AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 306


__ADS_3

Sementara itu, Hery mencari Bisma di rumahnya, tapi tak ada orang di rumah. Bahkan kata orang di sekitar rumah itu, Bisma dan Adel belum kembali sejak semalam.


Hery mencoba menghubungi Bisma. Tapi Nomernya tidak dapat di hubungi. Maka semakin cemas dan was was Hery.


"Kemana mereka berdua.. Kenapa gak pulang pulang.." Hery mencoba berpikir.


"Halo sayang.. Bisa kamu hubungi Adel..!" Pinta Hery. Ia menghubungi Rena.


"Adel.. Kenapa sama Adel..?" Rena penasaran.


"Adel sama Bisma gak ada di rumah.. Kata tetangganya, sejak semalam Bisma dan Adel belum pulang pulang." Hery mengatakan yang sebenarnya pada Rena.


"Oohh ya aku akan coba." Rena mengerti keadaanyan langsung membantu Hery mencari keberadaan Adel dan Bisma. Karena memang tak biasanya Adel dan Bisma seperti ini.


"Kok gak di angkat.. Ck.." Rena terus berusaha.


"Halo Del kamu di mana..?" Sepertinya telpon itu tersambung.


Tidak ada jawaban dari sebrang telpon. "Halo.. Adel dengar aku kan..!?" Rena mendesak.


Tutt tuutt tuuuutt..


Panggilan itu terputus.


"Eh.. Itu tadi Adel bukan ya..?" Rena bertanya tanya.

__ADS_1


Rena menghubungi Hery dan mengatakan yang baru saja terjadi.


"Seseorang pegang ponsel Adel.. Lalu kira kira di mana mereka..?" Hery berusaha berpikir.


"Sayang.. Coba kamu cari ke tempat pesta semalam, pasikan kalau mereka berdua ada di sana.. Kalau gak ada baru kita lapor polisi.." Saran Rena.


"Kamu betul sayang.. Makasih ya.. Ee baby papa ini pintar juga ya.. Berpikir kritis.." Goda Hery agar Rena tak kepikiram tentang Adel dan Bisma.


"Iya donk kan anak papa Hery.." Benar cara Hery. Rena menjadi tenang.


.


.


.


.


.


Mata yang biasanya berbinar lembut penuh cinta kini menjadi tatapan seorang pemburu.


"Aku bisu.. Aku gak bisa bicara dengan jelas. Bahkan kalau Papa bawa aku ke pertemuaan dia.. Aku gak bisa ngomong apa apa. Papa dan Mama ragu aku bisa hadapi dunia ini nanti.. Mereka usahakan kemana mana, dokter dokter hebat. Akhirnya aku bisa mengeluarkan suara. Meski hanya aa' yang tersendat sendat."


"Aku mungkin belum ceritakan.. Kalau.. Papa adalah laki laki hidung belang.. Bahkan aku dan Hery itu.. Beda ibu.." Adel membulatkan matanya.

__ADS_1


"Kamu dan Hery.. Beda ibu..?" Bisma mengangguk.


"Ibu Hery.. Asli Indonesia.. Ibuku... Mama Marry.. Mama gak terima Hery dengan mudah. Mama sempat hampir gila saat tahu kebenaran tentang Hery. Dia habiskan waktunya di club malam. Tapi.. Saat Mama mengandung adik kecil ku.. Mama sadar.. Hery tak seburuk yang Mama kira. Hery sangat baik.. Dia menjaga Mama dengan baik meski berkali kali Mama coba bunuh diri dan gugurkan kandungannya. Orang pertama yang akan selamatkan Mama adalah Hery. Hery sangat gesit, bijak dan pandai, bagaikan kancil." Bisma menoleh pada Adel yang sangat fokus pada ceritanya.


"Ini akan jadi cerita besar untuk kamu Del.. Aku harap kamu siap terima sakit dan susah aku dulu."


Tanpa di sangka Adel malah tersenyum lalu mengelus pipi Bisma. "Aku tahu.. Kamu tetap cinta aku.." Bangga Bisma memiliki Adel.


Bisma bisa memeluk Adel dengan erat dan berkali kali mengecup seluruh inci wajah Adel.


"Hatiku terlanjut terpaut sama kamu Bisma.." Adel menahan tangisnya lagi.


"Dan aku terlalu cinta kamu Adel...."


Tok tok tok...


Dari luar terus terdengar ketukkan Stuart tak sabaran.


"Mau lanjut ceritanya..?" Tawar Bisma.


Adel mengangguk semangat dan antusias.


"Mama mengandung.. Memgandung anak hasil club malamnya.. Mama makin hancur. Tapi tak pernah di biarkan hancur oleh Hery. Sedangkan aku.. Aku terlalu terpukul dan takut akan buat situasi semakin kacau dengan semua pengelihatan aku dan ingatan aku.. Semua kunci kehancuran Papa dan Mama ada di aku.. Tapi bibir ini.. Kembali mengatup." Bisma menunjuk bibirnya.


"Semuanya berawal dari pemgobatan aku di Singapura.. Aku sangat polos.. Aku ikut saja apa yang papa perintahkan.. Sampai suatu masa aku.....

__ADS_1


Off dulu...


__ADS_2