
Roy dengan tangan nakalnya menelusup masuk mencari lubang semut.
Gerakan pelan dan asik yang Nur buat juga sangat mendukung aksi mereka ini. Lagu yang di putar juga sangat cocok dengan gerakan.
Roy tersenyum senang malam ini. Ruang yang kedap suara menenangkannya mesk Nur berisik dan di tambah lagu manis ini.
***
"Sayang..." Panggil lembut Hery pada Rena.
"Ya..?" Rena benar benar dag dig dug.
"Ini.. Ingat besok pagi.." Hery menyerahkan plastik hitam ke tangan Rena.
Rena menelan salivanya dengan cepat. "Ya sayang.. Pasti aku ingat dan aku coba.." Hery mengangguk semangat.
Rena bulan ini belum mendapatkan tamu bulanannya. Tentu itu membuatnya curiga keduanya. Oleh karna itu Hery bergegas membeli tes pack untuk Rena. Dan yang di dalam plastik hitam tadi adalah tes pack.
Rena dengan jantung yang berdebar menanti pagi nanti. Hery memeluknya lembut dan untuk malam ini ia menahan diri dulu untuk tidak mencicipi Rena istri cantiknya.
__ADS_1
Bukan hanya itu yang membuat Hery yakin Rena sedang mengandung, tapi tubuh Rena yang juga makin sedap di pandangĀ juga meyakinkannya.
"Sayang.. Kamu dulu deg degan gak..?" Hery memicingkan matanya.
"Kapan..?" Hery mengelus pipi Rena.
"Pas aku hamil Alf dan Elf. Apa kamu gak deg degan..?" Rena juga balik mengelus pipi Hery.
"Aku gak deg degan.. Tapi aku khawatir aja, aku khawatir kamu dan kandungan kamu.. Kamu dulu juga punya masalah yang rumit, aku takut kamu kenapa napa.. Makanya aku berusaha sebisa mungkin ada di samping kamu.. Aku gelisah kalau jauh dari kamu.. Apalagi karna aku sudah pernah tidur sama kamu.. Rasa yang aku punya jadi makin besar.. Aku makin percaya diri jaga kamu.. Kamu ingat pas kamu di dorong Roy..? Aku marah besar.. Aku gak suka.. Ya gitu lah yang aku rasa.." Hery mencium Rena lagi setelah menceritakan kisahnya.
"Iya... Kamu dulu romantis banget. Aku suka.." goda Rena lagi.
"Dan aku juga dulu rasanya aneh.. Kalau jauh dari kamu bayi di kandungan aku tu gerak gerak.. Terus kalau udah dekat kamu rasanya tenang.. Geraknya itu gerak yang betul betul bergerak, kuat banget nendangnya.. Tapi kalau sudah di dekat kamu gak ada lagi... Kayak cari kamu gitu.. Aku kira dulu itu karna kamu aja yang sering temani aku jadi, aku rasa karna itu bayi dalam kandungan gerak gerak kalau jauh dari kamu.. Tapi ternyata... Karna gak mau jauh dari Papanya.." Rena mengelus dada Hery.
"Eeeeiisssss.. Ya donk... Aaaauuu anak dan papanya sama aja kan.." Hery sepertinya tidak dapat menahan diri.
Hery mengelus bagian favoritnya yang sering jadi nutrisi kedua malaikat kecil mereka.
"Sayang.." Panggil Rena dengan sangat lembut. Hery memejamkan matanya. Panggilan itu sangat menggelitik pedengarannya dan menghasut pikiranya untuk berkelana.
__ADS_1
"Aahh sayang.." Panggil Rena lagi lebih menggoda.
"Sayang aku mohon jangan.. Aku gak kuat nanti.." Hery menatap mata Rena dalam dalam.
"Malam ini aku benar benar berharap baby Alf dan Elf menggangu seperti biasaya.. Biar aku bisa sibuk dikit.. Bukannya malah.." Hery menatap dada Rena.
"Aaaissse.. Tolong.." Hery menutup matanya lagi.
"Sayang... Liat aku.." Rena memaksa Hery untuk membuka matanya. Dan ia juga sengaja sedikit membuka kancing baju tidurnya.
"Ya ampun sayang..." Hery akhirnya tak bisa menolak untuk menatap bagian favoritnya.
"Ck.. Aku gak kuat.. Ayo sayang.." Ajak Hery segera.
Cup..
Rena mengecup Hery dengan lembut. "Aku cinta kamu.." Rena sangat manja dan ingin di manja.
***
__ADS_1