AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 146


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Ini sudah tiga hari setelah Eyang yang meminta Roy untuk menikah lagi.


Debora tenang karna Roy yang terus menghiburnya, tapi jika Debora bertemu dengan Eyang maka ketenangannya itu hilang seketika.


Jika dulu Eyang sangat sayang padanya maka  sekarang berbeda. Eyang banyak mendiamkan Debora. Debora sering menyapa Eyang tapi dengan cepat Eyang berlalu dan bahkan tak menjawab sapaan Debora sama sekali.


Roy yang juga jarang di rumah membut hati Debora semakin mengecil. Saat ini Debora sedang di taman belakang dan hanya bisa menyampaikan keluh kesahnya bersama ikam koi yang berenang ke kiri dan kanan.


"Hai cica.. Kamu gemuk banget sih..." Debora berbicara pada ikan Koi yang paling besar dan ia memberi nama ikan itu Cica.


"Debora..." Panggil Eyang di belakangnya.


"Eeeh Eyang..." Akhirnya setelah beberapa Hari Eyang mau bicara padanya.


"Eyang butuh apa..? Biar Debora yang bantu.." Debora bersemangat.


"Ya kalau kamu mau bantu Eyang caranya mudah banget. Pergi dari kehidupan cucu saya dan jangan kembali..." Semangat Debora langsung patah mendengar ucapan itu.


"Saya cuma mau kasih tahu. Nanti malam keluarga Nur datang.. Saya harap kamu gak kasih liat muka memalukan kamu itu. Diam aja di dalam kamar jangan coba coba keluar.. Saya mau pertemuan Roy dan Nur berjalan lancar." Eyang langsung berlalu dari hadapan Debora.


"Nanti malam...?" Debora mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Roy.


"Halo Roy... Kamu mau ketemu wanita yang Eyang jodohkan sama kamu itu..?" Debora sudah panik terlebih dahulu.


"Hah..? Apanya...?" Roy belum tahu apa apa tentang rencana Eyang.


"Iya Roy, Eyang baru aja bilang sama aku kalau malam nanti keluarga Nur mau datang..." Debora menangis sambil bernicara pada Roy.


"Debora kamu tenang ya... Aku akan segera pulang..." Roy langsung mematilan telpon dan menyambar kunci mobil dan pulang tak tahan dengan tingkah aneh Eyangnya


"Jadi Eyang gak kaget kalau Debora pernah selingkuhin aku, berarti dulu kalau aku tetap perlihatkan video itu mungkin aja Rena tetap sama aku dan anak anak aku itu.. Rena... Aku masih gak bisa lupa sama kamu.." Dalam perjalanan Roy berpikir, dia sudah melewatkan kesempatan dan malah memilih lemah.


"Debora...??" Roy pulang dan langsung di sambut tangis Debora.


"Roy.." Debora langsung memeluk Roy posesif.


"Ya sayang aku di sini..." Roy juga prihatin dengan Debora sekarang.


"Aku takut Roy.. Eyang...." Debora tak mampu lagi mengadu pada Roy.


"Hehhh.. Jangan peluk peluk cucu ku begitu.. Dasar kotor..." Eyang menarik paksa Debora dari pelukkan Roy.


"Eyang..???!" Tegur Roy juga.

__ADS_1


"Roy.. Kamu baru aja bentak Eyang...?" Eyang sakit hati dengan teguran Roy yang agak keras itu.


"Gak Eyang... Roy cuma..."


"Kamu bela wanita kotor ini. Wanita yang sudah main sama laki laki lain, bahkan ada video yang jelas jelas itu di tempat tidur kalian..?" Eyang terus mengatakan apa yang ia lihat.


"Eyang tahu dari mana..?" Roy berusaha mengelak.


Flashback on.


Malam hari Eyang merasa lelah di kamarnya, "Pasti ada yang seru kalau di baca." Eyang keluar dari kamarnya.


"Bi.. Biasanya kalau buku buku di simpan di mana ya..?" Eynag bertanya pada Bi Mila.


"Ooohh itu biasanya banyak di ruang kerja tuan Roy." Bi Mila menjawab sepengetahuannya.


"Oke makasih.." Eyang berlalu menuju ruang kerja Roy.


Saat melewati kamar Roy dan Debora, Eyang mendengar seperti ada suara de**han dari dalam kamar.


"Oowwww sedang bercinta.. Ya semog aja cicitku segera hadir..." Dengan pengalamannya Eyang tahu dari suara seperti itu pasti sedang asik asiknya.


Ia pergi dari depan kamar Roy dan Debora segera karna semakin lama maka suara itu semakin cepat.


"Haiisssss ini gak ada yang cocok aku baca.." Eyang menyeray mencari buku yang ia inginkan.


Ia duduk di kursi Roy, ada laptop do hadapannya. Isengnya Eyang membuka laptop itu.


"Issss gak ada filmnya lagi." Tenyata tidak ada film apapun di dalam laptop itu.


"Ehhh..?" Eyang menemukan flasdiks milik Roy di dalam sebuah kertas plastik.


Ia memasangnya berharap ada film yang ia inginkan. Tapi ternyata hanya ada bukti perselingkuhan Debora mulai dari awal hingga akhir. Bahkan video video panas Debora dan John saat itu juga ada.


Mata Eyang panas melihatnya. Rasanya ingin ia langsung memarahi Roy dan Debora. Tapi setelah ia ingat ingat, baru saja ia lewat kamar Rpy dan Debora, ia mendengar suara ricuh yang sangat.


"Bagaimana bisa Roy tetap bercinta dengan wanita yang pernah berhubungan dengan laki laki lain di belakangnya, ya ampun Roy.." Eyang sangat marah. Bahkan sempat ia merasa ada yang sakit di area dadanya tapi ia berhasil menahannya dengan berpikir positif.


"Aku akan menikahkan Roy lagi. Roy harus mau.. Aku gak sudi punya mantu kayak Debora.."


Flashback Off


Roy mengaga tak percaya. Eyang menceritakan semuanya bagaimana ia bisa menemukan video bukti itu.

__ADS_1


Tapi saat Eyang tahu kenyataannya, Roy dan Debora kembali saling cinta. Mungkim ada rasa penyelasan yang Roy rasakan tapi tidaak ada gunannya menyesal. Kini ia harus meyakinkan Eyang lagi kalau Debora sudah tal seperti dulu.


"Ya Eyang itu dulu memang terjadi.. Tapi Debora sudah berubah Eyang.." Debora membela dirinya.


"Betul Eyang.. Debora sudah berubah dan itu sudah cukup untuk Roy." Roy membantu Debora membela diri.


"Eyang gak minta kamu ceraikan dia. Eyang cuma mau kamu nikah lagi aja. Biar dia rasakan apa yang pernah dia lakukan sama kamu.." Eyang menatap Debora dari atas hingga bawah.


"Eyang..?" Roy tak percaya yang ia dengar ini.


"Debora... Kamu pilih yang mana.. Kamu mau tinggalin Roy atau kamu tetap jadi istri Roy tapi kamu di madu..?" Eyang memberikan Debora pilihan.


"Apa....?" Mendengar itu rasanya jantung Debora berhenti berdetak.


"Eyang pilihan macam apa itu. Rpy gak mau nikah lagi.. Roy cuma sayang dan cinta sama Debora aja.." Roy juga tak menginginkannya.


"Tapi Eyang yang gak mau Roy..." Eyang tak ingin kalah debat dengan keduanya.


"Aaawww.. Aaahh.." Eyang memegangi dadanya.


"Eyang..." Debor Dan Roy sama sama terkejut dan menghampiri Eyang.


"Ooohhh dadaku.." Eyang memegangi dadanya.


"Eyang bertahanlah.." Roy segera menghubungi dokter.


"Eyang... Eyang istirahat dulu ya.. Debora kmau tunggu di sini sampai dokter datang ya... Aku bawa Eyang ke kamarnya dulu..." Debora hanya mengangguk tapi isi pikirannya ke lain arah.


"Jadi aku harus biarkan Roy menikah lagi...??" Itu terus tercatat dalam ingatan Debora.


"Baiklah.. Asal jangan pisah dari Roy maka Aku siap.." Debora meremas tangannya.


**


"Eyang... Kenapa Eyang harus marah marah gini kan jadi sakit..." Roy membaringkan Eyang di tempat tidur.


"Roy.. Eyang mau kamu pilih dari pilihan Eyang tadi. Kamu mau nikah lagi atau kamu tinggalkan Debora....? Eyang mau Debora rasakan apa yang kamu rasa dulu Roy.. Pas dia khianati kamu.. Biar dia juga tahu rasanya sakit hati.." Eyang mulai menghasut Roy.


"Lihat ini lihat... Ini Nur.. Dia wanita yang baik, rajin dan juga cantik..." Eyang memperlihatkan foto Gadis yang bernama Nur yang ia pilihkan untuk Roy.


"Roy.. Menikahlah sama wanita itu Aku ikhlas..."


Debora...

__ADS_1


Guys author ada buka tim interaksi... jadi barang kali ada yang mau gabung dan masuk author persilahkan.. mari kita bertukar pikiran atau ada yang mau kalian sampaikan pada Author bisa lewat tim interaksi ya...


__ADS_2