Iya... Ini hanya beberapa di dalam buku albumku lebih banyak kok..." Ucap Hery menyombongkan dirinya.
"Apa kamu tidak mengantuk?" Tanya Hery mengingat Rena sangat mengantuk tadi di dalam mobilnya.
"Oohh iya ayo kita ke kamar.." Rena malah mendahului sang pemikik Rumah, dan Hery terpaku sejenak salah fokus dengan ucapan Rena barusan.
Hery memandang foto foto kecilnya di dalam bingkai foto itu, foto saat Hery baru belajar merangkak dan lainnya.
"The next Hery...." Ucapan Dokter Lina terlintas di ingatan Hery secara tiba tiba.
Dengan cepat Hery mengelengkan kepalanya dan menyusul Rena.
"Ini kamarmu. Tapi maaf ya di dalam kamar ini tidak ada kamar mandi dan toiletnya, kalau mau ketoilet harus ke lantai bawah tadi, tapi kalau kamu perlu sesuatu panggil aja aku oke... Selamat malam.." Rena menganggukan kepalanya dan Hery pun keluar dari kamar Rena dan menuju dapur, ada yang harus iya lakukan sebelum tidur.
Rena...
Off dulu... Tak bosan bosannya author minta tolong sama Readers semua untuk mampir karya baru author, judulnya Dendam 100 Kilogram up tiap hari dan sudah ada 10 bab.
Dan tetap author ingatkan lagi, like, koment dan Favoritkan ya...
__ADS_1